PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
LANGKAH CAHAYA DAN 18 TEBASAN PENAKLUK HARIMAU


__ADS_3

Yu Ming terlihat bersujud di depan pria setengah tua, yang berdiri di hadapan nya.


"Cucu ku kamu bangkitlah, ketahuilah akulah kakek luar mu Wen Zhung.."


"Setelah kematian ku, aku langsung di angkat ke langit oleh guru ku, Ling Bao Thian Cun.."


"Aku kini oleh guru ku di beri nama Pu Hua Thian Cun.."


"Kakek tahu asal usul mu, dan semua ketidakadilan yang kamu terima dan jalani di dunia ini.."


"Tidak apa apa, tetap bersemangat,.."


"Anggap saja ini adalah pelatihan, sebelum kamu kembali ke kahyangan, untuk menjalani misi dan takdir mu yang jauh lebih berat.."


"Cucu ku, Qiong Qi itu adalah hewan tunggangan ku yang kedua,.."


"Di saat aku sedang terluka dalam pertarungan terakhir ku, melawan Jiang Shang, Jiang Je Ya.."


"Di saat saat terakhir, dia mengkhianati ku, membuang aku kemari ."


"Kamu wakili lah kakek menghukum hewan tidak setia dan licik itu,.."


"Ini ada dua kitab, kamu pelajarilah dengan baik.."


"Kamu pasti bisa mengalahkan nya.."


"Ming Er hewan tunggangan kakek yang pertama, di jebak oleh Qiong Qi.."


"Dia di kurung di dalam makam kuno di sebelah Goa tempat tinggal nya.."


"Kamu bebaskan dia, tunjukkan mainan ini padanya.."


"Kelak dia akan mengikuti dan membantu mu, dalam petualang mu yang panjang dan penuh misi berbahaya.."


Yu Ming tidak berkata apa-apa, dia hanya mengulurkan kedua tangannya kedepan, untuk menerima kedua kitab dan sebuah medali perak yang di berikan oleh kakeknya.


Setelah Yu Ming menerimanya, Pu Hua Thian Cun sambil tersenyum lembut.


Dia dengan gerakan santai terbang melayang keatas dan terus keatas, hingga tidak lagi terlihat.


Setelah Pu Hua Thian Cun lenyap dari pandangan Yu Ming .


Yu Ming pun segera terbangun dari tidurnya.


Saat bangun Yu Ming tidak menemukan ada siapapun di sana.


Yu Ming segera berpikir mungkin itu semua hanya mimpi, karena pertemuannya dengan kakeknya hari ini.


Tapi sesaat kemudian, saat Yu Ming melihat dua buah kitab dan sebuah medali tergeletak di dekatnya.


Yu Ming segera sadar bahwa mimpi itu adalah nyata, kakeknya benar telah datang menemui dan ingin membantunya.


Yu Ming segera menyimpan medali itu kedalam gelangnya.

__ADS_1


Lalu dia segera mencoba membaca dua buah kitab, yang ada di hadapan nya.


Kitab pertama di bagian depan halaman tertulis,


"Ilmu Langkah Cahaya."


Sedangkan kitab kedua di sampul nya tertulis.


"18 Jurus Penakluk Harimau.."


Dari judulnya sepertinya kedua kitab ini, memang khusus diperuntukkan untuk menahlukkan Qiong Qi.


Aku akan coba mempelajarinya, batin Yu Ming di dalam hati.


Yu Ming segera mempelajarinya secara berurutan, dia mulai mempelajari ilmu langkah cahaya lebih dulu.


Sesuai petunjuk di dalam kitab, Yu Ming pertama tama harus membuat jejak telapak kaki di atas tanah.


Di mana setelah di beri nomor urut, langkah telapak kaki itu terdiri dari 49 langkah.


Di sini Yu Ming di minta untuk bisa melatih semua gerak langkah itu, hingga di hapal diluar kepalanya.


Yu Ming harus menguasai ilmu langkah itu hingga mendarah daging, dia akan bergerak sesuai langkah itu, bila sedang berada di dalam bahaya .


Semua harus bergerak secara otomatis, tanpa perlu di pikir ataupun di bayangkan lagi.


Untuk kelancaran latihan, Yu Ming di ajarkan cara untuk membuat senjata panah, yang bisa menembakkan anak panah secara otomatis, kemanapun kaki nya melangkah .


