PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
DAN YANG DALAM MASALAH


__ADS_3

"Coba hubungi sahabat mu itu, agar kalau ada waktu, minta dia berkunjunglah ke istana."


"Sekalian bawa Hua er kemari.."


"Aku sedikit merindukan nya.."


"Siap Yang Mulia,.."


Jawab Jiang Je Ya cepat.


Beberapa waktu kemudian Bai Kung kung pun kembali membawa Menteri Kebudayaan Gu Chen dan menteri perpustakaan Li Kun datang menghadap.


Mereka bertiga begitu memasuki ruangan, segera berlutut memberi hormat dan menyampaikan salam hormat mereka ke Ji Fa.


"Semoga Yang Mulia berumur 10.000 tahun.."


Ucap mereka bertiga kompak, sambil berlutut dan menempelkan kening mereka keatas lantai.


"Bangunlah kalian bertiga, tak perlu peradatan.."


"Terimakasih Bai Kung Kung.."


Ucap Ji Fa yang berarti memberi kode, Kasim itu boleh meninggalkan ruangan.


Bai Kung Kung membungkuk dengan penuh hormat, lalu segera mengundurkan diri dari sana.


Ji Fa menatap kearah Gu Zhen dan berkata,


"Gu Zhen bagaimana pendapat mu tentang Chang An..?"


Gu Zhen dengan santai berkata,


"Bagus,.. sangat bagus.."


Ji Fa mengerutkan alisnya dan berkata


"Apa maksud kata kata mu, tolong jelaskan.."


Gu Zhen dengan tenang berkata,


"Sepotong sampah di rubah menjadi sepotong roti enak, kemudian jadi rebutan sekawanan anjing liar.."


"Selain kata bagus, tidak ada lagi kata lebih tepat.."


"Gu Zhen kamu...!"


Tegur Ji Fa hampir marah.


Tapi dia tidak jadi marah, setelah melihat kedipan mata dari Jiang Je Ya.


Jiang Je Ya maju selangkah dari berkata,


"Gu Zhen katakan saja apa yang ingin kamu katakan dan ketahui.."


"Tak.perlu pakai kiasan.."


Gu Zhen mengangguk pelan dan berkata,


"Dahulu kota An adalah kota perbatasan selatan, yang menjadi daerah tapal batas berhadapan dengan daerah Utara dan barat yang sepi.."


"Kemudian kota itu jadi perebutan, setelah Xiong Yi menguasai Dan Yang. "


"Setelah dia menyingkirkan manusia tak berguna seperti Tan Siaw..yang hanya merupakan perpanjangan tangan dari para pejabat bangsawan dan keluarga aristokrat, untuk menggemukkan kekayaan pribadi.."


"Awalnya mereka hanya bertujuan merebut kota An, sebagai persinggahan untuk merebut kota Dan Yang kembali.."


"Siapa tahu kota itu muncul sinar baru, yaitu pangeran Yu Ming itu.."

__ADS_1


"Dia berulangkali menghancurkan ambisi para anjing liar itu.."


"Hingga satu ketika mereka bersatu, mengirim.pasukan besar besaran untuk menyerang kota An.."


"Alhasil mereka gagal, malah menghadiahkan pasukan Chu makanan, hingga persenjataan, secara cuma cuma hingga kota itu di bawah pangeran Yu Ming semakin bersinar.."


"Akhirnya terciptalah kota sampah, berubah menjadi kota berlian, yang menarik mata semua anjing serakah, untuk memilikinya.."


"Seingat ku, Yang Mulia dalam ekspedisi, pernah meminta bala bantuan pasukan dan makanan bukan begitu..?'


Ucap Gu Zhen santai.


Ji Fa mengangguk pelan dengan wajah sulit ditebak, apa yang di pikirkan nya.


"Berapa yang mulia minta ? berapa yang mereka kirimkan..?"


Tanya Gu Zhen santai.


Ji Fa terdiam, tidak menjawab.


Gu Zhen menjawab sendiri,


"Tidak ada bukan..?"


"Dengan 1001 alasan, bukankah mereka menolak mengirimkan bantuan ?"


"Perlu Yang Mulia tahu, permintaan Yang Mulia itu, bertepatan dengan mereka mengirim pasukan gabungan, dengan segala perlengkapan militer dan ransum lengkap, untuk menyerang kota An.."


"Menyerang kota An, mereka ada pasukan, tapi membantu tuannya mereka bilang tidak ada ."


"Jadi selain di beri nama anjing liar, mau di beri nama apa lagi mereka ?"


Ucap Gu Zhen geram.


