PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Jawaban Yu Ming


__ADS_3

Di tempat lain kakek Sun yang tadinya berencana membantu Yu Ming .


Tapi melihat Yu Ming sanggup mengatasi semua nya dengan mudah.


Di tambah lagi Yu Ming terlihat membawa bawa stempel Kerajaan.


Kakek Sun memperkirakan Yu Ming tentu punya hubungan khusus dengan pihak pemerintahan kerajaan pusat.


Jadi kakek Sun merasa dia tidak di perlukan tenaganya, jadi kakek itu hanya memilih duduk diatas genteng restoran pagoda.


Kakek Sun duduk menonton keramaian saja, bila tidak di perlukan.


Dia tidak mau sembarang turun tangan membantu, sebagai orang kawakan dalam dunia persilatan.


Dia juga mengerti aturan tidak tertulis di dunia persilatan, mau memberikan bantuan hanya berikan pada yang perlu saja.


Bila di berikan pada yang tidak perlu, salah salah malah bisa dianggap pamer menyombongkan diri di depan yang di tolong.


Ujung ujungnya bukan rasa terimakasihnya yang di dapat, malah bisa timbul salah paham yang tidak di perlukan.


Oleh karena itu, kakek Sun hanya memilih diam saja mengamati perkembangan.


Hingga Yu Ming masuk ke hotel,kakek Sun baru kembali ke restoran untuk menjemput cucu perempuan nya.


Saat tiba di hadapan cucunya, kakek Sun langsung di minta oleh Ning Ning untuk bercerita ulang.


Kakek Sun akhirnya dengan sikap ogah ogah-ogahan menceritakan semuanya.


Berbeda dengan kakek nya, Sun Ning Ning justru mendengarkan nya dengan penuh ketertarikan dan bersemangat.


Yu Ming selama dua hari hanya menghabiskan sebagian besar waktunya diam di dalam kamar minum arak mengubur rasa sepi.


Baru di hari ketiga malam, Yu Ming terlihat seorang diri berjalan menuju tepi danau Xi Hu.


Yu Ming menyewa sebuah perahu yang terisi lengkap dengan makanan.


Yu Ming mengayuh seorang diri ketengah danau, lalu dia duduk makan minum seorang diri di atas perahu tersebut.


Yu Ming duduk termenung mengenang hari hari kebersamaan nya dengan Ji Lian Hua.


Dahulu Yu Ming juga adalah seorang yang hidup sendirian kemana pergi hanya seorang diri.


Dia merasa biasa saja, tidak ada masalah.


Hingga kemunculan Ji Lian Hua yang selama ini selalu setia menemani nya.


Kini Ji Lian Hua tiada hanya tersisa dia seorang di Dunia yang ramai.


Yu Ming kini baru merasakan kesepian dan kehampaan yang membuat hatinya tidak bahagia lagi.


Yu Ming yang duduk termenung sambil minum arak, dua berkata pelan,


"Hua er masihkah kamu ada di dunia ini.."


"Kemana kamu pergi, apa kamu masih hidup atau sudah ..."

__ADS_1


Ucap Yu Ming yang sedang mabuk melepaskan beban pikirannya yang jarang dia ungkapkan.


Selagi Yu Ming sedang duduk termenung, sebuah perahu kecil bergerak mendekati nya.


Seorang gadis cantik berpakaian serba kuning duduk di atas perahu, sambil memangku sebuah kecapi kuno, yang biasanya di sebut Ku Khim.


Gadis itu terlihat dengan jari jemari tangan nya yang lentik mulai memetik dan menari nari lincah diatas 21 senar kecapi kuno yang ada di hadapannya.


Sesaat kemudian sebuah alunan musik sendu dan suara indah dari gadis itu, segera muncul mewarnai danau Xi Hu yang sepi dan tenang.


Yu Ming yang sedang melamun seorang diri, dia ikut larut oleh arti di dalam nyanyian tersebut.


Hingga akhirnya suara kecapi dan suara merdu itu berhenti.


Yu Ming baru tersadar dari lamunannya kosong nya.


Yu Ming menghapus dua butir airmata nya yang runtuh, tanpa dia sadari.


Setelah itu Yu Ming pun mengambil nafas panjang dan menghela nya.


