PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pertarungan berakhir


__ADS_3

Ping Ru Meng yang terpental kebelakang, melakukan gerakan terbang mundur dengan sepasang tangan terpentang.


Seperti seekor burung besar sedang terbang mundur.


Saat di belakangnya ada pohon gundul yang tidak berdaun, dahan dahan nya hanya di selimuti oleh bunga salju.


Ping Ru Meng melakukan gerakan meminjam salah satu dahan pohon di belakangnya.


Untuk melompat keatas, bersalto beberapa kali di udara.


Melewati beberapa pohon di bawah sana, setelah itu dia baru melayang turun dengan pergerakan yang anggun dan sangat indah.


Kecantikan nya, dan perpaduan pergerakan nya yang indah, membuat Ping Ru Meng terlihat sangat sempurna.


Di tempat lain Yu Ming yang hanya mengalami sedikit getaran, oleh kekuatan ledakan benturan.


Dia tetap terlihat tersenyum ramah, menanggapi serangan Ping Ru Meng yang sangat berbahaya tadi.


"Ru Meng,.. Kita pernah menjadi kekasih, suami istri, kenapa kita tidak bisa berbicara baik baik, layaknya teman atau sahabat..!?"


"Perlukah kita terus melanjutkan pertarungan yang tidak ada maknanya ini,..?!"


Ucapan Yu Ming bagi orang lain mungkin bisa di terima.


Tapi bagi Ping Ru Meng hal itu justru membuatnya semakin emosi.


Sambil menghapus sedikit darah di ujung bibirnya, Ping Ru Meng yang sedikit mengalami luka dalam oleh benturan tersebut.


Dia segera berkata,


"Yu Ming, lelaki tidak berjantung,..! Diantara kita sudah tidak ada yang bisa di bicarakan..!"


"Hari ini tidak kamu yang mati, maka aku yang musnah..!"


Bentak Ping Ru Meng emosi, lalu dia kembali mengumpulkan seluruh kekuatannya.


Dalam satu teriakan keras, muncul sembilan bayangan Ping Ru Meng mendampinginya.


Lalu satu persatu memainkan satu jurus dari 9 jurus pedang musim dingin.


Setiap jurus sangatlah berbahaya dan sangat mematikan.


Terutama jurus ke 7 sampai ke 9, semuanya adalah jurus jurus yang memiliki daya rusak yang sangat mengerikan.


Yu Ming yang khawatir seluruh tempat itu bahkan Langi lapis empat di hancurkan oleh kekuatan jurus jurus Ping Ru Meng yang sangat dahsyat itu.


Yu Ming tanpa menghiraukan perlindungan diri, Yu Ming membuat sebuah kubah cahaya emas menutupi seluruh area pertempuran.


Diatas kubah masih di tambahi sebuah diagram lingkaran cahaya dengan bagian tengah di hiasi oleh tulisan mantra mantra kuno, guna memperkuat kekuatan kubah cahaya pelindung yang Yu Ming lepaskan.

__ADS_1


Diagram berputar pelan di angkasa, diagram yang terdiri dari 3 lapis lingkaran terlihat saling berputar pelan berlawanan arah.


Cahaya pelangi dari diagram diatas sana, menyinari kebawah menyelimuti dan melapisi seluruh kubah cahaya emas di bawah sana.


Yu Ming sendiri yang tanpa pelindung, dia mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan, lalu memainkan Jurus Pedang Tiada Awal Tiada Akhir, untuk menyambut setiap jurus yang di mainkan oleh 9 bayangan Ping Ru Meng .


Setiap jurus yang di mainkan oleh bayangan Ping Ru Meng berhasil di tahan dan di tahlukkan oleh Jurus Pedang Tiada Awal Tiada Akhir.


Satu persatu bayangan Ping Ru Meng berhasil terkena serangan pedang Yu Ming dengan telak, dan sirna dari sekitar Yu Ming.


Ping Ru Meng ternyata belum selesai, 9 jurus itu adalah ilmu pembuka nya.


Sebelum dia sendiri kembali datang dengan jurus ke 10, Jurus ciptaan nya sendiri.


Merupakan penggabungan semua kemampuan nya selama ini.


Untuk di jadikan dalam satu rangkaian serangan jurus dahsyat, dengan aliran Chi yang tidak ada putusnya.


