PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Ketua sekte Sorban merah


__ADS_3

Lao Ta setelah di lewati oleh Yu Ming .


Beberapa detik kemudian tubuhnya mengalami retakan halus, yang terus merembet hingga keleher dan terus naik hingga berakhir di kening.


Darah mulai menyembur dari retakan, sebelum akhirnya tubuh Lao Ta terbelah dua.


Dengan tewasnya Lao Ta dan pingsan nya Siao San , ketua pimpinan sorban merah segera berteriak mengingatkan Siao Ji.


"Siao Ji kamu mundur,.. ! dia bukan lawan mu..!"


Siao Ji mengangguk patuh, lalu dia melayang mundur menjauhi Yu Ming .


Ketua sorban merah sambil melangkah maju menghampiri Yu Ming , dia kembali berpesan,


"Siao Ji lebih baik pimpinan anak buah kita, habisi pasukan pemerintah..!"


"Berikan mereka pelajaran, agar jangan berani melawan kita..!"


Siao Ji mengangguk dan berkata


"Siap ketua..!"


Setelah itu dia segera memimpin pasukan nya bergerak meninggalkan tempat itu.


Ketua sorban merah baru berhenti melangkah, saat jaraknya dan Yu Ming terpisah 5 meter.


Ketua sekte sorban merah menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,


"Anak muda nyali mu besar sekali, berani datang menganggu kemari..!"


"Siapa nama mu, lekas sebutkan agar setelah mati tidak menjadi hantu tanpa nama..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Baiklah paman, ingat lah baik baik nama ku Yu Ming.."


"Agar paman di neraka bisa melapor mati oleh siapa.."


Ketua Sekte Sorban merah, tiba tiba mengeluarkan suara tertawa keras.


"Ha...ha...ha...ha...!"


"Pantas saja berani sombong, rupanya si nomor tujuh .!"


"Buka mata dan telinga mu baik baik, akulah Wu Ti, si nomor enam..!"


"Hari ini kamu sedang apes, aku akan menghapus mu dari daftar..!"


"Bersiaplah..!"


Bentak Wu TI sambil mengerahkan ilmu andalan nya Iblis Merah Neraka Jahanam.


Wu Ti meski menertawai Yu Ming , tapi dia tidak berani meremehkan Yu Ming .


Dia tidak mau kalah konyol dari Yu Ming , jadi begitu mulai dua langsung mengerahkan ilmu terbaik yang menjadi andalannya.


Angin berkesiur berputaran di sekitar Wu Ti saat dia mulai menghimpun kekuatan sejati nya.


Perlahan-lahan sesosok bayangan iblis merah raksasa muncul di belakang Wu Ti.


Sepasang mata dan seluruh tubuh Wu Ti memancarkan cahaya merah.


Terutama sepasang telapak tangan Wu Ti, kabut cahaya merah terlihat muncul di sana.


Saat Wu Ti mulai bergerak, memainkan jurus pembukaannya, cahaya kabut merah, terlihat mengikuti kemanapun kedua telapak tangan nya bergerak.

__ADS_1


Dalam satu teriakan keras, Wu Ti terbang ke udara, lalu dia dari udara.


Secara bergantian, dua terus mendorongkan sepasang telapak tangannya menyerang kearah Yu Ming .


Cahaya bayangan tapak merah raksasa, berseliweran menyerang kearah Yu Ming .


"Booommm..!"


"Booommm..!"


"Booommm..!"


"Booommm..!"


Terdengar suara ledakan beruntun tanah yang berlubang Lunang, hingga debu, pasir, tanah, dan bebatuan semuanya berhamburan ke udara.


Sebelum efek Ledakan mereda, Wu Ti dengan wajah penasaran dan kesal.


Dia terus mengejar dan menyerang ulang Yu Ming .


Saat serangan tapak merah Wu Ti kembali menemui tempat kosong, yang telah di tinggalkan oleh Yu Ming dengan terbang mundur menghindari serangan Wu Ti.


"Booommm..!"


"Booommm..!"


"Booommm..!"


Ledakan beruntun kembali terjadi, tapi tetap saja dia belum berhasil menjangkau Yu Ming yang memiliki pergerakan cepat.


Wu Ti sambil menyerang kembali tertawa.


"Ha...ha...ha...ha...!"


"Bagus terus menghindar lah seperti seekor tikus..!"


Selesai berkata, tahu tahu Wu Ti sudah menghilang dari udara.


