PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pemuda misterius


__ADS_3

Gubernur Lu yang merasa nyeri di tenggorokannya, dia langsung membuka penutup matanya.


Untuk melihat siapa yang ada di hadapannya, awalnya samar samar karena matanya tertutup cukup lama.


Sehingga dia hanya melihat sosok wanita cantik dan sexy berdiri di hadapannya, tapi dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.


Gubernur Lu yang mengira wanita cantik itu adalah calon selir baru yang di datangkan untuk nya.


Dia sambil tersenyum menyeringai, memamerkan giginya yang terlihat renggang renggang dan banyak yang sudah menghitam.


Dia menggunakan ujung jarinya menyingkirkan ujung sarung pedang Ji Lian Hua menyingkir dari tenggorokannya.


Lalu dia segera bergerak maju untuk merangkul Ji Lian Hua sambil berkata,


"Ayo cantik jangan malu malu,.. kemarilah.."


Tapi pelukannya menemui tempat kosong, karena Ji Lian Hua sudah menunduk menghindari gubernur Lu yang terlihat sangat menjijikkan di depan matanya.


Sambil menghindar Ji Lian Hua memberikan tendangan keras kearah belakang, terarah ke pantat gubernur Lu yang sedang menungging kearahnya.


"Desss..!"


"Aduh...!"


"Bangsat siapa yang...!"


Gubernur Lu yang terkena tendangan Ji Lian Hua langsung jatuh nyungsep kedepan mencium tanah.


Wajahnya jadi kotor berlepotan tanah dan ada beberapa suap tanah masuk kedalam mulutnya.


Setelah melepehkan tanah di dalam mulut nya dan mengeluh menahan sakit di bibir dan hidung nya, yang seperti jambu monyet.


Gubernur langsung hendak berteriak marah, tapi saat dia bisa melihat dengan jelas siapa gadis di hadapannya itu .


Ucapan Gubernur Lu seketika terhenti, dia jadi tidak sanggup melanjutkan kata kata yang ingin dia lontarkan.


Gubernur Lu buru bangkit untuk berlutut dan merangkak seperti seekor anjing.


Kemudian dia segera bersujud di depan kaki Ji Lian Hua dan berkata.


"Hamba pantas mati, maafkanlah hamba yang tidak menyadari Yang Mulia sedang berkunjung kemari.."


"Mohon ampuni hamba Yang Mulia.."


"Hamba sudah tahu salah.."


"Plakkk..!"


"Plakkk..!"


"Plakkk..!"


Gubernur Lu kini terus menampari wajahnya sendiri, sambil menangis dia meminta minta maaf ke Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua membiarkan saja aksi sandiwara gubernur itu, Ji Lian Hua menatap gubernur itu dengan wajah jijik.


Setelah beberapa saat berlalu, saat kedua pipi Gubernur Lu sudah bengkak dan terlihat memar memar.

__ADS_1


Ji Lian Hua baru berkata,


"Hentikan,..! sekarang ceritakan apa yang terjadi di kota mu !?"


"Siapa orang orang yang menamakan dirinya kelompok sorban merah..!?"


"Mengapa kamu mendiamkan saja, mereka berbuat sesuka hati, seolah olah tiada hukum yang di tetapkan oleh kerajaan Zhou..!?"


"Ceritakan dengan jujur, bila tidak hati hati kepala mu..!"


Bentak Ji Lian Hua sambil menatap tajam kearah Gubernur Lu .


Gubernur Lu yang ketakutan dengan kepala tertunduk seperti seorang pesakitan yang menunggu hukuman mati.


Dia mulai menceritakan garis besar kejadian yang di alami oleh ibukota dan beberapa kota dan desa kecil di sekitarnya.


Ji Lian Hua dan Yu Ming hanya mendengarkan saja semua cerita, dari Gubernur Lu tanpa menyela.


Setelah Gubernur Lu selesai bercerita, Ji Lian Hua baru berbicara dengan suara serius.


"Kamu berhati hatilah, jalankan tugas mu dengan baik.."


"Segera kumpulkan semua bawahan mu, besok pagi kita datangi bukit taring serigala..!"


"Awas bila ada kesalahan, aku akan ambil kepala mu untuk mempertanggung jawabkan nya..!"


"Mengerti kamu..!?"