Yu Ming menuruti semua petunjuk di dalam kitab itu, berusaha terus berlatih,dan membuat apapun yang di perlukan untuk membantu pelatihannya.


Meski banyak hal yang merepotkan, Yu Ming tetap terus melatihnya tanpa putus asa.


Setelah sekian bulan berlatih, Yu Ming akhirnya berhasil memenuhi semua kriteria tuntutan kitab tersebut.


Setelah Yu Ming berhasil menuntaskan pelatihan nya.


Yu Ming segera mendapatkan kenyataan, Ilmu ini ternyata mampu membuat Yu Ming bergerak, melangkah kesana kemari , dengan sangat cepat dan ringan, seperti kecepatan cahaya.


Setelah berhasil menuntaskan pelatihan kitab pertama, Yu Ming langsung melanjutkan pelatihan ke kitab kedua.


Di sini Yu Ming di tuntut untuk bergerak menyerang ataupun menyerang balik, mengikuti petunjuk kitab tersebut.


Yu Ming mempelajari dengan serius, jurus demi jurus, hingga dirinya hapal dan paham benar pergerakan dari setiap jurus tersebut.


Setelah menguasainya, Yu Ming harus memadukan kedua ilmu itu menjadi satu kesatuan pergerakan yang berkesinambungan tidak boleh putus


Yu Ming juga harus bisa bergerak berdasarkan situasi, bukan hafalan jurus secara monoton.


Jurus hanyalah sebuah variasi gerakan, bertahan maupun menyerang.


Yang paling penting tentu saja adalah efektifitas pergerakan itu, dalam suatu pertarungan.


Yu Ming terus berlatih dan berlatih, tiada waktu yang tidak di habiskan untuk berlatih.

__ADS_1


Bila perut lapar, Yu Ming hanya mengandalkan sumber daya ginseng merah dan tumbuhan apa saja di tempat itu yang bisa dia makan.


Yu Ming tidak perlu khawatir makanan olahan tumbuh tumbuhan itu akan beracun atau tidak bagi tubuh'nya.


Karena di dalam tubuhnya ada Dewa ginseng, yang akan membantunya menangkal segala macam racun.


Hari hari berlalu dengan cepat, tidak terasa, Yu Ming sudah hidup lebih dari setengah tahun, di dasar Goa itu.


Goa yang memiliki gravitasi aneh, membuat semua mahluk yang bisa terbang, tidak ada yang mau datang ketempat ini.


Tapi bagi Yu Ming justru gravitasi aneh ini, sangat membantu latihan pergerakan nya.


Karena setiap pergerakan nya, di tempat ini akan terasa berat dan lambat.


Jadi kelak bila di lakukan di tempat berbeda tentu saja kecepatannya, akan menjadi berkali kali lipat.


Pagi itu terlihat Yu Ming di dasar lembah sedang bergerak hilang muncul hilang muncul seperti pergerakan munculnya cahaya.


Sambil bergerak kesana kemari, dalam setiap pergerakan nya, Yu Ming juga selalu memainkan tebasan pedang nya .


"Wuttt..!"


"Singggg..!"


"Blaaarrrr...!"


"Wuttt..!"


"Singggg..!"


"Blaaarrrr...!"


"Wuttt..!"


"Singggg..!"


"Blaaarrrr...!"


Setiap pergerakan Yu Ming begitu cepat, juga begitu kuat hingga tebasan pedang nya, selalu meninggalkan ledakan di mana mana, saat pedang Yu Ming melintas lewat.


Setiap pergerakan pedang Yu Ming selalu mendatangkan suara Geraman ataupun raungan harimau marah.


Yu Ming terus bergerak cepat hingga 49 langkah tuntas, 18 tebasan pedangnya juga selesai.


Di akhir sesi latihan Yu Ming baru duduk bersila, memulihkan kondisi tubuh nya dengan mengedarkan kekuatan Hei Pai Shi Phi,.mengitari setiap titik Meridian besar kecil di dalam tubuhnya.


Setelah tubuh nya merasa segar kembali, kini Yu Ming melanjutkan dengan melatih ilmu langkahnya di dinding tebing miring.


Dia hanya fokus berlatih ilmu langkahnya.


Ilmu tebasan pedang nya, tidak dia gunakan.


Yu Ming terus bergerak hilang muncul dengan sangat cepat di tebing tebing terjal.

__ADS_1


__ADS_2