
"Yu Ming Ke ke mau kah kamu bercerita pada ku, bagaimana awal perjumpaan Yu Ming ke ke dan kakak Ping Ru Meng..?"
Tanya Ji Lian Hua secara tiba-tiba sambil menyandarkan kepalanya di pundak Yu Ming .
Bagi Yu Ming ini adalah suatu cerita yang serba sulit dan serba salah.
Ji Lian Hua sudah beberapa kali melontarkan pertanyaan ini, tapi untuk menghindari hal hal tidak diinginkan dan hanya mendatangkan suasana yang kurang nyaman.
Yu Ming sering menolak dan menghindar dengan berbagai macam alasan.
Tapi kini keadaan berbeda, satu Ji Lian Hua kini adalah istrinya .
Jadi sudah seharusnya dia bersikap jujur dengan nya, tidak menutup nutupi nya lagi..
Dua bagaimana sifat Ji Lian Hua, setelah sekian lama mereka bersama, dia seharusnya juga sudah mengerti bagaimana sifat asli istrinya ini.
Kelebihan dan kekurangan istrinya, sedikit banyak dia juga sudah paham.
Ketiga dalam keadaan perjalanan dan suasana santai seperti ini, sungguh tiada alasan bagi nya untuk menolak bercerita.
Yu Ming yang tidak menemukan alasan untuk menolak bercerita, akhirnya sambil menghela nafas panjang dia berkata,
"Saat pertemuan pertama ku dengan Ru Meng, kamu juga sebenarnya hadir di sana.."
"Bila ingatan mu tidak di hilangkan oleh sup bibi Meng Po, kamu juga tentu akan mengingat nya..."
"Pertemuan itu terjadi dalam aliansi penaklukkan wilayah Utara, yang menjadi pertahanan terakhir raja Iblis Che You dan bawahan nya, yang bertahan di wilayah Utara alam kahyangan..."
"Perbedaannya saat itu, kamu muncul dalam penampilan pria, menjadi sahabat baik ku, sedangkan Ping Ru Meng dia muncul sebagai pendukung istana es dari wilayah selatan.."
"ping Ru Meng dia mewakili ayahnya, turut berpartisipasi dalam misi tersebut.."
"Itulah awal pertemuan kami, di mana aku dan dia mulai saling tertarik karena aku juga tidak tahu apa alasannya.."
"Mungkin itu yang di namakan jodoh ."
Ucap Yu Ming sambil menatap kearah Ji Lian Hua.
Tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah Ji Lian Hua.
Karena Ji Lian Hua menyandarkan kepalanya di pundaknya.
Sehingga saat menoleh Yu Ming hanya berhasil melihat rambut hitam tebal kekasihnya dan aroma wangi khas dari kepala istrinya.
Ji Lian Hua tidak beraksi apapun mendengar cerita Yu Ming , batu setelah Yu Ming berhenti sejenak dia berkata pelan,
"Yu Ming ke ke, coba kamu katakan dengan jujur, bila dalam pertemuan pertama mu, di acara itu, aku merubah penampilan ku sebagai wanita..?"
"Apa kamu akan tetap memilih Kakak Ru Meng atau akan memilih aku..?"
Yu Ming terdiam sejenak merenung kemudian berkata,
"Waktu tidak bisa di putar kembali, buat apa kita membahas pilihan yang tidak mungkin bisa di rubah itu..?"
__ADS_1
"Mengapa kita tidak menghargai setiap saat setiap waktu kebahagiaan dan kebersamaan kita saat ini..?"
Ji Lian Hua menjauhkan kepalanya, lalu dia berkata dengan wajah cemberut,
"Tidak mau cerita ya sudah, mengapa begitu banyak alasan.."
"Sudah ahh,.. aku ada sedikit ngantuk mau kembali ke kamar.."
"Kamu malam ini kembali ke kamar mu saja, setelah puas di sini mengenang nya.."
"Aku tidak mau menganggu kalian.."
Yu Ming tersenyum sabar, dia tahu istrinya sedang ngambek dan bersikap seperti anak kecil.
Jadi dia tidak mengambil hati, dia segera bangkit berdiri menahan lembut tangan istrinya dan berkata lembut,
"Bila ada seperti yang kamu katakan tadi, waktu itu aku pasti akan memilih mu.."