Tapak kanannya yang di selimuti kabut merah sudah ada di depan wajah Yu Ming hanya berjarak satu Cun saja


Sedangkan tapak tangan kirinya, yang menyerang dada Yu Ming berjarak 3 Cun dari dada Yu Ming .


Serangan belum tiba, tapi energi dahsyatnya sudah menekan Yu Ming hingga sulit bernafas.


Untungnya Yu Ming masih sempat bergerak menarik mundur wajah dan dada nya kebelakang.


Sehingga kedua serangan itu, tidak berhasil menjangkaunya.


Sedangkan ledakan tenaga energi nya terlindung oleh kabut tipis energi Hei Pai Shi Phi yang melindungi tubuh Yu Ming .


Hawa pukulan Wu Ti tertolak balik, tidak mampu menyentuh Yu Ming .


Wu Ti belum menyerah dia mempercepat lagi serangan tapaknya.


Sedangkan Yu Ming , dia berusaha bergerak cepat menghindar dan menangkis, setiap serangan Wu Ti yang terus menerus bergerak datang menyerang nya.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Wu Ti bahkan tidak takut, untuk menangkis pedang Xuan Yuan, dengan sepasang tapaknya yang mengeluarkan kabut merah.


Ternyata setelah terjadi benturan berulang ulang, segera terbukti .

__ADS_1


Tapak tangan kosong Wu Ti, ternyata mampu menahan ketajaman pedang Xuan Yuan dengan baik.


Bahkan Wu Ti juga mampu menyambut tusukan dan tebasan Pedang Xuan Yuan, dengan anggota tubuh nya yang lain, hanya dengan bermodalkan energi pelindung diri nya..


Yu Ming berulang kali memberikan serangan balik dengan tebasan pedang Xuan Yuan.


Tapi hasilnya nihil, semua serangan nya kandas, oleh energi yang terpancar dari tubuh Wu Ti.


Sebaliknya kejaran serangan telapak tangan Wu Ti semakin lama semakin cepat terus mendesaknya.


Sedikit saja lengah Yu Ming pasti akan terkena sambaran pukulan tapak Wu Ti.


Untuk beberapa waktu Yu Ming terus di buat pontang panting oleh serangan Wu Ti.


"Blaaarrrr...!"


Akhirnya terdengar suara ledakan benturan dua tenaga dahsyat di udara.


"Booommm..!"


"Booommm..!"


"Booommm..!"


Area di sekitar mereka berdua ikut meledak, susul menyusul mengelilingi Yu Ming dan Wu Ti, yang sedang saling dorong mengadu kekuatan hawa sejati mereka.


Yu Ming mulai terus terdorong mundur oleh kekuatan Wu Ti yang seperti tidak pernah putus.


Yu Ming sendiri mengalami kesulitan, karena hawa dewanya sebagian besar terkunci.


Dia hanya bisa mengandalkan bantuan energi dari Hei Pai Shi Phi dan pedang Xuan Yuan.


Tapi itu tidak lah cukup untuk menahan kekuatan serangan Wu Ti.


Yu Ming yang terus terdorong mundur, akhirnya pergerakan nya terhenti.


Karena punggung Yu Ming tertahan oleh sebuah batu besar, mirip bukit kecil .


Seluruh otot dan nadi Yu Ming menggelembung besar, tulangnya juga ikut terdengar berderak hebat .


Ubun ubun kepala Yu Ming mulai mengeluarkan uap putih tipis.


Dari sudut bibir Yu Ming terlihat darah segar mulai mengalir keluar.


Batu besar yang menjadi penahan bagi Yu Ming mulai mengeluarkan suara berderak hebat.


Garis garis retakan mulai bermunculan di batu besar yang terletak di belakang punggung Yu Ming .


Wu Ti sambil tersenyum dingin berkata,


"Bocah waktu mu telah tiba..!"


"Bersiaplah..!"


"Hyaaahhh...!"


Dalam satu bentakan keras Wu Ti menambah kekuatan serangan nya.


"Blaaarrrr...!"


Batu sebesar bukit kecil di belakang Yu Ming meledak.


Yu Ming terpental mundur menembus batu itu, tubuhnya baru berhenti bergerak.


Saat punggung nya kembali tertahan oleh sebuah bukit batu yang jauh lebih besar.

__ADS_1


Yu Ming saat terhenti di sana, mulutnya langsung menyemburkan seteguk darah segar.


__ADS_2