
"Ehh bentuknya memang muda tapi ternyata udah tua..!"
"Wah gak cocok ini..!"
"Jendral muda wajah tua, Jendral tua bentuk muda..!"
"Keparat sungguh gak punya otak, yang angkat kecebong gini jadi jendral muda, muda salah tua juga salah.."
"Hei kontet,..! dengar tidak kamu,..! jangan pura pura mati..!"
"Aku tahu kamu belum mati..!"
Ucap Yu Ming sambil menginjak punggung tangan si kontet Tan Si, yang agak mini bentuknya.
"Ahhhhh...! sakit...! ampunnn..!"
Saat Yu Ming melakukan hal yang sama persis dengan waktu dulu si kontet menginjak punggung tangannya di tepi jalan sana, sambil di bejek bejek.
Si kontet Tan Si tanpa malu malu langsung berteriak kesakitan.
"Tuh kan benar, masih hidup..!"
Teriak Yu Ming, sengaja suaranya di keraskan, agar terdengar jelas hingga bagian atas tembok kota.
"Kamu itu ya, harusnya jual bakpao, bukan jadi jendral..!"
"Apa kamu tahu jadi jendral itu kalau kalah, harus di bayar dengan nyawa, bukan di bayar dengan minta maaf dan minta ampun dan suara teriakan keras.."
"Orang kecil kerongkongan gede, jual bakpao paling cocok.."
"Dasar memalukan..!"
Ucap Yu Ming meniru gaya Thian Cien Sen Ni .
Setelah puas berteriak, Yu Ming malah tersenyum sendiri.
Di saat Yu Ming sedang lengah menegur dan memarahi Tan Si.
Tan Siaw muncul dari balik.tembok.dan berteriak,
"Sekarang...! serang ..! tembak dia..!"
"Habisi dia...!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Anak panah ditembakkan berhamburan kearah Yu Ming .
Yu Ming terlihat tidak perduli, padahal dia sedikitpun tidak pernah lengah.
Begitu mendengar suara anak panah di lepaskan dari busurnya.
Yu Ming sudah melesat terbang keatas tembok kota.
Yu Ming yang melesat keatas, berhasil menghindari serangan anak panah, yang di tembakkan dari atas kebawah.
Anak panah anak panah itu, justru menghujani Tan Si yang tergeletak dalam posisi tengkurap
Tan Si yang malang, segera menjadi papan tembak anak panah.
Seluruh bagian belakang tubuhnya penuh dengan anak panah.
__ADS_1
Mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, semuanya penuh dengan anak panah.
Dalam sekejap Tan Si sudah berubah menjadi patung jerami sasaran latihan panah.
Nyawa Tan Si tak terselamatkan lagi, dia tewas di tempat, dalam kondisi mengenaskan.
Darah mengalir menggenangi sekitar posisi mayatnya terbaring.
Sementara Yu Ming yang melesat keatas dengan jurus,
"Naga Emas melesat keangkasa..!"
Yu Ming melakukan jurus ini, dengan kekuatan kakinya, mendorong kebawah.
Lalu dengan kelincahan tubuh nya, dia melesat keatas seperti seekor burung besar.
Dari ketinggian sana, Yu Ming menimpuk kan golok sayur ditangannya, terbang kearah Tan Siaw.
"Wusssh...!"
Kekuatan tenaga lemparan Yu Ming, tidak bisa dianggap main main.
Tan Siaw mana sanggup menghindarinya.
"Jlebbbb...!"
Golok dapur mendarat tepat di tenggorokan Tan Siaw, hingga hanya tersisa gagang nya, yang bergoyang-goyang di sana.
Tubuh Tan Siaw sendiri jatuh terjengkang kebelakang.
"Brukkkk...!"
Saat tubuhnya jatuh tergeletak diatas lantai, nyawa Tan Siaw sudah tiada.
Yu Ming mendarat ringan di pinggiran tembok pembatas menara pengawas pintu gerbang.
"Menyerahlah bila tidak ingin mati sia sia...!"
"Pimpinan kalian sudah tewas..!"
"Menyerah hidup,..! melawan hanya ada kematian..!"
Bentak Yu Ming penuh ancaman.
Pasukan penjaga kota, yang hanya kejar gaji buta selama ini.
Jago menindas rakyat lemah, dalam pertempuran sebenarnya mereka mana punya nyali.
Tentu akan sangat berbeda hal nya dengan penduduk kota Ying, bawahan Xiong Ba dan Xiong Yi.
Mereka semuanya adalah Hao Han yang gagah berani.
Demi keluarga, kelompok, bahkan negara, mereka akan siap berjuang hingga titik darah terakhir.
