PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MASALAH INTERNAL


__ADS_3

"Ayah ,..!"


Teriak Yu Ming sambil berlari maju, dan bersujud di depan kaki pria setengah tua itu.


Pria itu tersenyum bahagia, dia mengulurkan tangannya membelai kepala Yu Ming dengan lembut dan berkata,


"Ming Er akhirnya kamu pulang juga.."


"Syukurlah nak,.. akhirnya kamu bisa pulang dengan selamat.."


"Ayah dan ibu sempat berpikir kamu telah.."


"Ah tidak..tidak..tidak.."


"Kini kamu sudah kembali dengan selamat itu yang terpenting.."


"Ayo bangunlah, duduklah di samping ayah, biar ayah bisa melihat mu dengan baik.."


Ucap Xiong Yi sambil menepuk lembut kasur di sampingnya.


Yu Ming mengangguk patuh, dia bangkit, lalu duduk di sebelah Xiong Yi.


Seperti juga yang Siao Cui lakukan sebelumnya, Xiong Yi , juga melakukan hal yang sama.


Dia menggunakan sepasang tangan nya memegang wajah Yu Ming melihatnya dan memeriksanya.


Sebelum berpindah ke bahu hingga sampai ke telapak tangan.


Setelah itu akhirnya dia memeluk Yu Ming erat erat dan berkata,


"Ming Er,.. ayah sungguh merindukan mu, kamu putra ayah yang paling baik dan paling membanggakan.."


"Ming Er berjanjilah pada ayah kamu jangan pergi pergi lagi.."


"Ayah sudah tua, ayah ingin kamu meneruskan posisi ayah menjadi kepala keluarga Xiong, menggantikan ayah.."


"Kamu wakili ayah jaga ibu mu, dan bimbinglah adik mu baik baik.."


"Ayah dan ibu hanya memilki kalian berdua, ayah ingin kalian berdua selalu akur dan saling membantu bekerjasama membesarkan Chu ."


Yu Ming terlihat serba salah, melihat keadaan ayahnya yang seperti ini.


Dia tidak tega, untuk menolaknya.


Tapi tidak menolaknya bagaimana dia bisa pergi menjalankan rencana hidupnya.


Agar bisa pulih dan kembali ke kahyangan, bagaimana dia bisa kembali berkumpul dengan Ping Ru Meng istrinya.


Melihat keragu raguan Yu Ming , Xiong Yi segera berkata,


"Ming Er,.. Kamu tidak bermaksud ingin menolak ayah bukan..?"


Yu Ming menghela nafas panjang, memejamkan matanya menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ayah.."


Hanya jawaban singkat itu yang keluar dari mulut Yu Ming , karena dia harus berusaha memendam keinginan pribadinya, demi kebahagiaan kedua orang yang paling berbudi dalam hidupnya ini, selain neneknya yang telah meninggal.


Xiong Yi dengan wajah gembira berkata,


"Kamu serius Ming Er, kamu tidak sedang menyenangkan ayah bukan..?"

__ADS_1


Yu Ming dengan berat hati kembali menggeleng pelan dan berkata,


"Tidak ayah, Ming Er serius akan penuhi harapan ayah.."


Mendengar ucapan Yu Ming Xiong Yi langsung sumringah, dia terlihat benar benar sangat bahagia.


Dengan suara penuh semangat, dia berkata,


"Istri kamu lihat.. benarkan kata ku.."


"Dia tidak mungkin menolak ku.."


"Ha..ha..ha..ha...!"


"Hari ini aku benar benar gembira, bila waktunya tiba aku sudah bisa pergi dengan tenang.."


Siao Cui dengan wajah bercucuran air mata, dia menghampiri suaminya, merangkulnya kedalam pelukannya dan berkata,


"Ini adalah hari baik, kita sekeluarga bisa berkumpul kembali.."


"Aku tidak mengijinkan mu, berbicara hal hal yang tidak membawa keberuntungan itu.."


Xiong Yi sambil tersenyum lebar, dia merangkul pinggang istrinya yang masih ramping, untuk dalam pangkuannya dan berkata.


"Baiklah aku menurut pada mu.."


"Hari ini, ucapan mu saja yang di hitung."


Ucap Xiong Yi sambil tertawa gembira.


