PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEJADIAN DI RUANG MAKAN


__ADS_3

Sepasang sumpit Yu Ming terlepas dari pegangan tangannya.


Kini kedua tangannya terlihat gemetaran sambil memeluk mangkuk itu erat erat.


Tiada suara yang keluar dari mulut Yu Ming, selain suara Isak tertahan dengan airmata bercucuran jatuh menitik kedalam mangkuk yang di pegang nya.


Setelah beberapa waktu berlalu dalam keheningan, akhirnya terdengar suara Yu Ming yang sedikit berkata pelan,


"Maafkan aku Siao Li.."


"Maafkan aku.."


"Aku yang tidak berguna, sehingga kamu bisa bernasib se tragis begini.."


Yu Ming dengan langkah terhuyung-huyung berjalan meninggalkan tempat itu.


Dia terus berjalan tanpa arah dan tujuan, hingga tiba di sebuah bibir jurang yang jauh dari keramaian.


Di bawah sebatang pohon bunga Mei Hua, yang tumbuh subur, di tepi jurang tersebut.


Yu Ming akhirnya menjatuhkan diri berlutut di bawah pohon tersebut.


Dengan kedua tangan nya, Yu Ming menggali sebuah lubang di bawah pohon itu.


Lalu dengan kedua tangan nya pula, yang terlihat sedikit gemetaran, di mana airmata masih bercucuran membasahi wajahnya.


Yu Ming dengan tatapan mata kosong, dia memasukkan mangkok yang berisi potongan kepala dan potongan kecil tulang belulang Siao Li, kedalam lubang, yang dia gali dengan tangan kosong tadi.


Setelah itu dengan perasaan remuk redam Yu Ming menguburnya.


Langit yang seolah olah paham dan bersimpati, dengan kesedihan dan ketidakadilan yang Yu Ming alami .


Tiba tiba langit yang cerah, mengeluarkan suara mengelegar di angkasa.


"Duaaar...!"


"Duaaar...!"


"Duaaar...!"


Setelah mengeluarkan cahaya kilat listrik dan suara mengelegar di angkasa.


Tiba-tiba hujan pun turun dengan sangat deras, membasahi bumi.


Membasahi kuburan baru, sahabat setia Yu Ming yang telah tiada.


Membasahi seluruh rambut, kepala, hingga seluruh wajah dan tubuh Yu Ming .


Saat dia sedang menengadah menatap langit.


Wajah Yu Ming yang penuh airmata, langsung di basuh bersih oleh air hujan,


Yu Ming dengan suara keras berkata,


"Katakan pada ku,..! apa dosa ku..?!"


"Katakan lah..?!"


"Katakan,..! apa aku yang minta untuk di lahirkan..?!"


"Apa aku bisa memilih untuk di lahirkan...?!"


"Mengapa kalian tega menghukum ku sedemikian rupa..!?"


"Apa salah ku..!? apa salah nya..!?"

__ADS_1


"Melawan takdir salah..! menuruti takdir juga salah...!"


"Katakan pada ku..! apa yang sebenarnya kalian kehendaki dari ku.."


"Ayahhhh...! Ibuuuu.....! Kakek...! Nenek...! kalian jangan diam saja...!"


"Jawab aku...!'


Teriak Yu Ming sambil menghadap kearah langit, berteriak teriak seperti orang gila.


Sebagai jawaban pertanyaan Yu Ming, yang memang tidak ada jawaban nya.


Hanya suara Halilintar di angkasa yang menjawab Yu Ming, dengan suara mengelegar nya yang keras.


Yu Ming akhirnya kembali jatuh berlutut dan menangis menguguk, dengan kepala tertunduk didepan makam sahabat tunggalnya Siao Li.


Dengan tangan gemetar, Yu Ming mengambil sepotong pecahan batu tajam.


Untuk mengukir nama Siao Li di batang pohon tersebut.


Setelah berhasil menyelesaikan tugas nya, Yu Ming bergumam penuh dendam.


"Kalian harus membayarnya...!"


"Aku akan membuat kalian membayarnya..!"


"Apapun resikonya..!


"Kalian sungguh keterlaluan..!"


Teriak Yu Ming penuh dendam.


Setelah itu Yu Ming segera berlari meninggalkan tempat tersebut, menembus hujan deras kembali lagi ke Thian Cien Pai .


Setiap orang yang berpapasan jalan dengan nya, mereka semua menyingkir teratur.