Melihat keseriusan jurus yang di mainkan oleh Ping Ru Meng , seperti sudah tidak sayang nyawa.


Ingin membawanya ikut mati bersama, Yu Ming yang tersudut tidak punya pilihan.


Dia hanya bisa melepaskan jurus ke 10 nya, Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir.


Saat jurus ini di lepaskan cuaca berubah drastis, langit menjadi gelap, badai salju lebat turun dengan deras.


Mereka muncul memberikan dukungan kekuatan hitam dan putih untuk Yu Ming.


Yu Ming yang mendapatkan dukungan kekuatan roh hitam dan putih membuat kekuatannya meningkat beberapa kali lipat.


Ping Ru Meng juga tidak mau kalah, roh leluhur kerajaan Es Abadi yang menjadi gurunya, juga terlihat muncul memberikan dukungan kekuatan serangan gabungan menyertai Ping Ru Meng .


Benturan cahaya pedang terjadi berulang kali di udara.


Hingga akhirnya sepasang pedang Yu Ming dan Ping Ru Meng saling berbenturan langsung yang menimbulkan ledakan dahsyat.


Kubah cahaya emas bergetar hebat, mengalami retak-retak di sana sini.


Tapi sinar dari diagram cahaya pelangi, dengan cepat segera menambal bagian bagian kubah cahaya emas yang mengalami garis garis retakan .


Setelah tertambat dan pulih seperti semula, kubah cahaya emas akhirnya berhasil meredam kekuatan ledakan di dalam arena pertempuran sana.


Sedangkan di dalam kubah sendiri, setelah benturan pedang terjadi.


Bayangan roh leluhur Ping Ru Meng sirna, Ping Ru Meng jatuh terbanting diatas tanah.


Ping Ru Meng berusaha untuk bangun, tapi dia terlalu lemah, akhirnya hanya mampu bangkit duduk bertumpu pada pedang dan tangan nya.


Ping Ru Meng terlihat memuntahkan darah segar berulang kali dari mulutnya.

__ADS_1


Yu Ming yang masih melayang di udara, menjadi tidak tega melihatnya.


Dia segera melayang turun, di hadapan Ping Ru Meng .


Yu Ming langsung memberikan beberapa totokkan cepat di beberapa jalan darah di bagian depan tubuh Ping Ru Meng .


Lalu dia bergeser kearah punggung Ping Ru Meng di sana, dia juga memberikan beberapa totokkan dan pengurutan untuk membantu menstabilkan keadaan Ping Ru Meng .


Melihat belum ada perubahan signifikan, Yu Ming memaksa Ping Ru Meng menelan beberapa pil pemulih luka.


Lalu dia menempelkan kedua tangannya di balik punggung Ping Ru Meng berusaha menyelematkan nyawa Ping Ru Meng yang berada di ujung tanduk.


Ping Ru Meng memejamkan matanya menerima bantuan Yu Ming.


Sesaat kemudian dia berkata pelan,


"Yu Ming mengapa kamu begitu baik pada ku..?"


"Mengapa kamu tidak membiarkan aku mati saja..?"


"Bukankah kamu datang karena ingin balas dendam untuk wanita ****** dan putri haram mu, yang telah aku habisi nyawanya itu .?"


Menghadapi ucapan Ping Ru Meng, Yu Ming berkata pelan,


"Aku datang bukan untuk maksud itu.."


"Yang sudah pergi tidak akan kembali, tiada gunanya di sesali, ini semua adalah takdir.."


"Balas membalas, kebencian, dendam, sakit hati, semua itu tiada habisnya.."


"Semuanya hanya akan mendatangkan lingkaran penderitaan tidak berujung.."


"Daripada hidup seperti itu, mengapa kita tidak belajar melepaskan semua nya, menyelesaikan semuanya dengan cinta kasih.."


"Itu akan lebih baik, akan membawa kebahagiaan buat diri kita dan mahluk lain di sekitar kita.."


"Bukankah itu lebih baik..?"


Ping Ru Meng menghela nafas panjang, dia termenung untuk waktu cukup lama.


Baru berkata,


"Yu Ming ke ke, maafkan sikap ceroboh ku,.."


"Maukah kamu memaafkan ku..?"


"Bisa kah kita melupakan semua nya dan kembali hidup berdampingan untuk selamanya.."


"Yu Ming ke ke,..apa itu masih bisa..?"

__ADS_1


__ADS_2