PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
HARIMAU HITAM


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, Yu Ming sudah berhasil mendapatkan beberapa ekor ikan berukuran sebesar besar lengan manusia dewasa.


Setelah di potong dan di bersihkan, Yu Ming segera membawa ikan ikan yang sudah di tusuk tusuk dengan kayu kecil. Untuk di bawa ketempat di mana dia beristirahat sebelum nya.


Saat kembali ketempat tersebut, Yu Ming menemukan di sana sudah ada tumpukan ranting dan dedaunan kering, yang dia perlukan untuk menyalakan api unggun.


Sambil tersenyum lebar, Yu Ming hendak memeluk Siao Li yang begitu cerdas.


Tanpa perlu di minta, dia sudah membantu nya menyiapkan ranting dan dedaunan kering, yang dia perlukan untuk membuat api.


Tapi Siao Li, malah melompat menghindari nya, dia berlompatan di dekat tumpukan pakaian Yu Ming.


Dia menggunakan ujung hidungnya menunjuk kearah tumpukan pakaian Yu Ming.


Yu Ming segera mengerti maksud dari sahabatnya,


"Ha..ha..ha..! ya..ya.. bawel.."


"Kamu semakin lama semakin mirip gadis saja,.."


Ucap Yu Ming sambil tertawa gembira.


Sejak terlahir kedunia baru ini, ini adalah kali pertama Yu Ming tertawa begitu lepas dan gembira.


Dia bahkan hampir lupa, bagaimana menikmati tawa gembira, dengan suasana hati yang begitu ceria, seperti pagi ini.


Semua adalah berkat kehadiran sahabat baru nya ini, yang dia anggap jodoh masa lalu, dan datang mengikutinya untuk menebus hutang.


Yu Ming meletakkan ikan ikan yang di bawa nya.


Dengan menancapkan ujung kayu sisi ujung yang lain keatas tanah.


Setelah itu, Yu Ming segera mengenakan kembali pakaiannya.


Sesaat kemudian Yu Ming mulai terlihat sibuk menyiapkan api unggun.


Untuk membakar ikan hasil tangkapannya.


Tidak lama kemudian aroma wangi ikan bakar mulai tercium, Rubah putih mulai mengendus ngendus gelisah.


Dia terus menatap kearah ikan yang sedang Yu Ming bakar, dengan tatapan mata bernafsu.


Sesekali terlihat dia menelan liurnya sendiri, yang hampir menetes keluar.


Melihat hal ini, Yu Ming pun tersenyum dan berkata,


"Sabar ya,.. sebentar lagi,.. bila matang merata 2 untuk mu, dua untuk ku.."


"Gimana cukup..?"


Rubah itu mengangguk cepat, sambil menatap Yu Ming dengan sepasang matanya yang jernih.


Yu Ming sambil tersenyum mengulurkan tangannya membelai kepala temannya itu dengan lembut.


Sesaat kemudian sesuai janjinya, Yu Ming meletakkan dua ekor ikan besar, beralaskan dedaunan lebar, tepat di hadapan sahabatnya.


Setelah itu mereka berdua mulai asyik sendiri, dengan sarapan pagi mereka masing masing.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Yu Ming sehabis membersihkan tangan mulut dan mencuci muka di sungai kecil, yang airnya terus mengalir jernih.


Yu Ming segera berkata,


"Siao Li apa kamu bersedia ikut dengan ku, mengarungi kehidupan di dunia ini..!?'


Rubah putih itu mengangguk gembira, lalu dia berlari menghampiri Yu Ming dengan penuh semangat, sambil mengibas ngibaskan sembilan ekor nya di udara.


"Ha..ha..ha..!"


"Bagus mulai saat ini dan seterusnya, kita akan terus bersama tak terpisahkan.."


"Selama nya bersama.."


Ucap Yu Ming gembira dan terlihat lebih bersemangat, menyongsong kehidupan baru nya.


Siao Li juga terlihat melompat lompat girang, lalu dia segera melompat kedalam pelukan Yu Ming, dan menjilati pipi Yu Ming.


"Ha..ha..ha..!"


"Cukup.. cukup.. pipi ku jadi basah..ha..ha..ha.."


Ucap Yu Ming sambil tertawa tawa.


Sesaat kemudian dia sambil menggendong Golok Naga Emas di punggung.


Tangan kiri menggendong Siao Li.


