PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI JADI PATUNG


__ADS_3

Yu Ming jatuh tergeletak di depan pintu gerbang, setelah tubuhnya menabrak keras pintu batu keras di belakangnya.


Sesaat pandangan nya menjadi nanar, dia melihat monyet aneh yang sedang terbang melayang kearah nya.


Terlihat seperti berbayang 7.


Monyet aneh itu terbang mendekati Yu Ming , dengan sepasang sayap kelelawar nya terpentang lebar.


Kedua tangannya yang besar besar di arahkan ke Yu Ming, siap menangkap Yu Ming .


Agar dia bisa mencabik cabik leher Yu Ming dengan taringnya yang panjang.


Tapi sayangnya rencana monyet aneh kini di gagalkan, oleh singa aneh yang membalas perlakuan yang diterima nya dari monyet aneh sebelumnya.


Singa aneh menerkam dari samping dengan kuat, menggunakan sepasang cakar depan nya yang berkuku runcing.


"Brakkkkk..!"


Monyet aneh yang terlalu bersemangat ingin menikmati darah segar Yu Ming .


Kewaspadaan nya berkurang, sehingga saat singa aneh saingan nya datang menerkam.


Dia tidak siap menyambut nya, maupun menghindarinya.


Tubuh mereka yang saling bertabrakan keras, terpental jatuh bergulingan menjauhi Yu Ming .


Sepasang cakar depan Singa aneh, berhasil mencengkram erat kedua bahu monyet aneh.


Sehingga kedua lengan monyet aneh kini tergantung lemas tak bertenaga.


Akibat kedua bahunya terkunci kuat oleh cengkraman kuku tajam singa aneh .


Kini dalam posisi tertindih di bawah oleh singa aneh, nyawa monyet aneh berada di ujung tanduk.


Dia harus berulang kali menggerakkan leher dan kepalanya, menghindari terkaman taring taring tajam singa aneh.


Singa aneh berulang kali membentangkan mulutnya, berusaha mengigit leher lawannya, yang terlihat tidak berdaya dan hampir habis .


Tapi siapa sangka di detik terakhir, saat leher monyet aneh berhasil di tembus oleh taring tajam singa aneh.


Sebelum singa aneh sempat mengunci dan mencabik leher Monyet aneh.


Tiba-tiba ekor monyet aneh bergerak memberikan sengatan listrik, di bagian samping leher Singa aneh.


"Growwwarr...!"


Singa aneh meraung kaget, sebelum tubuhnya mengalami kejang kejang, cengkraman kuat dan gigitan kuatnya seketika terhenti beberapa detik.


Sedetik itu cukup bagi monyet aneh, untuk melepaskan diri dari tekanan singa aneh.


Dengan sepasang kaki belakang nya, monyet aneh dengan kuat menendang bagian dada singa aneh.


Hingga tubuh singa aneh terpental kuat keatas dan menabrak keras langit langit gua.

__ADS_1


"Brakkkk...!"


Batu batu stalagtit langit langit gua, jatuh berhamburan kebawah.


Sebagian meluncur kearah monyet aneh.


Tapi monyet aneh dengan cepat berhasil terbang menjauhi tempat itu, dengan sepasang sayap kelelawar nya.


Adalah Yu Ming yang gawat, dia terpaksa bergulingan ke kiri dan ke kanan, berusaha menghindari stalagtit batu tajam yang jatuh kebawah menimpa ke arah diri nya.


Yu Ming sedang sibuk menghindar, di tempat lain.


Singa aneh dan monyet aneh sudah kembali terlibat saling serang dengan hebat sambil beterbangan di udara.


Sekilas keduanya terlihat seperti sedang saling menyerang ganas menggunakan insting binatang buas mereka.


Tapi bila di perhatikan dengan teliti, mereka tidak seperti itu. Mereka malah terlihat seperti orang saling serang, bertahan menghindar dengan teratur seperti dua orang ahli silat kawakan.


Yu Ming setelah berhasil menghindari serangan stalagtit, yang sudah berhenti runtuh ke bawah.


Dia melompat berdiri menyaksikan pertarungan itu dengan wajah nya, yang menunjukkan ketertarikan nya.


Dengan pengetahuan ilmu silat dasar alam semesta, Yu Ming terus menganalisa inti pergerakan silat kedua mahluk itu.


Semakin di perhatikan Yu Ming semakin tertarik, Yu Ming terus memperhatikan nya.


