Selepas Perceraian

Selepas Perceraian
Season 3 Bab 49 : Bertemu Rafaro


__ADS_3

"Rasanya sekacau ini, hanya karena bertemu dengan orang yang kita ketahui mencintai kita, tetapi kita enggak bisa membalas cintanya ...,"


Bab 49 : Bertemu Rafaro


“Jinnan ... tunggu sampai tiga tahun lagi!” tegas Pelangi untuk ke sekian kalinya, bahkan hingga terbawa mimpi.


Kim Jinnan yang belum bisa tidur dan terbaring di sebelah Pelangi, dengan setumpuk bantal yang menjadi pembatas di antara mereka, menjadi bingung sendiri.


“Ya ampun, Ngi-ngie ... sampai segitunya?” batin Kim Jinnan yang kemudian sengaja bangun untuk memastikan wajah sang istri.


Pelangi tidur memunggungi Kim Jinnan sambil mendekap sebuah bantal guling. Tak beda dengan Kim Jinnan, gadis itu juga mengenakan setelan piama panjang kendati warna berikut motif yang keduanya kenakan berbeda.


“Tiga tahun ... tiga tahun ...,” gumam Kim Jinnan sembari membelai wajah Pelangi dan menyisikan sebagian anak rambut yang menutupi wajah sang istri, ke belakang telinga, dengan hati-hati.


Kim Jinnan memandangi wajah Pelangi dengan seulas senyum yang lama-lama menjadi tak terkendali. Itu terjadi lantaran Kim Jinnan teringat awal mula hubungan mereka. Kekasih virtual-ya, begitulah awal mula mereka ada. Dengan sebuah pesan aneh yang tiba-tiba menghiasi ruang obrolan WA Kim Jinnan.


Pesan yang hanya berisi satu huruf. Huruf : P. Namun, Kim Jinnan yang merasa penasaran apalagi foto di profil nomor Pelangi langsung membuatnya jatuh hati, juga langsung membalas. Kim Jinnan langsung bergerak cepat mengandalkan modus play boy dalam mengejar cinta Pelangi. Meski awalnya masih main-main, tetapi karena diancam Kim Jungsu dan Kim Jinnan juga dpaksa memilih dan itu Pelangi, Kim Jinnan pun memulai semuanya.


Pertemuan nyata sengaja Kim Jinnan pilih untuk mempertegas hubungannya dengan Pelangi. Namun karena Pelangi tiba-tiba menghilang dan kerap telat membalas pesannya, Kim Jinnan memutuskan mencari tahu semua tentang Pelangi lebih jauh. Dan siang itu, tepat di jam pulang sekolah, semuanya pun dimulai.


Siang itu menjadi pertemuan pertama Kim Jinnan dengan Pelangi. Pelangi yang terlihat jauh lebih cantik dari yang Kim Jinnan lihat di foto maupun video. Hanya saja, yang membuat Kim Jinnan merasa bingung sekaligus kesal, tak lain karena Pelangi tidak mengenali bahkan menampik hubungan mereka. Dan setelah diusut lebih lanjut, ternyata hubungan mereka dimanipulasi oleh Kishi dan Zean dengan segala misi sekaligus tujuan kedua bocah itu. Namun, iendati demikian, Kim Jinnan yang telanjur jatuh hati pada Pelangi tak mau menyerah.


Dan untuk pertama kalinya, Kim Jinnan merasakan bagaimana ia yang biasa dikejar banyak cinta, menjadi harus megejar cinta. Mendapatkan Pelangi memang bukan perkara mudah. Tak semata latar belakang Pelangi yang bahkan masih sekolah tetapi Kim Jinnan sudah harus mengajak gadis itu menikah. Melainkan perihal Pelangi yang bahkan belum paham apa arti cinta.

__ADS_1


Namun nyatanya, Tuhan memiliki rencana lain. Rencana indah dari rencana yang tidak pernah Kim Jinnan duga. Perihal mereka yang akhirnya menikah meski harus dibarengi dengan banyak duka.


Kini, setelah semua itu terjadi, Kim Jinnan hanya ingin menjalani hidup dengan lebih baik. Menjadi orang sekaligus suami yang bisa membahagiakan Pelangi. Menjadi kepala keluarga yang akan menentukan nasib keluarga mereka. Dan Kim Jinnan yakin, bagaimanapun masa lalu sekaigus latar belakang seseorang, semua itu bukan penentu apa yang akan terjadi nanti.


Kim Jinnan yakin, meski dirinya tumbuh tanpa cinta dari keluarga, layaknya Pelangi bahkan mungkin orang-orang pada kebanyakan, tetapi Kim Jinjan pasti bisa menjadi sumber kebahagiaan untuk keluarganya. Kim Jinnan akan memastikan itu, dengan perjuangan sekaligus usahanya sendiri.


Setelah terdiam lama memandangi wajah Pelangi dengan hati yang terenyuh, antara bahagia sekaligus terharu, sebuah kecupan Kim Jinnan daratkan di punggung hidung Pelangi. Dan setelah semua itu terjadi, Kim Jinnan yang kembali memandangi wajah Pelangi justru tersenyum geli.