Setelah itu dia baru menoleh kearah asal suara merdu, dan petikan musik kecapi yang sangat enak di dengar itu.


Begitu Yu Ming menoleh kearah perahu kecil yang tidak jauh dari nya itu.


Gadis cantik berbaju kuning itu, segera melambaikan tangannya kearah Yu Ming .


Perahu nya perlahan-lahan bergerak menghampiri posisi perahu Yu Ming .


Yu Ming tersenyum, saat melihat siapa yang ada diatas perahu tersebut.


"Di mana kakek mu..?"


"Kenapa malam malam begini kamu bisa ada ditempat ini..?"


Gadis sambil tersenyum berkata pelan,


"Kabar ku baik.."


"Kakek ada di belakang sana, mengendalikan perahu kami.."


Tiba tiba kakek Sun dari belakang sana berkata,


"Bagaimana dia bisa ada di sini..?"


"Tentu saja dia ada disini, setiap hari dia juga minta aku antar dia kemari menunggu kekasih pujaan hati nya yang tidak kunjung muncul di sini.."


"Kakek...!"


Teriak Sun Ning Ning cemberut , karena kakek nya telah membongkar rahasia hati nya yang memalukan di hadapan Yu Ming .


Yu Ming hanya menanggapinya dengan senyum canggung.


Dia tidak mau ikut nimbrung dalam percakapan tidak jelas.


Saat ini dia tidak sedang mood untuk membahas masalah pria dan wanita .

__ADS_1


Dua wanita terpenting dalam hidupnya kedua nya, meninggalkan nya oleh takdir kehidupannya.


Itu sudah lebih dari cukup membuatnya merasa kesepian dan sangat menderita.


Yu Ming tidak mungkin bisa menambah gadis lainnya lagi mengisi hati dan pikirannya yang hanya di penuhi oleh kedua gadis yang sangat dia cintai itu.


Mereka berdua juga sudah resmi menjadi istrinya, ada mereka berdua yang menemaninya.


Bagi Yu Ming itu sudah lebih dari cukup, dia tidak mungkin bisa menambah yang lainnya lagi.


Sedangkan bersama Ji Lian Hua pun, Yu Ming ragu apabila Ping Ru Meng tahu, istri pertama nya itu bisa menerimanya.


Apalagi bila di tambah Sun Ning Ning itu tidak mungkin punya, itu hanya akan mencari penyakit dan menghancurkan seluruh impian kehidupannya yang indah .


Yu Ming sadar penuh akan hal itu, jadi dia tidak bermaksud menanggapi ucapan kakek Sun maupun perasaan cucunya.


Untuk menghindari kecanggungan Yu Ming pun berkata,


"Dulu pertemuan pertama kita, kalian bilang ingin menyajikan lagi untuk ku.."


"Tidak di sangka, akhirnya semua nya terealisasi di tempat ini.."


"Terimakasih.."


"Terimakasih semuanya.."


"Maaf aku pamit dulu.."


Ucap Yu Ming sambil menjura kearah kakek Sun dan Ning Ning.


Lalu dia segera mendayung perahunya meninggalkan tempat itu.


"Ehhh anak muda kamu mau kemana..!?"


"Jangan pergi dulu..!"


"Urusan cucu ku belum selesai..!"


Ucap kakek Sun sambil melayang ri.gan meninggalkan perahunya sendiri.


Menyusul mendarat di atas perahunya Yu Ming .


Sun Ning Ning tentu saja malu untuk buka mulut, apalagi menyusul kakeknya ke perahu Yu Ming .


Tapi dia juga penasaran ingin tahu jawaban dan tanggapan Yu Ming .


Jadi tanpa sadar dia mengayuh pelan membiarkan perahunya bergerak menghampiri perahu Yu Ming yang belum pergi jauh.


Tepat perahunya mendekat, dia tidak mendengar apapun kecuali Yu Ming berkata ke kakek nya.


"Maaf kakek Sun, harap di ketahui.."


"Aku Yu Ming adalah pria yang sudah berkeluarga, istri ku pun sudah dua.."


"Jadi sudah tiada alasan bagi ku untuk menerima gadis lain lagi sebagai pendamping hidup ku.."

__ADS_1


"Harap kakek bisa mengerti.."


__ADS_2