Mereka berdua perlahan lahan bergerak meninggalkan wilayah air terjun, memasuki hutan berbukit, mengikuti arah kemanapun kaki melangkah.


Yu Ming akhirnya mulai memasuki hutan rimbun, saat menjelang tengah hari.


Hal ini ada baiknya, Yu Ming tidak perlu menghadapi teriknya sinar matahari, karena terhalang oleh rerimbunan pohon, yang tumbuh subur di hutan tersebut.


Angin Sepoi Sepoi yang sejuk, membantu Yu Ming melepas lelah, setelah melakukan perjalanan mendaki sekian lama, di areal berbukit yang di lewatinya tadi.


Bagi orang lain, mungkin begitu memasuki hutan rimbun, mereka akan mencari tempat beristirahat.


Tapi bagi Yu Ming, hal itu bukan masalah, karena dia pernah di tempa oleh Wang Wu, dengan latihan yang jauh lebih mengerikan.


Sehingga fisik Yu Ming, sangatlah kuat, sangat berbeda dengan orang awam biasa.


Baru beberapa saat memasuki hutan lebat tersebut, Yu Ming merasa sahabat kecilnya sepertinya agak gelisah.


Dia seperti mencium ada bahaya yang sedang mendekat, Yu Ming pun memperlambat langkahnya.


Mengeluarkan golok Naga Emas bersiap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.


Tiba-tiba dari semak belukar yang ada di hadapan Yu Ming, terlihat rumput rumput berkrosakan.


Bergoyang goyang seperti ada sesuatu yang sedang melintasi nya .


Yu Ming menghentikan langkahnya, Yu Ming menatap tajam kearah rerimbunan semak di hadapannya.


Tidak lama kemudian dari balik rerimbunan semak belukar, terlihat ada dua bola cahaya, seperti senter menyorot keluar.


Yu Ming semakin waspada dan tegang, Rubah putih juga terlihat meringkuk mengigil ketakutan, dalam pelukan Yu Ming, tidak berani bergerak.

__ADS_1


"Groowaaarrrrrrr...!!"


Terdengar suara Geraman keras dari balik rerimbunan semak belukar tersebut.


Dari balik rerimbunan, akhirnya melangkah keluar seekor harimau hitam sebesar anak sapi.


Harimau hitam tersebut dengan langkah pelan, keluar dari balik semak belukar.


Selangkah demi selangkah, dia bergerak menghampiri posisi di mana Yu Ming berada.


Setelah kini terlihat jelas mahluk apa yang keluar dari balik semak belukar.


Yu Ming bisa menghela nafas lega, tidak setegang sebelumnya lagi.


"Wahai kucing hitam, kalau tidak ingin mampus di sini, segeralah pergi.."


"Jangan menganggu ku.."


Ucap Yu Ming sambil menunjuk golok di tangannya, kearah harimau hitam yang berjarak 3 meter darinya.


"Groowaaarrrrrrr...!!"


Sekali lagi Harimau Hitam itu mengaum keras, sambil memamerkan taring taring di dalam mulutnya, yang terlihat panjang panjang dan runcing runcing.


Harimau hitam itu terlihat tidak gentar oleh ancaman Yu Ming.


Dari perutnya yang kempis, jelas terlihat harimau hitam tersebut sedang kelaparan.


Jadi dia tidak akan peduli dengan ancaman Yu Ming, dia harus menjadikan Yu Ming dan rubahnya sebagai mangsa untuk mengisi perut.


"Wuttttttt...!"


Harimau itu selesai mengaum, langsung melompat menerkam kearah Yu Ming.


Yu Ming dengan tenang menggeser posisi kakinya kesamping.


Sehingga terkaman harimau hitam tersebut lewat di samping nya.


Yu Ming kembali menunjuk kearah harimau hitam, yang tidak berhasil menerkam nya itu dengan ujung Golok nya dan berkata,


"Aku ingatkan sekali lagi..!"


"Ini yang terakhir..!"


"Bila tidak pergi juga, kamu akan tahu akibatnya nanti..!"


Bentak Yu Ming .


"Groowaaarrrrrrr...!!"


Harimau hitam itu langsung menjawabnya dengan auman bandel.


Dia kembali bersiap menerkam kearah Yu Ming, untuk yang kedua kalinya.


"Wuttttttt...!"


Harimau hitam itu, tanpa mengenal putus asa, sekali lagi dia kembali menerkam.kearah Yu Ming.

__ADS_1


__ADS_2