Ji Fa menghela nafas panjang, tapi tidak berkata apa-apa.


Jiang Je Ya segera menengahi dengan berkata,


"Terimakasih banyak atas informasinya.."


"Gu Zhen kamu kembalilah lagi ke pekerjaan mu, kami sudah mengerti.."


Gu Zhen segera memberi hormat lalu berlalu dari sana.


Ji Fa kini menatap kearah Li Kun dan berkata,


"Bagaimana pendapatmu..?"


Li Kun sambil tersenyum berkata,


"Pendapat ku sama dengan Si tua Gu.."


"Aku hanya ingin menambahkan sedikit saja, keserakahan seperti itu, bila tidak di tangani dengan baik.."


"Kita akan jadi Yin Tsang kedua, kasihan Cu Kung Ji Chang.."


"Yin Tsang setidaknya bertahan 500 tahun, sedang kita ha..ha..ha..!"


"Permisi Yang Mulia.."


Ucap Li Kun sambil memberi hormat kemudian ngeloyor pergi.


Ji Fa wajahnya merah padam menahan kesal.


Dia akhirnya berkata juga,


"Kamu lihat sikap mereka berdua ini.."

__ADS_1


"Ingin rasanya aku menggantung dua tua Bangka ini di gerbang kota.."


Ucap Ji Fa kesal


Jiang Je Ya tertawa dan berkata,


"Bila Yang Mulia lakukan itu, maka tidak lama yang mereka ucapkan akan jadi kenyataan.."


"Mereka memang unik, makanya dengan jasa mereka selama ini di kerajaan Zhou, mereka hanya memilki pencapaian posisi seperti saat ini.."


"Tapi setidaknya, mereka adalah orang jujur, yang perduli dengan kerajaan ini.."


"Yang Mulia boleh pikirkan pelan pelan.."


"Aku mau pergi kumpulkan informasi tentang Yu Ming ini.."


Ucap Jiang Je Ya sambil melangkah pergi.


Tapi sebelum Jiang Je Ya pergi, Ji Fa berteriak dari belakang sana.


"Jiang Shang, sekalian kumpulkan informasi siapa saja yang mendukung pergerakan menyerang Chang An sebelum kita pulang."


Jiang Je Ya tersenyum dan berkata,


"Itu pasti, tunggulah hasilnya dari ku.."


"Sementara jangan ada pergerakan mencolok, biarkan semuanya berjalan tenang dan normal."


Ji Fa mengangguk pelan, menyetujui ucapan perdana menterinya.


Kecerdasan manusia setengah dewa itu dalam melihat masalah, sudah tidak perlu di ragukan lagi.


Sebulan kemudian sejak pertemuan tersebut, di kerajaan Zhou terjadi perubahan besar.


Banyak pejabat, keluarga aristokrat, bangsawan, anggota dewan.


Mereka semua mendapatkan kenaikan jabatan, kenaikan gaji dan tunjangan.


Tapi sebagai imbal baliknya, mereka kehilangan kekuasaan lama.


Semua kekuasaan mereka di kembalikan sepenuhnya ketangan Ji Fa.


Sebagian juga di berikan dana pensiun besar, lalu kekuasaan mereka di ambil alih oleh Ji Fa.


Ditempat lain Jiang Je Ya, Jendral Li Jendral Yang, membawa 500.000 pasukan.


Di bantu oleh Thian Cien Sen Ni , keenam muridnya, juga ada Ji Lian Hua di sana.


Mereka mengambil jalan memutar, menyeberangi sungai Han.


Langsung tiba di depan pintu gerbang Kota Dan Yang, mengepung ibukota kerajaan Chu, hingga setetes air pun tidak bisa masuk.


Jalur air yang mengalir dari sungai Han, yang menjadi sumber mata air mengalir memasuki kota Dan Yang.


Telah di putus dan di bendung oleh Jiang Je Ya dan pasukannya.


Sehingga kota Dan Yang mengalami kekeringan hebat, kekurangan pasokan air.


Yu Ming di kota Chang An tidak bisa bergerak ataupun melakukan sesuatu.


Karena khawatir bila dia pergi, dia akan masuk dalam jebakan yang Jiang Je Ya siapkan untuk nya.


Saat dia masuk jebakan dan tertahan, Ji Fa akan ambil alih Chang An.


Jadi Yu Ming dalam posisi maju salah, mundur salah, diam juga salah.


Xiong Yi dalam posisi sulit akhirnya memenuhi permintaan Jiang Je Ya melakukan pembicaraan di tempat netral.

__ADS_1


__ADS_2