Selepas Perceraian

Selepas Perceraian
Season 2 Bab 65 : Athan dan Ryunana


__ADS_3

Bagi Ryunana, semua tentangnya yang selalu tampil sempurna dengan banyak sandiwara hanyalah nyanyian luka yang selalu ditampilkan dengan gembira. Semua keangkuhan berikut ketamakan yang dilakukannya, tak lain karena ia ingin menutupi kelemahannya. Karena jangankan pasangan, satu teman pun, Ryunana tidak punya.


Season 2 Bab 65 : Ryunana dan Athan


“Gimana, sih? Kok tetap enggak sebagus punya Keinya?!” cibir Ryunana yang kemudian mendorong-dorong sebal laptop di hadapannya. Ia mengarahkannya kepada Athan yang duduk di sebelahnya. “Aku kan mintanya web novel yang kayak punya Keinya, persis! Cepat, revisi lagi!” tambahnya yang kemudian mengempaskan tubuh ke sandaran kursi empuk tempatnya duduk.


Athan menatap tak habis pikir Ryunana yang tak hentinya uring-uringan bak bocah yang tidak tahu aturan. Kali ini, selain menekuk tubuh mungilnya di tempat duduk sambil bersedekap, wanita berambut panjang dan nyaris selalu tergerai di setiap kesempatan itu juga sampai menendang-nendang kursi keberadaan Athan duduk.


Athan dan Ryunana ada di sebuah kafe bernuansa kaca yang minim pengunjung. Terhitung, hanya ada mereka dan tiga pengunjung lainnya, dan masing-masing terjaga seorang diri di setiap meja pengunjung.


“Aku enggak harus minta kamu buat sekolah lagi, kan?” ucap Athan penuh penekanan dan terdengar menahan kesal. “Meminta web novel yang sama persis dengan punya Keinya, kamu pikir web novel Keinya bisa di-donload?”


“Kalau memang bisa di-induksi bahkan sesar juga enggak apa-apa, asal hasilnya sama persis!” Ryunana menatap sinis Athan.


Gaya Ryunana kini kembali menjadi gaya bos angkuh andalannya. Gaya menyebalkan yang membuat setiap orang yang melihat apalagi mendapatkannya menjadi sangat kesal tanpa terkecuali Athan.


Athan mendelik tak percaya lantaran Ryunana tetap tidak mau kalah. “Ryunana, lahirnya web novel bukan karena pembuahan!” Ia mencoba bersabar dan memberi Ryunana pengertian. “Kalau web novel bisa dibuat dengan bayi tabung bahkan kasus kolam renang yang lagi viral, tentu orang-orang sepertiku juga enggak akan ada di bidang IT!”


“Aku enggak minta kamu buat berkomentar!” balas Ryunana yang justru mengomel. “Sekarang, kamu bisa kerja, enggak?!”


Athan tersenyum geli, merasa tak percaya dengan balasan Ryunana yang terdengar sangat sinis. “Kamu ini benar-benar enggak manusiawi. Bisa-bisanya kamu memarahi bahkan menghina kinerjaku, sedangkan di luar sana banyak pihak perusahaan besar berlomba-lomba mendapatkan jasaku!” protesnya.

__ADS_1


Dengan tatapan yang semakin tajam, kali ini Ryunana justru mendorong kursi tempat Athan duduk penuh tenaga, menggunakan kaki kanannya. Hal tersebut membuat kursi berikut Athan yang duduk di sana, menjadi terempas.


Athan yang geram dengan ulah Ryunana memilih bangkit dari duduknya. “Cukup, ya, Ryunana! Aku di sini hanya bekerja membuatkanmu web novel. Mengenai banyak enggaknya pengguna web novel bukan kesalahanku karena itu urusanmu!” tegasnya.


“Heh! Aku ini bosmu, dan sampai kapan pun, aku selalu benar!” balas Ryunana dengan santainya dan masih duduk santai sambil bersedekap.


“Sekalipun kamu bos aku, tetapi kamu juga enggak berhak semena-mena kepadaku yang sudah kasih hasil kerja terbaik!” balas Athan tak mau kalah. “Kalau kamu mau web novelmu ramai seperti web novel Keinya, ... usaha. Bikin acara, event atau apa?!”


“Kalau web novelku enggak bisa sebagus web novel Keinya, seenggaknya rusak atau malah sabotase web Keinya! Berapa pun jumlah bayaran yang kamu minta, akan aku kasih asal web novelku jadi yang paling ramai sekigus viral!” omel Ryunana sambil bangkit dari duduknya dan menggebrak meja menggunakan kedua tangannya. Selain tatapannya yang masih tajam, tubuhnya juga condong mengarah pada Athan.


Athan menggeleng sambil menatap kecewa Ryunana. “Pantas saja kamu ditinggalkan kekasihmu, ... kamu tamak egois begini!”


Balasan Athan yang begitu menohok, sukses mendidihkan emosi Ryunana. “Heh, Athan! Jaga ucapanmu! Apa bedanya aku sama kamu, sedangkan kita sama-sama ditinggalkan? Kamu lupa, kalau kamu juga diceraikan Keinya?!”


“Athan menatapku sedekat ini ... sebagai wanita normal yang tidak pernah diperhatikan sedangkan Athan punya tampang sekaligus otak lumayan meski dia duda Keinya ... rasanya, kok ... jadi ada yang aneh?” batin Ryunana yang tiba-tiba saja menjadi gugup. Ryunana sampai menahan napas. “Kok, ... aku jadi sampai deg-degan begini? Padahal belum lama ini ... Ben ... aku dan Ben. Ah, tidak! Ben tidak seharusnya ada karena dia bilang aku ini terlalu egois! Bahkan Ben lebih memilih wanita muda itu!” Ryunana masih bertanya-tanya dalam hatinya tentang perasaan aneh yang tiba-tiba menggeliat menguasai sanubarinya. Tentang Athan yang kini sampai menyudutkannya bahkan wajah berikut tubuh pria itu membungkuk di atas tubuhnya.


