PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
DIMENSI LAIN


__ADS_3

Yu Ming setelah siuman, dia mencoba mengedarkan pandangan matanya.


Begitu melihat tempat itu masih sama, hanya bangkai Tao Tie satu ekor pun tidak ada lagi yang terlihat


Yu Ming segera bangkit untuk duduk dan bergumam pelan,


"Ahhh aku belum mati ternyata, bagaimana mungkin..?"


"Siapa yang mungkin menolong dan melindungi ku dari keganasan mahluk mahluk itu..?"


Batin Yu Ming tanpa punya jawaban pasti.


Sambil berpikir, Yu Ming menyimpan pedang dan golok di tangan nya, lalu dia mencoba bangkit berdiri, dan mengedarkan pandangannya ke atas


Dia segera menemukan Pai Shi Phi masih melayang layang di udara.


Hanya kini posisinya berhenti diatas sebatang pohon bodhi besar, yang tumbuh di tengah tengah lembah.


Yu Ming segera berjalan menghampiri pohon Bodhi besar itu.


Saat tiba di sana, Yu Ming melihat di sekitar tempat tersebut tidak ada apa apa.


Selain pohon Bodhi besar itu.


Yu Ming mengangkat kepalanya menatap heran kearah Pai Shi Phi dan berkata,


"Apa petunjuk yang ingin kamu berikan,? di sini tidak ada apapun.."


Baru selesai Yu Ming berbicara, Pai Shi Phi langsung menjawabnya.


Sebuah sinar putih melesat turun kebawah menyinari bagian belakang pohon Bodhi, yang berseberangan dengan posisi Yu Ming berdiri.


Melihat hal tersebut, Yu Ming dengan heran segera bergerak mengelilingi pohon besar itu, untuk memastikan petunjuk apa yang Pai Shi Phi ingin tunjukkan kepada dirinya.


Yu Ming saat tiba di bagian yang di sinar oleh Pai Shi Phi, dia segera menemukan bagian tersebut adalah bagian yang pohonnya tertutup oleh sebuah jamur putih sebesar mangkok.


Yu Ming segera mendekat untuk memeriksanya, karena bagian tersebut tidak terlihat apapun, selain jamur yang menempel erat di sana.


Yu Ming segera menggunakan sebatang belati kecil, untuk mencoba mencongkel dan memotong jamur tersebut, agar terlepas dari batang pohon itu.


Setelah jamur terlepas, bagian tersebut berhasil dia bersihkan dari sisa sisa akar rambat yang menutupi nya.


Kini segera terlihat, di sana ada sebuah lubang kecil, mirip lubang kunci.


Yu Ming dengan di penuhi rasa penasaran besar, dia segera mengeluarkan kunci Emas kerajaan es abadi.


Untuk di masukkan kedalam lubang kunci tersebut.


Begitu kunci masuk dan di putar searah jarum jam oleh Yu Ming .

__ADS_1


Segera terdengar suara berderak keras di bagian tengah pohon.


"Krakkkk..!"


"Krakkkk..!"


"Krakkkk..!"


"Krakkkk..!"


Perlahan lahan dari bagian tengah pohon menyeruak keluar cahaya hitam putih.


Cahaya hitam putih itu kemudian membentuk bayangan sebuah pintu portal dimensi.


Melihat pintu itu muncul di hadapannya.


Yu Ming setelah mencabut kembali kunci emasnya, dia segera masuk kedalam pintu portal dimensi tersebut.


Yu Ming yakin pintu itu pasti akan membawanya menuju suatu tempat.


Di mana dia bisa temukan benda yang di carinya, agar bisa membantunya melepaskan Roh gaib kegelapan dari suatu tempat rahasia, dimana roh gaib itu tersegel.


Setelah Yu Ming masuk Pai Shi Phi pun ikut melayang masuk kedalam pintu portal cahaya tersebut.


Yu Ming saat keluar dari dalam pintu portal dimensi.


Dia mendapatkan dirinya, berada di suatu tempat, yang di kelilingi oleh lautan lahar, yang sesekali menyemburkan api keatas.


Pilar itu di susun dengan jarak sekitar 3 meter, antara satu pilar yang terhubung dengan ke pilar lain nya.


