
Kemunculan Raja Iblis Che You yang muncul di atas sana.
Segera membuat Iblis Asura menahan tebasan pedang ditangannya.
Ucapan Raja Iblis Che You yang berikutnya, tidak bisa tidak membuatnya segera melayang mundur.
Menghilang dari hadapan Dewa Er Lang, saat muncul lagi dia sudah berlutut di hadapan Raja Iblis Che You .
"Bawahan selamanya tidak akan lupa dengan Budi baik Yang Mulia.."
"Nyawa ini milik Yang Mulia, sampai kapan pun tidak lekang oleh waktu.."
"Bawahan sudah lama menantikan kedatangan Yang Mulia.."
Ucap Iblis Asura sambil tersenyum tulus.
Raja Iblis Che You tersenyum penuh haru, menatap kearah Iblis Asura.
Menyusul iblis Asura, Iblis langit dan bumi diikuti yang lainnya.
Mereka semua juga meninggalkan arena pertempuran.
Mereka semua kini berlutut di hadapan Raja Iblis Che You dan berkata dengan kompak,
"Kami semua menyambut kembali nya Yang Mulia..!"
"Kami semua siap menjalankan titah Yang Mulia..!"
Raja Iblis Che You menatap mereka semua dengan tatapan mata penuh haru.
Dia berkata,
"Maaf aku tidak berguna, telah menyusahkan kalian selama ini.."
"Tapi aku bersumpah, mulai saat ini dan seterusnya, aku akan bersama kalian baik suka maupun duka.."
"Mari kita tinggalkan tempat yang bukan menjadi tempat yang cocok buat kita.."
Selesai berkata, Raja Iblis Che You menoleh kearah Ciu Thian Sen Ni .
"Hua er meski kamu bukan dia, tapi bagi ku kamu dan dia adalah sama.."
"Ada waktu datanglah mengunjungi ku.."
"Selamat tinggal, jaga dirimu baik-baik.."
Selesai berkata, Raja Iblis Che You segera melesat meninggalkan tempat itu.
Semua bawahan lama nya segera mengikutinya, bahkan hampir 90% pasukan neraka yang sedang mengepung pasukan kahyangan.
Mereka semua mundur teratur, pasukan gabungan iblis siluman dan raksasa.
Mereka semua dengan patuh mengikuti pimpinan mereka meninggalkan gelanggang pertempuran.
Kejadian yang sangat tidak terduga itu, membuat Yu Lek istrinya dan seluruh pasukan di bawah mereka.
__ADS_1
Mereka semua bisa bernafas lega, sisa pasukan neraka yang hanya tinggal 10%.
Membuat mereka dengan mudah merobohkan nya, kondisi kini berbalik 180°.
Kini pasukan neraka yang berbalik terdesak dan terus bergerak mundur.
Pasukan mahluk bersayap dari neraka, yang sudah ikut menyusul mengikuti Che You, karena mereka di bawah kontrol iblis kegelapan.
Segera membuat pasukan neraka yang setia dengan Yu Long semakin terdesak.
Di tempat lain, Yu Long yang sedang menyerang Yu Ming dengan seluruh kekuatannya.
Dia tertolak mundur oleh kekuatan Chi Ciu Sen Kung milik Yu Ming.
Yu Long yang sedang terpental mundur, dan terluka oleh kekuatan nya yang membalik.
Di sini dia baru melihat dan menyadari, perubahan yang terjadi di bawah sana.
Melihat keadaan yang sangat tidak menguntungkan, di tambah lagi dia sadar.
Dirinya bukan tandingannya Yu Ming, serangan terkuatnya yang masih juga gagal menembus pertahanan Yu Ming.
Padahal Yu Ming tidak melakukan apapun, hanya berdiri diam di sana. Hanya menyambut serangannya dengan energi pelindung saja, Yu Ming bahkan belum membalas serangan nya.
Bagaimana bila Yu Ming mengeluarkan senjata Golok Cahaya Biru nya yang memiliki kekuatan dahsyat.
Apa akan jadi nya, dirinya batin Yu Long, dengan pikiran seperti itu.
Yu Long segera membuat sebuah portal cahaya lalu menghilang kedalam portal cahaya.
Di tempat lain Yu Ming setelah berhasil mengalahkan Yu Long, dia yang seperti sudah bisa menebak kejadian yang bakal terjadi.
