PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
LATIHAN EKSTRA BERAT


__ADS_3

Terjadi Ledakan dahsyat, saat terjadi benturan bayangan golok dengan perisai yang di ciptakan oleh Sen Ni.


Ledakan dahsyat tersebut, membuat semua yang hadir disana pada terpental berguling guling.


Thian Cien Sen Ni sendiri meski beberapa lembar rambut emasnya, terlihat beterbangan di udara tertiup angin.


Selain itu, dia juga terdorong mundur dua depa ke belakang, dengan lantai meninggalkan goresan tapak sepatunya, yang cukup dalam..


Gapura di belakang nya juga terlihat meluruk hancur jatuh kebawah.


Tapi Secara keseluruhan Thian Cien Sen Ni masih baik baik saja, hanya dia seorang yang berhasil tetap bertahan dalam posisi berdiri.


Thian Cien Sen Ni sambil mendengus kesal, tanpa berkata apa-apa.


Dia langsung memutar badannya, melangkah masuk ke bagian sebelah dalam perguruan nya.


Yang lain pun bangkit berdiri, membersihkan debu yang mengotori pakaian dan rambut mereka.


Lalu mereka segera menyusul masuk kedalam.


Termasuk keempat gadis yang berjaga di depan pintu, mereka juga ikut masuk kedalam.


Sebelum kemudian pintu besi perguruan mereka, yang berwarna merah, mereka tutup dan kunci dengan rapat.


Di tempat lain, Yu Ming sedang di tenteng oleh kakek misterius itu, terbang menuju puncak gunung, yang terletak persis di seberang gunung Feng Huang San.


Gunung yang di tuju oleh kakek itu adalah gunung Cing Lung Shan, Gunung Naga Emas.


Kakek itu sendiri, sebenarnya adalah kakak seperguruan dari Yang Chai Ni, Thian Cien Sen Ni .


Kakek ini, saat muda bernama Wang Wu, dia dan Yang Chai Ni dulunya adalah pasangan kekasih.


Tapi karena sama sama punya sifat yang tidak mau kalah, mereka menjadi sering ribut dan bertengkar tanpa sebab yang jelas.


Akhirnya mereka berdua berpisah, mengambil jalan kehidupan masing masing.


Setelah berpisah, Wang Wu memilih berpacaran dengan seorang gadis desa, yang wajahnya mirip dengan Se mei nya, tapi sifatnya sangat baik.


Di bandingkan Semei nya, adalah seperti langit dan bumi.


Satu satunya kekurangan gadis desa tersebut, adalah dia tidak bisa ilmu silat.


Tapi Wang Wu tidak berkeberatan, akhirnya Wang Wu pun memutuskan melamar dan menikahi gadis desa tersebut.


Tepat saat malam pernikahan nya, Se mei nya, Yang Chai Ni yang tidak rela Wang Wu hidup bersama gadis lain.


Dia pun datang ke pernikahan Wang Wu.


Dia menantang Wang Wu untuk berduel.

__ADS_1


Mulut menantang berduel, tapi tujuan Yang Chai Ni yang sebenarnya bukanlah duel.


Dia memang sengaja datang memancing keributan, agar punya kesempatan membunuh calon istri Wang Wu.


Akhirnya niatnya kesampaian, bias dari energi pedangnya, yang berbenturan dengan ilmu golok Wang Wu.


Berhasil mengenai calon istri Wang Wu, yang seketika menewaskan gadis malang yang tidak mengerti ilmu silat itu.


Kejadian itu membuat Wang Wu sangat marah, dan bersedih.


Akhirnya mantan pasangan kakak beradik seperguruan itu, mereka berdua terlibat dalam pertarungan sengit, hidup dan mati.


Wang Wu di detik terakhir, berhasil menang satu jurus, dari Yang Chai Ni adik seperguruannya.


Yang Chai Ni kalah telak dan terluka parah.


Wang Wu seharusnya membunuh Yang Chai Ni, tapi melihat keadaan Yang Chai Ni yang terluka parah mengenaskan.


Wang Wu menjadi tidak tega, dua tidak sampai hati membunuh mantan kekasihnya itu, dia bukan hanya tidak membunuhnya.


Wang Wu malah memilih mengobatinya, hingga sembuh.