"Alasan nya bukan karena kamu lebih cantik atau lebih baik.."
Ji Lian Hua yang sedang merajuk, tiba tiba berkata,
"Lalu apa alasan mu..?"
"Apa karena aku lebih lucu, lebih polos, bisa kamu jadikan lelucon..?"
Mendengar ucapan bernada kesal merajuk itu, Yu Ming sambil tersenyum lembut menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak bukan itu,.."
"Alasan aku akan lebih memilih mu, karena kita lebih akrab dan sudah lebih saling mengenal satu sama lain.."
"Kita akan lebih mudah bersama, lebih saling mengerti dan memahami.."
"Bersama mu, aku lebih bebas menjadi diri ku sendiri, begitupula dengan kamu,.. bukan begitu..?"
Ji Lian Hua langsung tersenyum simpul dan berkata,
"Benarkah kamu berpikir seperti itu .?"
"Bukan sekedar ingin menyanjung ku, agar aku gembira..?"
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bukan,,..aku serius, .."
"Semua yang aku katakan adalah fakta, apa adanya.."
Ucap Yu Ming sambil menatap Ji Lian Hua dengan tatapan mata serius.
Ji Lian Hua menghela nafas sedih dan berkata,
"Waktu itu aku kenapa begitu bodoh, tidak langsung menjadi wanita saja ? kenapa harus menyamar segala..?"
__ADS_1
Selesai berkata, dia segera bertindak maju memeluk erat erat Yu Ming dan berkata,
"Bila bukan karena ke tololan ku waktu itu, tentu kamu dan aku tidak akan berada dalam posisi serba sulit seperti ini.."
Ji Lian Hua selesai berkata, sudah tidak bisa menahan diri untuk membenamkan wajahnya yang berlinangan air mata di dada Yu Ming .
Yu Ming mengerti apa yang di rasakan oleh kekasihnya , di dalam hati dia bergumam pelan,
"Hua er asal kamu tahu.."
"Pemikiran ku.."
"Yu Ming ,..ahh,..Yu Ming ,.. sudah tahu tidak boleh jatuh cinta dengan mu, tapi masih tetap jatuh cinta lagi dengan mu."
"Sudah tahu tidak akan ada akhir yang bahagia, hati ini justru terlanjur tidak bisa di tarik kembali.."
"Sudah tahu tiba waktunya harus melepaskan semua nya, tapi tetap tidak rela melepaskan nya.."
"Penyesalan terbesar dalam dua masa kehidupan ku adalah, mengenal mu, tapi secara bersamaan pada akhir nya harus kehilangan mu.."
"Lebih bodohnya lagi pada akhirnya membohongi semua orang, tapi diam diam terus mencintai mu.."
Sesaat mereka berdua sama sama sama diam larut dalam keheningan.
Membiarkan angin malam yang semakin lama semakin kencang menerpa tubuh mereka berdua.
Hingga rambut dan jubah Yu Ming terlihat berkibar kibar tertiup angin.
Mereka baru menyadari keadaan sekitarnya, saat hujan mulai turun.
Paman Luo, terlihat sibuk berteriak teriak panik, agar layar kapal segera di turunkan.
Kapal mereka mulai mengalami guncangan hebat.
Laut yang hitam kelam tadinya sangat tenang kini mulai bergolak hebat .
Membuat kapal mereka terombang anting di tengah lautan luas.
Terhempas kesana kemari di permainkan laut dan cuaca yang tiba tiba saja mengamuk hebat.
Yu Ming dan Ji Lian Hua yang masih ada di bagian dek atas kapal.
Mereka berdua bisa melihat dengan jelas bagaimana mengerikan nya, alam yang sedang mengamuk.
Air laut setinggi 5 meter terus datang menghantam kearah kapal mereka.
Dalam sekejab saja mereka berdua sudah mulai basah kuyup.
Keadaan ini masih belum cukup buruk.
Sampai paman Luo berteriak,
"Semuanya berpegangan dan berdoa,..!"
__ADS_1
"Semoga kita bisa melewati badai ini..!"
Yu Ming melihat ombak setinggi 20 meter datang dengan sangat cepat menghampiri kapal mereka.