Awalnya, Kim Jinnan nyaris menyingkirkan tumpukan bantal yang menjadi penghalang sekaligus sekat di antara mereka. Namun, jika melihat Pelangi yang sepertinya memang belum siap, terlepas dari Pelangi yang juga sudah terlalu banyak berkorban, Kim Jinnan tidak akan memaksa. Kim Jinnan akan menunggu hingga Pelangi benar-benar Siap. Pun meski ujung-ujungnya, Kim Jinnan juga kembali mencium Pelangi dan bahkan kali ini bibir gadis itu.


Namun, untuk kali ini, apa yang Kim Jinnan lakukan sukses mengusik tidur Pelangi. Pelangi yang jengkel segera mendorong kuat-kuat kening Kim Jinnan agar menjauh dari wajahnya.


“Kim Jinnan!” omel Pelangi yang kemudian menutupi sekujur tubuhnya menggunakan selimut, benar-benar tak tersisa. Semuanya tertutup rapat oleh selimut.


“Ayolah Kim Jinnan ... tiga tahun lagi!” seru Pelangi yang uring-uringan tanpa mengubah keadaannya. Pelangi masih meringkuk memunggungi Kim Jinnan, berikut selimut yang masih menutupi sekujur tubuhnya.


Kim Jinnan yang menjadi senyum-senyum sendiri berangsur kembali merebahkan tubuhnya. Ia meringkuk menghadap punggung Pelangi disusul sebelah tangannya yang menepuk-nepuk pelan punggung kepala gadis itu.


Semuanya benar-benar seperti yang Pelangi tetapkan. Mereka memang tidur dalam kamar bahkan tempat tidur yang sama. Namun selebihnya, semuanya baik-baik saja. Pelangi yang tetap membatasi Kim Jinnan, juga Kim Jinnan yang akan mengikuti, kendati pria itu juga sering berusaha melanggar.


***


Setelah tujuh hari kematian Kim Jungsu dan acara pengajian sekaligus doa bersama di rumah juga telah usai, meski di beberapa panti asuhan masih akan berlangsung hingga hari ke seratus Kim Jungsu meninggal, Kim Jinnan dan Pelangi dijadwalkan menginap di rumah Yuan. Keduanya datang bersama lantaran sepulang kerja, Kim Jinnan sengaja menjemput Pelangi layaknya biasa. Terlebih untuk sore ini, Yuan ada pertemuan dengan klien tanpa mengikutkan Pelangi.

__ADS_1


Kim Jinnan dan Pelangi dikawal oleh pak Jo dan kedua ajudan mereka. Kedua ajudan yang jika Pelangi dan Kim Jinnan sedang tidak berada di tempat yang sama, akan dipisah. Satu mengikuti Kim Jinnan, satunya lagi mengikuti Pelangi.


Kim Jinnan keluar dari mobil di tengah kenyataannya yang masih sibuk dengan ponselnya. Kim Jinnan sedang berkirim pesan. Sedangkan Pelangi yang sudah mengetahui suaminya sedang sibuk bekerja, memilih melangkah lebih dulu seiring rasa lelah yang masih menyelimuti.


Sambil terus melangkah, Pelangi melakukan peregangan punggung, kepala berikut kedua tangannya. Meski ketika Rafaro justru Pelangi dapati keluar dari rumahnya, Pelangi menjadi celingukkan dan buru-buru kembali mendekati bahkan mendekap sebelah lengan Kim Jinnan.


Kim Jinnan sampai menatap aneh Pelangi dengan wajah dahi berikut bibir yang menjadi berkerut. “Ada apa?”


Pelangi memasang ekspresi tidak nyaman tak ubahnya perasaan berikut hatinya. Terlebih, Rafaro sudah semakin dekat dan bahkan pemuda itu sudah sampai menoleh ke arahnya.


Rafararo menjadi terus menatap Pelangi dan bahkan nyaris tak berkedip, kendati pria itu juga terus melangkah. Dan Pelangi terus menepis tatapan Rafaro yang masih saja berlebihan kepadanya. Tatapan yang dipenuhi cinta, kendati kali ini, untaian luka juga turut terpancar dari tatapan yang masih sama.


"Rasanya sekacau ini, hanya karena bertemu dengan orang yang kita ketahui mencintai kita, tetapi kita enggak bisa membalas cintanya ...," batin Pelangi.


"Kenapa kamu setegang bahkan ketakutan begitu?" tanya Kim Jinnan lantaran bukannya menjadi lebih baik, Pelangi justru semakin gelisah.


Dan ketika Kim Jinnan memastikan ke depan selaku sumber yang membuat Pelangi sekacau sekarang, detik itu juga jantung Kim Jinnan menjadi berdetak lebih lambat. Rafaro ... ternyata pemuda itu penyebabnya. Penyebab yang juga sukses membuat Kim Jinnan kesal.


"Pemuda itu menyukai Ngi-ngie, kan?" batin Kim Jinnan.


Bersambung ....


Sampai sini dulu, ya. Pindah tenpat ngetik soalnya hape Author diminta sama anak. Ini jam segini belum tidur anaknya. 😂

__ADS_1


Tanya serius, ... bagaimana perasaan kalian ketika bertemu sama orang yang mencintai kalian--orang itu sangat mencintai kalian, tetapi kalian enggak bisa balas? Kalau Author, benar-benar kayak Pelangi bahkan sempat sampai kabur biar enggak ketemu ybs >,<


__ADS_2