
Salah satu pria itu memukul kearah Yu Ming dan berkata,
"Hei jaga baik betina mu..!"
"Bila terus bikin onar, kalian jangan menyesal bila kami mengambil tindakan..!"
Yu Ming hanya menanggapinya dengan tersenyum tak berdaya dan mengangkat kedua bahunya.
Tanda dia tidak berdaya ikut campur, terhadap apapun yang Ji Lian Hua lakukan.
Melihat sikap Yu Ming, salah satu pria itu segera bergerak maju kedepan ingin menangkap ujung jari Ji Lian Hua dengan maksud mematahkan nya.
Tapi tangkapannya gagal, yang ada kaki nya di tendang oleh Ji Lian Hua hingga jatuh berlutut.
Saat dia berlutut dengkul Ji Lian Hua yang lainnya bergerak maju menyambut wajah nya
"Desss..!"
Pria itu langsung jatuh tergeletak dengan mulut dan hidung berlumuran darah.
Akibat giginya di paksa copot oleh hantaman dengkul Ji Lian Hua.
Sedangkan hidungnya juga terluka cukup parah, tulang rawan hidungnya patah, sehingga darah ngocor deras tidak berhenti.
Melihat keadaan rekannya kedua pria lainnya langsung berteriak marah.
Mereka segera melayangkan tinju dan tendangan nya menyerang Ji Lian Hua.
Tapi Ji Lian Hua menanggapinya dengan tenang tendangan pertama datang, dia hindari dengan bergeser kesamping.
Diantara sambungan tumit dan betis, Ji Lian Hua ganjal dengan tangan kanannya.
Lalu tangan kirinya yang memegang pedang langit bergerak cepat.
"Desss..!"
Lagi lagi penyerang yang kedua ini wajahnya menerima hantaman keras.
Dia menjerit kesakitan dan terhuyung-huyung mundur kebelakang dengan wajah berlumuran darah.
Akibat menerima hantaman gagang pedang di tangan kiri Ji Lian Hua.
Sedangkan serangan tinju dari samping yang di lepaskan orang ketiga.
Ji Lian Hua hindari dengan membungkukkan badan nya kedepan.
Sehingga tinju itu lewat di belakang kepalanya.
Sambil membungkuk, ujung sarung pedang Ji Lian Hua gunakan untuk menghantam punggung kaki penyerang nya.
Saat penyerangnya melompat lompat kesakitan dengan sebelah kaki terangkat.
Ji Lian Hua melakukan sapuan kaki cepat, lalu tangan nya menekan lantai melesat bangun sambil memberikan sebuah tendangan keras.
__ADS_1
Serangan sapuan kaki, berhasil membuat penyerang ketiga terjengkang kebelakang.
Sedangkan tendangan keras susulan dengan tangan menopang tanah, berhasil membuat penyerang ketiga terpental kebelakang jatuh jungkir balik, meringkuk diatas tanah tidak bisa bangun.
Akibat ulu hatinya terkena tendangan Ji Lian Hua hingga dia sulit untuk bernafas.
Melihat rekan mereka di hajar oleh Ji Lian Hua hingga tidak sanggup berdiri.
Seluruh anggota kelompok sorban merah yang tidak kurang dari seratus orang, segera menghambur datang .
Berteriak teriak dengan senjata di tangan, siap ******* Ji Lian Hua dan Yu Ming menjadi perkedel.
Tapi mereka yang biasanya semena mena, hari ini mereka bertemu batunya.
Belum juga mereka berhasil mendekati Ji Lian Hua, Ji Lian Hua sudah melepaskan hampir sepuluh tebasan jarak jauh menyambut kedatangan mereka.
Semua anggota sorban merah yang datang menyerang, semuanya di buat menjadi patung es
Mematung di hadapan Ji Lian Hua dan Yu Ming , tidak bisa bergerak sama sekali.
Ji Lian Hua segera melesat kedepan hendak menebas leher, manusia yang kini berubah menjadi patung es itu.
"Hua er tahan ..!"
"Cukup lumpuhkan saja mereka..jangan di bunuh .!"