Pasukan penjaga kota yang biasa hidup berfoya foya, menindas rakyat, begitu bertemu musuh kuat.
Hanya ada satu kata, mereka langsung melempar senjata menyerah dan memohon ampun.
Beginilah ciri ciri aparat yang terbentuk dari iming iming harta dan kekayaan.
Loyalitas dan keberanian mereka saat di perlukan, saat bertemu musuh yang sebenarnya sulit di harapkan.
Mereka langsung down, tidak ada nyalinya sama sekali.
Dengan sangat mudah mereka langsung menyerah tanpa syarat.
Melihat mereka semua sudah melempar senjata, Yu Ming segera berkata,
__ADS_1
"Cepat buka pintu gerbang untuk menyambut raja Xiong Yi.."
"Yang berani tidak menurut akan di hukum penggal..!"
Perintah yang keluar dari mulut Yu Ming bagaikan cambuk petir.
Mereka segera berhamburan meninggalkan tembok kota.
Berlomba lomba pergi membuka pintu gerbang kota, menyambut Xiong Yi dan rombongannya masuki kota Dan Yang.
Mereka segera menyambut Xiong Yi dengan penuh hormat, lalu mengantarnya ke kediaman Tan Siaw yang mirip istana.
Sementara itu, Yu Ming setelah bertemu ayahnya di pintu gerbang kota.
Dia menyerahkan sisa pengaturan ke ayahnya, dia sendiri bersama Siao Li langsung pamit kembali kedesa Ying, untuk menjemput ibu dan saudara nya
Sekaligus mengabari para penduduk di desa Ying, atas keberhasilan mereka, menduduki kota Dan Yang.
Siao Cui sangat kaget saat mendengar cerita Yu Ming atas keberhasilan mereka, menguasai kota Dan Yang dengan sangat mudah.
Yu Ming memang sengaja bercerita dengan sederhana.
Bila tidak ada kemampuan, tentu semua akan jadi sulit.
Tapi karena ada kemampuan semuanya menjadi mudah.
Siao Cui dan Xiong Ai, beserta penduduk wanita dan anak anak kota Ying.
Mereka semua beramai ramai mengikuti Yu Ming berangkat menuju kota Dan Yang.
Saat mereka tiba di kota Dan Yang, para wanita dan anak anak desa Ying.
Mereka sudah di sambut oleh suami dan putra mereka masing-masing, di kota tersebut.
Mereka semua segera di bawa oleh kepala keluarga masing masing.
Menuju kediaman baru, yang sudah di bagi bagikan oleh Xiong Yi dengan sigap.
Saat Yu Ming pulang ke desa Ying menjemput mereka kemari, Xiong Yi langsung bertindak cepat, mengatur pembagian tersebut.
Rumah rumah yang diserahkan oleh Xiong Yi kepada pengikut setianya, adalah rumah bekas, bawahan Tan Siaw dan kerabatnya, yang menjadi sitaan Xiong Yi sebagai penguasa baru kota Dan Yang.
Sedangkan para mantan pengikut Tan Siaw, yang berbakat dan memiliki kemampuan di pertahankan oleh Xiong Yi.
Yang tidak berbakat dan tidak berkemampuan, mereka di persilahkan untuk menempati desa Ying.
Mereka di sana akan bekerja kepada pengikut Xiong Yi, untuk menggarap perkebunan dan pertanian milik pengikut Xiong Yi.
Mereka akan menikmati bagi hasil 50 50.
Setelah menjadi penguasa sebenarnya, bakat kepemimpinan Xiong Yi mulai terlihat jelas.
Apalagi di bantu dengan ide ide cemerlang dari Yu Ming .
Perkembangan Kota Dan Yang berkembang dengan pesat.
Pemerataan penduduk untuk menggarap lahan lahan kosong adalah kunci keberhasilan kota tersebut.
Kemajuan kemajuan ini segera membuat perekonomian kota Dan Yang dan desa sekitarnya berkembang pesat.
Ada yang berubah dari desa menjadi kota, ada juga kota kota di sekitar, yang memilih untuk bergabung dengan Xiong Yi.
Membentuk kekuatan gabungan baru.
Dalam waktu singkat Xiong Yi telah berubah menjadi raja kecil, dengan Dan Yang sebagai ibu kota, dan belasan kota kecil di sekitarnya menjadi kota satelit, yang memantau perkembangan desa desa di sekitarnya.
Atas saran dari Yu Ming , Raja Xiong Yi pun memberi nama kepada kerajaan nya, dengan nama kerajaan Chu.
__ADS_1
Sebagai penguasa sebagian kecil wilayah selatan.