Setelah itu dia baru menatap kearah Hua Sien Ce, di sini saat sepasang mata mereka bertemu.
Hua Sien Ce yang merasa tidak mengenali Yu Ming, tapi tidak tahu mengapa tatapan mata itu.
Membuat dirinya merasa sangat akrab dan nyaman.
Dia berdiri mematung diam di sana, sambil terus menatap Yu Ming dengan tatapan mata penuh rasa heran .
Karena tidak bisa menahan rasa penasarannya, Hua Sien Ce tanpa menoleh, dia berkata,
"Guru siapa kakek tua itu, ? mengapa murid merasa sangat akrab dengan nya..?"
"Apa dia seseorang terdekat ku, di masa lalu..?"
Ciu Thian Sen Ni tersenyum lembut dan berkata,
"Sesuatu di masa lalu, bila sudah terlepas.."
"Sebaiknya kamu lepaskan sepenuhnya, tiada manfaat juga, kamu pergi mencari dan mengingat nya.."
"Dia hanya akan membuat mu sedih dan terluka .."
"Lebih baik kamu lepaskan pergi, biarkan semuanya berlalu.."
__ADS_1
"Yang sudah pergi, di cari juga tidak akan bisa kembali, di paksakan pun tidak akan sama seperti dulu lagi.."
"Jadi yang terbaik relakanlah semuanya pergi, lepaskan semua belenggu di hati mu.."
"Apa kamu paham..?"
Hua Sien Ce menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Paham sebagian sebagian lagi tidak.."
Ciu Thian Sen Ni menatap muridnya dengan heran dan berkata,
"Bagian mana yang kamu tidak paham..?"
Hua Sien Ce sambil tersenyum nakal berkata,
"Bagian perasaan guru terhadap ayah angkat ku.."
"Mengapa teori kebenaran dan kenyataan berbeda jauh..?"
Pertanyaan Hua Sien Ce seketika membuat wajah Ciu Thian Sen Ni merah padam dan berkata,
"Kamu bocah di kasih tahu, bukannya mematuhinya."
"Kamu malah harus menyeret ku ikut masuk kedalam pusaran baru puas.."
"Sudah ayo kita kembali ke kediaman kita, masalah di sini selanjutnya sudah tidak ada hubungannya dengan kita lagi..'
Selesai berkata Ciu Thian Sen Ni dan Hua Sien Ce segera melesat meninggalkan tempat itu.
Yu Ming tidak berkata apapun, hanya beradu tatap sejenak dengan Hua Sien Ce . Dengan tatapan mata yang mengandung sejuta makna.
Sesaat kemudian setelah berhasil menguasai perasaan nya, selagi guru dan murid itu sedang terlibat dalam pembicaraan serius mereka.
Yu Ming segera memanggil Naga Panca Warna , membantunya pergi melacak kemana Yu Long melarikan diri.
Dengan bantuan daya penciuman Naga Panca Warna, bukan hal sulit, bagi Yu Ming. Untuk melacak jejak yang di tinggalkan oleh Yu Long, meski dia memanfaatkan portal cahaya teleportasi untuk melarikan diri.
Naga Panca Warna membawa Yu Ming menuju wilayah paling selatan yang di penuhi hamparan es.
Tempat ini tentu Yu Ming mengenalinya, karena tempat ini adalah kerajaan es Abadi.
Kerajaan Ping Ru Meng istri pertamanya, salah satu wanita yang pernah mengisi kenangan termanis juga kenangan terpahit dalam dua kehidupannya.
Naga Panca Warna terus bergerak melewati istana kerajaan es abadi yang kini tinggal reruntuhan dan kuburan massal.
Setelah melewati kerajaan yang telah sepenuhnya musnah, Naga Panca Warna membawa Yu Ming mendatangi telaga biru yang di kelilingi oleh pohon pinus.
Dari sana Naga Panca Warna terus membawa Yu Ming menuju wilayah pegunungan es yang menjulang tinggi keangkasa.
Setelah melewati wilayah pegunungan es, Naga Panca Warna tiba tiba mengeluarkan suara raungan penuh kemarahan.
Lalu dia melesat turun ke bawah, meluncur deras bagaikan peluru.
Yu Ming mengerti perasaan sahabatnya.
__ADS_1
Dia menepuk leher sahabat nya dan berbisik lembut.
"Kamu tenanglah, masalah ini biar aku saja yang menangani nya.."