Ucap Yu Ming cepat
Ji Lian Hua mengangguk paham, dia bergerak meluncur menebas kaki dan tangan manusia yang mematung itu.
Ji Lian Hua sengaja melumpuhkan mereka dengan cara agak berat ini.
Agar mereka tidak bisa lagi menjadi penindas yang meresahkan di kota pelabuhan tersebut.
Orang orang ini tidak sepenuhnya membeku, mereka hanya tubuh lapisan luar saja di selimuti es.
Mereka masih hidup, karena aliran darah mereka ke jantung dan otak masih tetap bisa mengalir.
Mereka hanya mengalami kaku dan kedinginan terkurung oleh es.
Bila es mencair oleh terik matahari, mereka akan bisa bergerak kembali .
Ji Lian Hua hanya menggunakan pedang langit yang mengeluarkan hawa dingin membuat mereka beku.
Tapi tidak mengerahkan hawa elemen es, bila diimbangi dengan hawa itu, efeknya tentu lebih dahsyat.
Mereka pasti tidak akan selamat, semuanya akan tewas membeku di sana.
Tapi yang Ji Lian Hua lakukan itupun sudah lebih dari cukup menghukum kelompok pemeras ini.
Bagaimana pun mereka ini hanyalah kaki tangan saja, mereka hanya pelaksana tingkat bawah.
Di atas atas mereka lah, yang sebenarnya paling jahat dan harus bertanggung jawab penuh terhadap praktik yang sangat kotor ini.
__ADS_1
Setelah menghukum mereka semuanya, kini Ji Lian Hua dengan wajah kesal, berjalan menghampiri kantor petugas pelabuhan.
Sekumpulan petugas pelabuhan yang berkumpul di dalam ruangan pos jaga mereka.
Melihat aksi Ji Lian Hua dan Ji Lian Hua kini dengan wajah kesal, sedang bergerak menghampiri mereka.
Petugas itu terlihat ketakutan dan serba salah, ingin kabur gengsi.
Tidak kabur mereka pasti akan di amuk oleh Ji Lian Hua.
Akhirnya mereka saling dorong diantara mereka agar ada yang bersedia keluar menemui Ji Lian Hua.
Akhirnya salah seorang yang paling muda diantara mereka semua berteriak,
"Cukup..!"
"Aku sudah muak dengan semua ini..!"
"Kalian biasanya yang tua dan senior senior ini, yang paling galak sama orang baru dan rakyat kecil..!"
"Kini begitu ketemu masalah begitu memalukan,..!?"
"Apa kalian masih pantas di panggil senior..!?"
"Aku akan pergi menghadapi nya, tapi mulai hari ini aku berhenti..!"
Bentak pemuda itu kesal.
Tapi semua yang hadir di sana, pada menundukkan kepalanya, tidak ada yang berani menentangnya.
Mereka yang biasanya paling garang kini menciut, mereka yang biasanya paling cepat soal uang, selalu berbaris paling depan bila soal uang, kini mereka mundur ke barisan paling belakang.
Menciut disana dengan kepala tertunduk.
Pemuda itu sambil membanting pintu ruangan, dia berjalan keluar dari dalam pos jaga langsung menemui Ji Lian Hua.
Pemuda itu berdiri di hadapan Ji Lian Hua dan berkata,
"Nona setelah keributan ini, aku harap Nona dan teman nona, segera lah tinggalkan tempat ini.."
"Kelompok orang orang sorban merah ini, anggotanya sangat banyak, ketua kelompok ini juga bukan orang sembarangan."
"Dia memiliki ilmu yang sangat tinggi..di dunia persilatan dia bahkan di rumorkan menempati posisi ke 6.."
"jadi aku sarankan nona jangan ikut campur masalah di sini.. segera tinggalkan kota ini ."
"Ini adalah cara terbaik untuk tetap selamat."
Ji Lian Hua menatap pemuda itu dan berkata,
"Ceritakan pada ku, apa yang sedang terjadi di kota ini..?"
"Sekaligus antarkan aku pergi temui gubernur kota ini.."
__ADS_1
Pemuda itu terlihat gelisah, sebentar sebentar dia menoleh kearah luar pelabuhan