“Bahkan meski Athan dudanya Keinya ... kalau dia bisa tulus mencintaiku ... aku rela. Capek rasanya hidup sendirian tanpa perhatian sedangkan usiaku sudah sangat matang. Apalagi bulan depan saja, aku genap tiga puluh dua tahun!” batin Ryunana yang menjadi tidak berani menatap mata Athan.


Sebelah tangan Athan bertumpu pada meja, sedangkan sebelahnya lagi bertumpu pada punggung kursi keberadaan Ryunana hingga tubuhnya ada persis di atas wajah Ryunana. “Jangan pernah menyamakanku dengan dirimu, karena meski dulu aku memang bejat, tetapi tidak dengan sekarang. Aku sedang belajar menjadi orang yang lebih baik, dan aku selangkah lebih depan dari dirimu!” tegasnya.


“Meski dulu aku bejat, tetapi tidak untuk sekarang. Karena meski aku tidak sekaya dan memiliki semuanya seperti Yuan, tetapi aku juga ingin memiliki hal yang bisa Pelangi banggakan. Aku tidak mau, anak kandungku justru lebih menghargai Yuan ketimbang aku yang ayahnya sendiri!” batin Athan seiring ia yang menarik diri, menjauh dari Ryunana berikut tatapannya yang juga berangsur menepis wanita itu. “Mulai sekarang aku enggak mau kerja sama lagi sama kamu. Jangan pernah menghubungiku lagi!”

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Athan benar-benar berlalu dari hadapan Ryunana. Rasa kehilangan pun tidak dapat Ryunana halau. Athan pergi begitu saja dengan kemarahan yang menjadi akhir dari hubungan mereka. Kebersamaan selama tiga bulan terakhir yang membuat Ryunana sibuk membujuk pria itu untuk bekerja sama membuat web novel.


Ryunana benar-benar ingin berteriak, “hei, aku baru saja ingin mengajakmu berkomitmen, tetapi kamu justru ... justru meninggalkanku ...?” Namun yang ada, Ryunana hanya tertunduk pasrah kembali dengan kesendiriannya yang selalu ditemani sepi. Sungguh, tidak ada lain selain sepi yang menemani hari-harinya.


Meski Ryunana memiliki semua kemewahan sekaligus status sosial, tetapi tidak untuk urusan hubungan terlebih cinta. Dari keluarga, sahabat, apalagi lawan jenis. Jangankan sahabat bahkan kekasih, teman saja Ryunana tidak punya walau satu. Bahkan hubungannya dengan Ben tidak lebih dari sepuluh hari karena mereka lebih sering bertengkar daripada mesra layaknya pasangan pada kebanyakan. Dan mengenai Ben, ... Ben merupakan kekasih pertama Ryunana di usia Ryunana yang sudah sangat matang.


Kini, di ruang restoran yang terbilang luas keberadaannya, Ryunana merasa tersesat. Ia mengamati suasana sekitar dengan hati yang menjadi terasa semakin perih. “Aku harus bagaimana? Sendiri lagi ...?” gumamnya yang sampai menitikkan air mata. Ia terpaksa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat demi menghalau tangis yang untuk ke sekian kalinya tidak bisa ia tepis. “Aku enggak mau terus-menerus sendiri seperti ini, sedangkan Ben saja sudah akan menikah dengan wanita muda itu!” Ryunana terisak-isak dan terlihat semakin menyedihkan. Wajahnya yang awalnya judes sekaligus menjengkelkan berubah menjadi wajah yang patut dikasihani.


Bagi Ryunana, semua tentangnya yang selalu tampil sempurna dengan banyak sandiwara hanyalah nyanyian luka yang selalu ditampilkan dengan gembira. Semua keangkuhan berikut ketamakan yang dilakukannya, tak lain karena ia ingin menutupi kelemahannya. Karena jangankan pasangan, satu teman pun, Ryunana tidak punya.


***


Sedangkan bagi Athan yang sudah ada di luar restoran, tepatnya duduk di balik kemudi mobilnya, menjalani hidup dengan lebih baik merupakan bentuk cintanya kepada Pelangi. Sebab, Athan sangat cemburu ketika melihat Pelangi justru lebih dekat dengan Yuan. Dan Athan yang akhir-akhir ini semakin merindukan Pelangi, memilih menghubungi Keinya agar bisa mengaturkan jadwal pertemuannya dengan Pelangi.


Athan mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia membuka aplikasi WhatsApp, dan memilih kontak Keinya sebagai tujuannya. Namun, bukannya membuka ruang obrolan atau melakukan sambungan telepon, tangan Athan justru menekan foto profil kontak Keinya. Keinya yang memakai foto Yuan sedang memangku Pelangi sebagai foto profilnya. Yuan dan Pelangi terlihat sangat dekat mengenakan pakaian berwarna senada. Yuan mengenakan kemeja lengan panjang warna violet, sedangkan Pelangi yang semakin besar bahkan rambutnya yang tebal nyaris sepundak, mengenakan gaun lengan panjang berwarna senada. Tak ada celah jika hubungan Yuan dan Pelangi hanya hubungan sambung. Terlebih, di foto itu, Yuan sedang menunduk menatap teduh Pelangi, sedangkan Pelangi menengadah sambil tersenyum kepada Yuan.


Bersambung ....


Kangen Keinya sama Yuan? Selanjutnya, ya ....


Terus ikuti dan dukung ceritanya, ya.

__ADS_1


Salam sayang,


Rositi.


__ADS_2