PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Teguran


__ADS_3

Xiao Cien Shen belum habis, dia sambil meluncur kebawah, berubah menjadi satu bayangan pedang berkilau dan berteriak.


"Kembali...! Bergabung lah dengan ku..!"


7 pedang segera melesat kembali menyatu dengan tubuh Xiao Cien Shen .


Kemudian mereka berubah menjadi sebuah bayangan pedang besar.


Meluncur turun menyambut serangan Tebasan Pedang Yu Ming .


"Blaarrr...!"


Terjadi benturan keras di udara, yang menimbulkan ledakan dahsyat, yang memancarkan bias energi berbentuk lingkaran cincin cahaya, meluas kesegala penjuru.


Tidak hanya di udara, diatas tanah pun terjadi ledakan beruntun yang mengelilingi seluruh area pusat pertempuran.


Energi pedang Yu Ming dan Xiao Cien Shen yang terbungkus di dalam bayangan pedang saling dorong mendorong.


Masing masing berusaha bertahan adu kuat,.siapa kuat bertahan dia lah pemenangnya.


Yu Ming sambil saling beradu tenaga dengan Xiao Cien Shen .


Yu Ming menyempatkan diri berkata,


"Tak perlu kita lanjutkan lagi lingkaran dendam yang tiada habisnya.!."


"Bagaimana bila kita akhiri saja sampai di sini..!?"


Xiao Cien Shen di balik bayangan pedangnya tersenyum sinis, dan berkata,


"Kecuali kamu menyusul kakak ipar ku dan Jia Qi..!"


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kamu terlalu keras kepala..!"


"Baiklah aku akan ikuti kemauan mu.."


Selesai berkata, Yu Ming bersiap melepaskan Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir.


Sepasang Roh gaib hitam dan putih, muncul di belakang Yu Ming memberikan dukungan. Saat Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang susulan nya, menyerang Xiao Cien Shen .


Sekali ini bayangan pedang Xiao Cien Shen buyar, 7 pedangnya terpental terpisah darinya.


Masing masing melesat meninggalkan Xiao Cien Shen langsung kembali keasal mereka.


Ke 7 pedang seperti ketakutan saat melihat roh gaib muncul di belakang Yu Ming .


Xiao Cien Shen sendiri berteriak kaget, tubuhnya terpental bagaikan layangan putus.


Terbang ke angkasa, sebelum kemudian meluncur turun kebawah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Pakaian compang-camping, rambut awut awutan terlepas dari sanggulannya.


Sebelum tubuhnya terbanting ke bawah, sebuah energi lembut dari lengan kiri Yu Ming menyambutnya.

__ADS_1


Membawa Xiao Cien Shen melayang ringan turun keatas tanah.


Setelah Xiao Cien Shen oleh Yu Ming di turunkan diatas tanah, Yu Ming menyimpan pedang Xuan Yuan.


Lalu dia segera membantu Xiao Cien Shen duduk memunggungi nya.


Yu Ming menempelkan telapak tangannya di belakang punggung Xiao Cien Shen .


Di sana Yu Ming menyalurkan tenaga sakti nya dengan tangan kiri, tangan kanan membantu menotok dan mengurut titik meridian penting di punggung Xiao Cien Shen .


Sesaat kemudian setelah berhasil melindungi organ penting dan menenangkan guncangan keras di dalam tubuh Xiao Cien Shen .


Yu Ming mencoba membantu mengumpulkan kembali Chi Xiao Cien Shen yang buyar.


Setelah berhasil Yu Ming baru menghentikan bantuannya, membiarkan Xiao Cien Shen tubuhnya beregenerasi sendiri.


Yu Ming yakin Xiao Cien Shen bisa mencapai tahap ini, tubuh nya pasti mampu meregenerasi luka sendiri, selama Chi nya tidak buyar.


Benar saja sesaat kemudian Xiao Cien Shen keadaan nya mulai normal kembali.


Xiao Cien Shen sudah bisa kembali membuka matanya, Xiao Cien Shen menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh terimakasih dan serba salah.


Sesaat kemudian Xiao Cien Shen bangkit untuk berlutut menghadap kearah langit dan berkata dengan suara bergetar penuh kesedihan.