Sambil menggerak gerakkan kaki tangannya bersilat sendiri, menuruti apa yang sedang di lakukan oleh kedua mahluk itu..


Kedua mahluk itu tidak memperhatikan apa yang sedang Yu Ming lakukan.


Pertempuran mereka kadang di lakukan di atas tanah, kemudian terbang keatas.


Hal itu terjadi berulang ulang, sehingga mereka terlihat berputaran turun naik, saling serang di udara maupun di atas tanah.


Angin serangan berkesiur kesana kemari, mendatangkan suara seperti angin ribut memenuhi seluruh bagian gua.


Begitu pula dengan ledakan serangan mereka, yang meleset mengenai lawannya.


Menjadikan dinding dan langit langit gua, menjadi korbannya ledakan serangan mereka yang meleset.


Juga mendatangkan suara hiruk pikuk dan bebatuan yang jatuh berguguran.


Setelah beberapa waktu lewat, dalam satu kesempatan. Terlihat Singa aneh mengerakkan sepasang cakar depan nya, yang berkuku tajam. Untuk melepaskan serangan tamparan cakar beruntun, kearah kepala dada dan perut monyet aneh secara beruntun.


Pergerakan ini di lakukan oleh singa aneh, dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, diatas tanah.


Kedua cakarnya bergerak cepat menerjang kedepan, sedangkan kedua kaki belakang mengimbanginya bergerak melangkah kedepan.


Sesekali singa aneh juga menggerakkan kedua sayap nya untuk membantu memberikan pukulan serangan dari samping .


Monyet aneh menghadapi serangan tersebut dengan tangkisan kedua tangannya, sambil melangkah mundur.


Sesekali sehabis menangkis, dia memberikan balasan dengan sepasang tinju nya. Di sertai dengan bantuan sabetan ekor, yang ujungnya memilki kemampuan sengatan listrik.

__ADS_1


Sepasang kakinya juga sesekali, memberikan bantuan tendangan keatas.


Di mana saat kaki menendang, tangan bertumpu di atas tanah.


Yu Ming dari tempat lain terus mencatat setiap pergerakan serangan mereka di dalam otaknya untuk di proses.


Diambil bagian baik dan efektif nya, sekaligus membuang sisi yang kurang baik dan membawa dampak negatif dalam serangan nya.


Di penghujung serangan, singa aneh menggunakan tanduk rusa di kepalanya, untuk menyerang kepala monyet aneh.


Monyet aneh yang tidak mau kalah, dia juga membalasnya dengan serudukan tanduk domba di kepalanya.


"Brakkkk...!"


"Buggggg..!"


"Bretttt...!"


Diakhir serangan kedua belah pihak, sama sama terpental mundur ke kiri dan kanan.


Mereka berdua terpisahkan, kembali ke posisi masing masing,. di kanan dan kiri pintu.


Tempat posisi mereka saat menjadi patung sebelumnya.


Singa aneh berhasil menyarangkan cakarnya merobek dada monyet aneh, hingga mengalami luka robek cukup dalam mengalirkan darah yang menetes netes kebawah.


Sedangkan Monyet aneh berhasil membalasnya dengan menyarangkan tinju kerasnya bersarang di dada singa aneh.


Hingga bagian dada nya membentuk ulir, melesak kedalam.


Dari mulut singa aneh, terlihat menetes netes darah segar.


Sebelum mereka kembali melanjutkan pertempuran mereka.


Cahaya yang masuk dari langit langit Gua, menyinari kedalam.


Kini telah naik sampai di atas batu mutiara hijau, yang menjadi penerangan Gua tersebut.


Saat Gua tersebut sedang tidak ada cahaya yang masuk, dan di selimuti kegelapan.


Begitu cahaya dari luar jatuh tepat menyinari batu mutiara hijau itu.


Kedua mahluk itu, kembali di selimuti oleh lapisan batu, mereka kembali menjadi patung.


Tidak lagi mampu bergerak, apalagi saling melancarkan serangan.


Mereka kembali terdiam di tempat.


Sedangkan di posisi lain, cahaya dari langit langit Gua, yang mencapai mutiara hijau.


Kini cahaya tersebut terpantul.kesana kemari, seperti di pantulkan oleh cermin cermin di dalam Gua.


Akhirnya cahaya tersebut berhenti di satu titik, yang terletak di samping kanan gerbang pintu batu.

__ADS_1


Tepatnya di garis lurus yang sejajar, dengan sepasang mata iblis, yang gambarnya terukir di kedua sisi gerbang pintu batu.


__ADS_2