Bentak Ji Lian Hua sekali lagi untuk memastikan.


Gubernur Lu buru buru menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Hamba akan melaksanakannya dengan sebaik baik nya ."


Ji Lian Hua mendengus dingin dan berkata,


"Semoga seperti ucapan mu.."


Selesai berkata, Ji Lian Hua langsung melangkah pergi meninggalkan kediaman Gubernur Lu .


Yu Ming menyusul di belakang gadis itu tanpa banyak bicara.


Meninggalkan kediaman gubernur Lu, Ji Lian Hua langsung menuju salah satu restoran dan penginapan terbaik di kota pelabuhan itu.


Yu Ming sebelum memasuki restoran sempat membaca sekilas papan merk restoran yang bernama Restoran dan penginapan Rejeki Datang.


Lalu Yu Ming segera ikut melangkah masuk kedalam menyusul Ji Lian Hua.


Yu Ming hanya mengikuti saja, karena kantongnya, kini benar benar kempes habis.


Tadi untuk membayar pemuda dan petugas pelabuhan yang tidak berfungsi itu saja, dia harus mengandalkan Ji Lian Hua.


Kini memasuki restoran dan penginapan mewah dan besar begini, Yu Ming semakin tidak berani bersuara.


Dia hanya bisa mengikuti saja kemauan bankir berjalannya itu.


Apapun itu, dia hanya bisa mengikuti saja.

__ADS_1


Yu Ming memilih tidak berkomentar, bila tidak ditanya.


Setelah mereka mengambil tempat duduk di lantai dua, yang terlihat tidak begitu ramai.


Yu Ming juga membiarkan saja, Ji Lian Hua yang menentukan menu makan siang mereka.


Ji Lian Hua sambil tersenyum lembut berkata,


"Yu Ming ke ke kamu ingin pesan apa..?"


Yu Ming sambil tersenyum malu berkata,


"Kamu sudah pesan cukup banyak, nanti kalau tidak habis jadi mubajir, aku ikut makan saja yang ada.."


Yu Ming di dalam hati mengutuk dirinya sebagai pria yang memalukan, dan sangat menyedihkan.


Dia harus bertahan hidup, sampai harus mengandalkan wanita.


Ini benar benar sangat memalukan.


Ingin bekerja mengumpulkan uang untuk perjalanan dia tidak punya banyak waktu.


Ingin mencuri dari orang kaya hati nuraninya melarang nya.


Ingin menyita uang dari lawannya, yang dia kalahkan atau dia bunuh sebagai lawan nya.


Yu Ming juga merasa tidak sanggup melakukan, karena melakukan itu, Yu Ming jadi merasa dirinya seperti perampok yang tidak ada bedanya dengan lawan lawannya itu.


Ji Lian Hua tersenyum lembut menanggapi jawaban Yu Ming , dia tidak memaksanya.


Dia mengerti jalan pikiran Yu Ming , bila dia memaksa, Yu Ming pasti akan semakin merasa tidak nyaman.


Makanya Ji Lian Hua tidak banyak bertanya lagi.


Dia segera mengalihkan bahan pembicaraan ke hal lain.


"Yu Ming ke ke bagaimana menurutmu pergerakan kita menyerang Bukit Taring Serigala.?"


Tanya Ji Lian Hua berusaha mengalihkan pembicaraan.


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kita lihat situasi saja.."


"Aku sendiri juga kurang tahu, karena minimnya informasi kita tentang kelompok itu.."


Ji Lian Hua mengangguk pelan dan berkata,


"Ya kamu benar kita lihat situasi besok saja.."


Selesai berkata, Ji Lian Hua kini mengalihkan perhatian nya, melihat kearah jalanan yang ramai dengan orang berlalu lalang.


Tanpa sengaja dia melihat seorang pemuda yang menggendong sebuah bungkusan kain hitam besar di bahu nya.


Berjalan dengan langkah mantab, di ikuti oleh sekelompok orang yang mengenakan sorban merah di kepala mereka.


Ji Lian Hua merasa was was karena pemuda itu datang bersama sekelompok pria bersorban merah, yang sepertinya sedang menceritakan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


Sekelompok pria sorban merah itu, sambil berbicara dengan wajah serius.


Mereka menunjuk kearah restoran penginapan tempat Ji Lian Hua dan Yu Ming berada.


__ADS_2