Hingga bagian titik terakhirnya adalah sebuah arena bulat, dengan bagian tengah, terlihat sebuah meja altar batu, dengan sebuah peti mati yang terbuat dari batu giok hitam, di letakkan di atas nya


Pai Shi Phi segera terbang duluan menuju bagian tengah arena bulat, dia melayang layang berputaran di atas meja altar tersebut.


Melihat hal itu,Yu Ming segera, mencoba melompat ke atas pilar batu pertama.


Dengan mengandalkan kekuatan sepasang kakinya, bukan hal sulit bagi Yu Ming , untuk berlompatan dari satu pilar ke pilar lainnya yang berjejer disana.


Yang kini menjadi masalah adalah pilar tersebut ternyata tidak padat .


Setiap kali menerima orang yang mendarat di atas nya, dia akan dengan cepat tenggelam kedalam lau


tan lahar.


Yu Ming yang terkejut, segera membatalkan niatnya untuk maju, dia melompat balik lagi kepinggir.


Untuk percobaan kedua, agar lebih aman Yu Ming mengeluarkan pedang Xuan Yuan .


Yu Ming ingin mengandalkan Chi Dewa dari pedang tersebut.

__ADS_1


Agar dia bisa mengerahkan ilmu meringankan tubuh, Terbang Menunggang Mega.


Tapi Yu Ming terpaksa harus kecewa, karena tempat ini membuat pedang Xuan Yuan, tidak mampu mengeluarkan hawa dewa nya.


Dalam keadaan tanpa hawa dewa, tentu saja, Yu Ming tidak bisa mengandalkan pedang itu.


Untuk menjalankan rencananya barusan, Yu Ming terpaksa menyimpan kembali pedang di tangan nya.


Lalu sekali lagi, dia mencoba dengan kemampuan nya yang seadanya. Untuk berusaha menyeberangi pilar batu, agar bisa mencapai bagian tengah di mana arena bulat yang mirip altar tersebut berada.


Setelah bersiap mengatur nafas, menenangkan pikiran, mencoba untuk fokus.


Yu Ming segera mundur mengambil jarak, setelah itu dia berlari cepat.


Dengan satu hentakan kakinya di bagian tepi kolam lahar.


Yu Ming tubuhnya langsung terbang menuju pilar pertama berada.


Saat kakinya mendarat di pilar pertama, Yu Ming menendang pilar tersebut kebawah.


Lalu tubuhnya kembali terbang dan mendarat di pilar kedua, begitu pula selanjutnya.


Yu Ming melakukan nya dengan cepat dan berulang kali, hingga akhirnya dia. berhasil tiba di arena bulat di bagian tengah kolam lahar.


Setelah tiba di sana, Yu Ming pun menghela nafas lega. dan bergumam sendiri,


"Hufff..!"


"Untung saja, berhasil.."


"Sedikit saja ada kesalahan tamatlah riwayat ku..'


Setelah menenangkan guncangan perasaannya, Yu Ming segera menghampiri meja altar yang menyangga peti mati batu giok hitam.


Di meja Altar itu Yu Ming tidak menemukan apapun, selain sebuah batu stempel giok berwarna hitam kusam.


Sama persis dengan Pai Shi Phi, hanya bedanya yang satu berwarna putih cerah, yang ini berwarna hitam kusam.


Posisinya yang terbenam di dalam meja batu pun sama persis.


Ukiran dan segala macam juga sama persis.


Melihat hal itu, Yu Ming segera mencoba untuk mendekatkan gelang emas nya di dekat Hei Shi Phi.


Sekali ini berbeda dengan kemarin, kemarin begitu gelang berdekatan dengan Pai Shi Phi.


Pai Shi Phi langsung bergerak secara otomatis keluar dari tempatnya, lalu masuk kedalam gelangnya.


Tapi yang ini berbeda, jangankan terbang keluar dari lubangnya, sekedar memancarkan sinar pun tidak.

__ADS_1


Hei Shi Phi tetap dalam penampilan nya yang kusam, seperti batu kali, tidak menunjukkan kualitasnya sebagai Hei Shi Phi, batu Stempel Giok Hitam.


Yu Ming mencoba untuk melihat lebih dekat meja batu altar, di mana Hei Shi Phi terbenam.


__ADS_2