Xiong Yi kemudian menoleh kearah Xiong Ai dan istrinya Fu Ying, yang ikut berlutut tidak jauh dari sana.


Dia segera melambaikan tangannya kearah mereka berdua dan berkata,


"Segera beri hormat pada kakak mu.."


Yu Ming merasa sangat tidak enak hati, dia sekarang baru ingat.


Dari awal pulang karena terlalu fokus pada ayah ibunya.


Dia sampai lupa menyapa adik nya dan gadis cantik di sebelah adiknya itu.


Kemungkinan adalah istri adiknya, atau kini adalah adik iparnya.


Yu Ming segera berdiri dan menjura kearah mereka berdua.


"Adik maafkan kakak, yang teledor, sehingga lupa memberikan ucapan selamat pada kalian berdua ."


"Tidak apa apa kak.."


"Terimalah salam hormat dari kami kak.."


Ucap Xiong Ai patuh, sambil bersujud di hadapan Yu Ming , di ikuti oleh istrinya Fu Ying.


Yu Ming segera membangunkan mereka berdua dan berkata,


"Tidak perlu seperti itu adik ku, adik ipar..kalian berdirilah.."


Xiong Ai dan istrinya mengangguk pelan, lalu mereka berdua bangkit berdiri dengan kepala tertunduk.


Agar ekspresi wajah mereka yang kurang puas, jangan sampai terlihat oleh orang orang di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Xiong Yi tersenyum puas, dia segera berkata,


"Di hari berbahagia ini, ayo kita rayakan dengan makan bersama."


"Istri ku, aku tiba tiba sangat bersemangat, ayo kita makan bersama di taman samping sana.."


Siao Cui meragu dan berkata,


"Tapi di sana angin besar, kondisi mu sedang kurang sehat.."


"Aku khawatir kamu nanti masuk angin.."


Xiong Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak istri ku, kamu tenang saja.."


"Aku sedang bersemangat, ayo kita ke taman.."


Siao Cui tidak bisa menolak, akhirnya dengan wajah cemas, dia dan Yu Ming membantu memapah Xiong Yi dari kiri kanan menuju taman.


Sedangkan Xiong Ai dan istrinya mereka berdua mengikuti dari belakang.


Istri Xiong Ai dengan sigap memberi kode kepada pelayan pribadinya nya, untuk pergi ke bagian dapur, menyiapkan hidangan makan malam di antarkan ke taman samping.


Pelayan pribadinya, adalah pelayan kepercayaan yang dia bawa dari Wu.


Tentu saja pelayan itu sangat sigap, cepat tanggap apa yang di kehendaki oleh tuan Putri nya.


Pelayan itu segera bergegas pergi menjalankan perintah tuan putri nya, tanpa perlu perintah ulang 2 kali.


Tidak lama kemudian di sebuah Ting yang terletak di tengah kolam ikan.


Terlihat mereka berlima sedang bersantap, ngobrol santai dalam suasana gembira.


Setelah acara makan malam selesai, Xiong Yi akhirnya berkata,


"Ming Er kamu dan ibu mu bantu ayah kembali ke kamar.."


"Ai er,.. kalian suami istri kembalilah ke kediaman kalian untuk beristirahat."


Xiong Ai dan Fu Ying tidak berkata apa-apa,


Mereka berdua mengangguk, memberi hormat kesemuanya.


Setelah itu mereka berdua langsung mengundurkan diri dari sana.


Saat sudah keluar dari taman, istri Xiong Ai pun berkata,


"Suami ku, aku lihat ayah sepertinya tidak akan bertahan lebih dari malam ini.."


"Ayah malam ini, ada kemungkinan akan menunjuk Yu Ming menjadi penggantinya.."


"Ucapan ayah sebelumnya, yang bilang akan menjadikan kakak mu sebagai kepala rumah tangga, menggantikan dia, bila terjadi sesuatu."


"Itu sudah jelas, ayah lebih memilih kakak mu untuk menggantikan posisinya, sebagai Adipati Chu.."


"Lalu apa rencana kita..?"


Xiong Ai tersenyum dingin dan berkata,


"Mereka berani bersikap begitu pada ku, aku akan membuat mereka menyesal.."

__ADS_1


"Aku tentu ada jalan ku sendiri, bila tiba waktunya kamu akan tahu sendiri.."


Ucap Xiong Ai tenang.


__ADS_2