
“Jangan pernah menjadikan seseorang barter apalagi taruhan, karena mereka bukan barang yang bisa seenaknya dimainkan!”
Bab 22 : Barter
***
“Jadi?” Keinya menatap Ryunana penuh pertimbangan. Ia masih menuntun Ryunana untuk melakukan pengakuan perihal apa yang sebenarnya wanita itu inginkan dan Keinya yakini di luar urusan pekerjaan sekaligus kerja sama mereka.
“Aku akan menganggap masalah naskah selesai, asal ....” Ryunana menggigit kuat-kuat bibir bawahnya.
Keinya yang sedari awal menyikapi Ryunana dengan serius, yakin jika wanita itu sengaja menggantung kata-katanya. Antara berat atau sengaja membuat Keinya penasaran.
“Katakan saja,” ucap Keinya masih berusaha menahan emosi.
“Lepaskan Yuan dan buat dia bersamaku!” tegas Ryunana tak mau membuang-buang waktu apalagi kesempatan, selagi yang bersangkutan tidak ada di sana.
Keinya refleks berucap, “oh …?!” dengan suara lirih. Beban yang memenuhi pikirannya seolah sedikit berkurang, seiring ia yang langsung mendapatkan maksud Ryunana dan sedari awal sampai tak segan kasar bahkan main tangan kepadanya. Akan tetapi, apa yang terjadi kini juga membuat Keinya merasa semakin tidak habis pikir dengan cara pikir Ryunana. Kenapa Ryunana justru meminta Yuan sebagai barter urusan mereka?
“Jangan membuang-buang waktuku! Waktuku sangat berharga dan seharusnya kamu tahu itu!” tuntut Ryunana tidak sabar. Ia sampai memelotot pada Keinya yang baginya tidak cepat tanggap padahal wanita itu cukup setuju agar urusan mereka selesai. Masalah naskah tak perlu Keinya pusingkan, sedangkan Ryunana juga bisa mendapatkan Yuan.
__ADS_1
“Jangan melibatkan orang lain dalam urusan kita.” Keinya sengaja mengingatkan Ryunana. “Kamu boleh saja meminta syarat kepadaku, asal tidak menyangkut pihak lain!”
“Bukankah nilai Yuan sepadan dengan naskah berikut perusahaanmu?” balas Ryunana terheran-heran. Ia menatap Keinya sambil bersedekap. “Kamu memiliki banyak karyawan yang harus kamu pertanggungjawabkan, kan?” tantangnya. “Mereka butuh pekerjaan yang juga harus kamu pikirkan gajinya?”
Keinya terdiam sejenak. Detik berikutnya, ia yang merasa lelah pun menunduk, di mana kabar sedih seolah menjadi bagian dari keputusannya. “Sayang sekali, ... aku bukan makelar yang memperdagangkan Yuan. Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Mintalah yang memang kumiliki saja. Dan kalau memang kamu begitu menginginkan Yuan, saranku ... langsung katakan saja pada orangnya!” Keinya sengaja mengatakannya dengan enteng sekaligus pamer agar Ryunana jengkel.
Ryunana yang masih diam terlihat sangat kecewa bahkan dongkol.
“Buat keputusan segera. Aku bahkan kita tak punya banyak waktu lagi. Jika kamu masih mau bekerja sama, aku akan mengurusnya. Namun, jika kamu memag sudah tak ingin bekerja sama, aku juga akan mengurusnya untukmu, untuk yang terakhir kalinya!” tegas Keinya.
“Satu lagi ... jangan pernah menjadikan seseorang sebagai barter apalagi taruhan, karena mereka bukan barang yang bisa seenaknya dimainkan!” lirih Keinya. Rasa muak yang menggoyahkan kesabarannya akibat cara pikir Ryunana yang tak beda dengan Athan—telah menjadikannya bahan taruhan yang seenaknya dipermainkan—membuatnya tidak tahan. Karenanya, ia memilih berlalu meninggalkan wanita tersebut sebelum ia justru melakukan tindakan kasar bahkan keji.