Yang Chai Ni yang tersentuh oleh kebaikan Wang Wu, yang masih sangat di cintai nya.


Dia akhirnya menyerahkan diri sepenuhnya menjadi istri Wang Wu.


Tapi sayang nya rumah tangga mereka tidak bertahan lama.


Akhirnya memilih meninggalkan Yang Chai Ni, dan menyepi di Cing Long San.


Yang Chai Ni sendiri akhirnya memilih hidup melajang sama seperti Wang Wu.


Dia memilih tinggal di puncak gunung Feng Huang San, yang terletak persis berseberangan dengan Cing Lung San.


Setiap Lima tahun sekali, mereka berdua akan melakukan duel, untuk menentukan siapa yang lebih hebat.


Begitulah kejadian tersebut, terus berlanjut hingga saat ini.


Thian Cien Sen Ni akhir nya memilih membentuk perguruan Thian Cien Pai.


Sedangkan Wang Wu, dia lebih memilih hidup menyepi seorang diri.


Wang Wu yang kebetulan melihat kejadian yang sedang terjadi di Feng Huang San, tiba tiba dia timbul ide baru.


Dia ingin melanjutkan pertandingan mereka lewat murid masing-masing.


Itulah sebabnya Wang Wu muncul menculik Yu Ming, untuk di bawa ketempat kediaman nya.


Wang Wu setelah tiba di halaman depan sebuah pondok kayu sederhana.

__ADS_1


Dia segera menjatuhkan Yu Ming diatas tanah dan berkata,


"Bocah kamu tidak lekas berterima kasih, memanggil ku guru,."


"Kamu mau tunggu sampai kapan..?"


Yu Ming menatap kakek itu sejenak, dia kemudian menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Bila guru tidak berkeberatan dan tidak akan menyesal nantinya.."


"Silahkan terima sembah sujud dari murid.."


Selesai berkata, Yu Ming langsung menyembah kearah Wang Wu sebanyak tiga kali .


Wang Wu tertawa gembira dan berkata,


"Bagus bagus anak baik, siapa nama mu..?"


Yu Ming menatap Wang Wu dan menjawabnya dengan jujur.


"Nama ku Di Yu Ming, tapi aku lebih sering di panggil dengan nama Yu Ming atau Ming Er saja.."


"Baiklah Yu Ming, mulai kini kamu adalah murid pertama, juga penutup ku.."


"Jadi kamu harus tahu sedikit tentang guru mu ini.."


Ucap Wang Wu sambil bercerita sedikit, tentang siapa dirinya, dan dari mana asal perguruannya.


Tentu saja bagian dia punya hubungan spesial dengan Thian Cien Sen Ni , dia tidak menyebutkan nya.


Selesai bercerita, Wang Wu pun mulai melatih kekuatan fisik, dan daya tahan Yu Ming.


Yu Ming mulai di gembleng, dengan cara berlarian mengelilingi seluruh dataran di puncak Cing Lung San, yang di selimuti oleh tumpukan salju.


Yu Ming juga di wajibkan berlari di bawah terpaan angin dan guyuran salju, dia hanya di perbolehkan mengenakan celana pendek saja.


Yu Ming bahkan di wajibkan berlari dengan kaki telanjang tanpa alas kaki, di atas hamparan es dan salju tebal.


Awal awal semua itu sangat berat, dan sangat menyiksa, tapi setelah berjalan selama sebulan penuh.


Yu Ming akhir nya mulai terbiasa, melihat Yu Ming mulai mampu menyesuaikan diri.


Wang Wu pun mewajibkan Yu Ming, untuk berlatih dengan membawa beban batu.


Yu Ming memulai nya dari batu yang berukuran kecil sebesar seekor anak kambing.


Hingga Yu Ming di wajibkan untuk menggendong batu sebesar seekor kerbau dewasa.


Dan hal itu terus berkembang, hingga Yu Ming di wajibkan menggendong sebuah batu sebesar gajah dewasa.

__ADS_1


Setelah terbiasa berlari di bagian atas puncak gunung, Yu Ming di minta untuk menggendong batu sebesar gajah itu, untuk naik dan turun dari puncak gunung Cing Lung San.


__ADS_2