Aura pembunuh yang di pancarkan oleh seluruh tubuh Yu Ming terlalu menakutkan.


Semua orang memilih menyingkir memberinya jalan.


Yu Ming terus bergerak menuju ruang makan, dia tahu mereka ber 7 ada di sana.


Setelah tiba di depan ruangan makan dengan tubuh basah kuyup, rambut acak acakan.


Yu Ming melangkah demi selangkah masuk kedalam ruang makan.


Dimana di dalam ruangan terlihat hadir para murid senior, hingga Thian Cien Sen Ni juga terlihat hadir di sana.


Mereka semua menatap heran kearah Yu Ming, yang terlihat basah kuyup. Seperti seekor anjing gila jalanan yang jorok dan menjijikan.


Semua orang pada mengernyitkan hidung mereka, saat melihat sepatu Yu Ming yang penuh lumpur dan basah .


Di gunakan untuk masuk kedalam ruangan makan, yang rapi, bersih, dan teratur.


Melihat hal tersebut, si gendut Fei Fei sambil tersenyum sinis segera melangkah maju kedepan dan berkata,


"Hei kamu anjing kurapan...!"


"Siapa yang ijinkan kamu masuk mengotori ruang makan..!?"


"Besar sekali nyali mu..!? apa kamu hari ini sudah makan hati beruang, nyali macam..!?"


Yu Ming tidak memperdulikan tatapan mata semua yang hadir di sana.


Dia bahkan tidak menganggap kehadiran Thian Cien Sen Ni di sana.

__ADS_1


Dengan wajah penuh emosi dan dendam, Yu Ming menunjuk kearah Fei Fei dan enam murid senior secara bergantian.


"Kamu..!.kamu..! kamu..! kalian bertujuh..!"


"Katakanlah apa dosa nya,? Sehingga kalian tega melakukan hal gila, yang tidak berhati nurani itu padanya..!"


"Apa hati nurani kalian sudah di makan anjing...!?'


Bentak Yu Ming emosi.


"Cukup kamu bocah bangsat,..!"


"Jangan berani berbuat onar di sini..!"


'Keluar kamu..!"


Bentak Thian Cien Sen Ni sambil bangkit berdiri dengan wajah marah.


"Diam..!"


"Ini bukan urusan mu nenek peot..!"


"Nanti akan ada giliran mu..!"


Bentak Yu Ming kembali dengan tatapan mata mencorong seperti seekor naga sakti marah.


Diam diam Thian Cien Sen Ni sedikit ciut, melihat perubahan Yu Ming yang sangat jauh berbeda dari biasanya.


Fei Fei dan ke 6 gadis murid utama Thian Cien Pai , mereka tidak tahu bahaya.


Sambil tersenyum sinis mereka berkata,


"Kamu mau tahu dosa nya, kami katakan pada mu.."


"Dosa nya adalah dia berteman baik dengan orang tak berguna seperti kamu...!"


"Hi...hi...hi...hi...!"


Ucap mereka ber 7 kompak sambil tertawa tawa.


Yu Ming menatap kearah mereka bertujuh dengan penuh kebencian.


Dia kemudian berkata,


"Pedang Xuan Yuan keluar lah..!"


Pedang Xuan Yuan melesat keluar dari dalam gelang emas penyimpanan Yu Ming .


Pedang itu langsung muncul dalam genggaman tangan Yu Ming .


Seketika aura dewa menyelimuti seluruh tubuh Yu Ming .


Sesaat kemudian seluruh tubuh Yu Ming di selimuti oleh cahaya emas.


Fisik Yu Ming yang bungkuk hilang, berganti dengan fisik Yu Ming yang tegap.


Rambutnya yang riap riapan kini sudah tersanggul rapi dengan hiasan mahkota berkilauan di atas kepalanya.


Pakaian nya berganti menjadi pakaian jirah perang, yang memancarkan cahaya pelangi.


Yu Ming kini tampil sama persis dengan penampilannya saat menjadi Dewa Legenda terkuat di kahyangan.


Semua yang hadir disana di buat kaget dan sedikit melongo, dengan penampilan Yu Ming saat ini.


Tapi Yu Ming tidak menghiraukan tatapan mereka, dia langsung berteriak keras dan memberikan serangan kearah ke 7 orang, yang telah membunuh sahabatnya secara keji.

__ADS_1


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Langit dan Bumi...!'


Teriak Yu Ming sambil melancarkan serangannya.


__ADS_2