Keinya sengaja berhenti melangkah kemudian berdeham. “Orangnya ada di sini,” ucapnya dengan cukup lantang sambil melirik Ryunana yang terlihat menjadi gugup bahkan gelisah.
Yuan mengernyit dan menatap Keinya tak mengerti. Akan tetapi, Yuan melihat kekecewaan yang begitu besar dan sedang mati-matian Keinya tahan.
Ketika Keinya kembali melangkah dan nyaris berlalu melewati Yuan, tanpa sedikit pun menatap Keinya, sebelah tangan Yuan langsung menahan sebelah pergelangan tangan Keinya.
Dalam diamnya, jauh di pikiran Yuan tengah dihiasi permintaan khusus Rara yang beberapa saat lalu mendadak menemuinya secara pribadi.
__ADS_1
“Yu, maaf. Tapi sepertinya ada yang tidak beres dengan pertemuan empat mata Keinya dan Ryunana. Maksudku, selain Ryunana yang begitu ingin tahu hubunganmu dengan Keinya, Ryunana terkesan sangat membenci Keinya, sementara di antara kami memang sedang ada sedikit masalah.”
“Jadi, bisakah kamu membantu Keinya untuk kali ini saja? Sebenarnya begini ….”
Yuan terdiam sejenak sambil menatap wajah Keinya yang justru seolah tidak sudi menatapnya, sedangkan di ingatannya baru saja terputar permintaan Rara yang memintanya membantu Keinya. Di mana sebagai gantinya, Rara menggantikan Yuan dalam Pelangi.
“Apakah urusan kalian berhubungan denganku?” tanya Yuan yang kemudian menatap Keinya berikut Ryunana, silih berganti.
Nada suara Yuan begitu serius dan ada kemarahan di dalamnya.
Ketika Keinya tak acuh dan menepis tatapan Yuan, Ryunana justru tiba-tiba berkata, “Yu, Keinya menjadikanmu sebagai barter untuk masalah kami!”
Ucapan Ryunana membuat Keinya terlebih Yuan, sangat terkejut. Yuan bahkan sampai menatap wanita yang digandengnya, dengan tatapan tidak mengerti sekaligus terheran-heran. Dan apa yang Ryunana lakukan benar-benar melukai hati Keinya.
Sambil melangkah mendekati Yuan, Ryunana yang menjadi bahagia atas reaksi terkejut Yuan, apalagi Keinya seolah kalah telak, berkata, “awalnya aku enggak percaya, tapi karena dia begitu meyakinkanku, tentu aku enggak mungkin menolak, apalagi kamu tahu, dari dulu, … dari dulu aku sangat mencintaimu!”
Ryunana menjadi begitu antusias. Binar di matanya tak dapat menutupi kebahagiaan yang tengah meletup-letup dan seolah nyaris membuatnya melayang. “Apa yang dia lakukan sudah cukup membuktikan, tak ada wanita lain yang benar-benar mencintaim, kecuali aku.” Sambil menatap Yuan penuh cinta, ia mendekap sebelah lengan pria itu yang tidak menggandeng tangan Keinya.
Tanpa melihat apa yang terjadi pada kedua orang di sebelahnya, Keinya mengipratkan kuat-kuat gandengan tangan Yuan di tengah rasa kecewa yang perlahan merapuhkannya. Sudah Keinya duga, Ryunana memang tidak beda dengan Tiara maupun Athan. Ketiganya tipikal manusia berjiwa siluman. Di mana, manusia semacam mereka juga terbiasa hidup di atas penderitaan orang lain. Jadi, tak heran jika tipikal mereka akan terus menyakiti dan menciptakan banyak kebohongan untuk setiap kepentingan yang mereka haruskan selalu tercapai, apa pun syarat berikut risikonya!
__ADS_1
*****