"Kakak ipar Xiao Cien Shen tidak berguna, kemampuan Xiao Cien Shen tidak bisa menyamainya..!"


"Apalagi bicara mau mengalahkan nya, kini nyawa ku malah dia yang menolongnya..!"


"Kakak ipar Shen er benar benar malu dengan mu..,!"


"Kakak ipar tunggulah Shen Er..!"


"Shen er akan menemui mu di bawah sana, untuk meminta maaf secara langsung..!"


Selesai berkata, Xiao Cien Shen mengangkat telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya berkilau keatas.


Kemudian tanpa ragu dia hantamkan kearah ubun-ubun kepala nya sendiri.


Untung nya Yu Ming yang dari awal mendengar ucapan Xiao Cien Shen , dia sudah menaruh curiga dan berwaspada dengan Xiao Cien Shen yang ada kemungkinan akan memilih jalan pendek.


Jadi begitu melihat pergerakan Xiao Cien Shen , Yu Ming langsung menangkap pergelangan tangannya.


Yu Ming sambil menahan tangan Xiao Cien Shen dia berkata,


"Xiao Cien Shen apa yang kamu lakukan..!?"


"Mengapa kamu begitu bodoh dan pengecut..!?"


Xiao Cien Shen menatap kearah Yu Ming dengan wajah sedih dan berkata,


"Kamu biarkanlah aku mati,.agar aku punya sedikit harga diri untuk bertemu kakak ipar ku .."


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mengapa kamu berpikir dengan cara itu adalah yang terbaik.."

__ADS_1


"Jelaskan, bila masuk akal aku akan meluluskan keinginan mu.."


"Bukan tidak mungkin aku akan membantu mengantar mu pergi menemuinya.."


Ucap Yu Ming serius.


Xiao Cien Shen tertunduk lesu dan berkata,


"Bila kamu tidak menolong nyawa ku, bila kamu bukan orang yang melepas Budi pada ku.."


"Tentu ceritanya akan lain,"


"Aku Xiao Cien Shen adalah orang yang ada Budi pasti ku bayar, ada dendam pasti ku balas.."


"Seandainya kamu tidak.melepas Budi pada ku, hari ini aku kalah bila selamat aku pasti akan memperdalam ilmu ku.."


"Suatu hari nanti aku pasti akan mencari mu kembali.."


"Sebaliknya bila aku yang mati, maka semuanya akan berakhir di sini.."


"Tapi kenyataannya aku malah menerima Budi baik mu, bagaimana aku bisa balas dendam pada orang yang berbudi pada ku.."


"Sedangkan tidak balas, bagaimana aku akan punya muka pada kakak ipar ku, yang juga berbudi pada ku.."


"Dalam posisi seperti ini, mati adalah salah satu penyelesaian terbaik..'


Ucap Xiao Cien Shen sambil menatap kearah Yu Ming penuh tekad .


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Maaf aku katakan tindakan mu itu bodoh dan pengecut.."


"Aku bilang kamu bodoh ada alasan nya, aku bilang kamu pengecut juga ada alasannya.."


"Apa kamu siap mendengarkan nya..?"


Xiao Cien Shen menatap Yu Ming lekat lekat, lalu dia mengangguk.


Yu Ming sambil tersenyum ramah berkata,


"Alasan aku bilang kamu bodoh, coba aku tanya pada mu apa kakak ipar mu menyayangi mu..?"


Xiao Cien Shen dengan yakin langsung mengangguk cepat.


Yu Ming melanjutkan berkata,


"Apa kamu juga menyayanginya..?"


Xiao Cien Shen juga langsung mengangguk.


"Menurut mu bila menyayangi seseorang, apa orang itu akan mengharapkan balasan dari orang yang dia sayangi, dengan melukai dirinya sendiri, hidup dalam penyesalan dendam dan penuh dengan kebencian dan penuh dengan ketidakbahagiaan..?"


Xiao Cien Shen terdiam sejenak, lalu dia menggelengkan kepalanya.


Yu Ming sambil tersenyum lembut berkata,

__ADS_1


"Nah coba kamu pikir, kakak ipar ku begitu menyayangi mu, membesarkan mu seperti membesarkan anak sendiri.."


__ADS_2