
Perbuatan tiba-tiba dari pria di atasnya tersebut sebenarnya serasa meremukkan tulang-tulangnya, membuat Laura merasakan sensasi kenikmatan luar biasa serta membuat urat syarafnya menegang dan kehangatan memenuhi tubuhnya.
Tidak hanya itu saja, kini ia mendaratkan tangannya ke sela-sela rambut pendek pria yang masih menguasai dirinya. Kakinya yang gemetar, seolah kehilangan tenaga akibat merasakan kenikmatan yang menghantam tubuhnya.
"Sayang," lirih Laura dengan suaranya yang terdengar serak karena lagi-lagi ia digulung gairah.
Posisi tangan yang kini telah berpindah ke arah punggung kokoh nan lebar itu, ingin menghentikan kegilaan yang membuatnya lebih terlihat seperti seorang wanita lemah terhadap belaian dan momen penyatuan diri tersebut.
Meskipun otak dan respon tubuhnya menanggapi dengan sangat berlawanan. Rasa nyeri yang awalnya dirasakan ketika urat menegang itu menembus dinding pertahannya, perlahan berubah menjadi kenikmatan kala sang suami sibuk mendaki puncak.
Bahkan saat ini ia terlihat meremas rambut pendek pria yang seolah tidak berniat untuk melepaskannya. Hingga ia ingin kembali merasakan meledak dalam sejuta kenikmatan saat sang suami sudah mulai menyatukan diri.
'Jadi, seperti ini rasanya tubuh menyatu tanpa ada jarak dan kulit sama-sama merasakan kehangatan masing-masing serta bisa mendengar detak jantung masing-masing,' gumam Laura dengan perasaan membuncah di dalam hatinya.
Namun, tidak mungkin ia meloloskan dari bibirnya karena hanya akan membuatnya terlihat lemah karena selalu kalah dari pria yang menikmati tubuhnya.
'Bagaimana dia selalu mendominasi tubuhku yang lemah.' Laura masih terus memendam perasaan berkecamuk di dalam hati saat ini karena menormalkan perasaan yang kacau balau sekaligus merasakan kebahagiaan sempurna sebagai seorang wanita sekaligus istri yang dicintai.
Puas merasakan sesuatu yang dicap sebagai miliknya dan membuat wanitanya kembali memujanya, kini Christian bisa merasakan sensasi kenikmatan luar biasa saat ia membenamkan miliknya.
Tentu saja ia sudah dua kali ini merasakan bercinta dengan seorang perawan yang pastinya jauh lebih nikmat karena seperti perkataannya tadi.
Bahwa sang istri masih sangat sempit dan itu menunjukkan jika belum pernah sekalipun bercinta karena masih perawan. Ia merasa sangat beruntung karena mendapatkan Laura yang masih perawan.
'Aku benar-benar tidak salah pilih mencari ibu dari anak-anakku. Laura memang adalah wanita yang tepat untuk kunikahi,' gumam Christian yang saat ini berpikir bahwa ia tidak akan pernah menyesali perbuatannya yang telah memilih poligami tanpa sepengetahuan Ana Maria yang merupakan istri pertamanya.
Kini, ia yang kembali mengangkat wajahnya, kembali mengarahkan tatapan intens penuh seringai.
"Nikmat, Sayang?" tanya Christian dengan tersenyum penuh kemenangan kala berhasil membuat Laura pasrah atas perbuatannya.
__ADS_1
Meskipun tadi merasakan nyeri karena sosok wanita yang baru pertama kali bercinta itu meninggalkan rasa perih pada punggungnya ketika ia menyatukan diri.
Seperti yang dilakukan oleh Ana dulu ketika mereka pertama kali bercinta dan membuatnya merasa menjadi seorang pria sejati kala berhasil merenggut keperawanan sang istri.
Laura yang kini menelan kasar saliva, tidak sabar ingin kembali merasakan kegilaan pria di hadapannya saat tersenyum menyeringai padanya.
'Iya, sangat nikmat,' lirih Laura yang hanya bisa menanggapinya di dalam hati karena merasa sangat malu jika sampai pria di atas tubuhnya mengetahui apa yang dirasakannya.
Di sisi pria itu, ia merasa menjadi seorang wanita yang sangat cantik dan seksi saat dipuja oleh sang suami yang sekaligus menjadi Dewa penolongnya.
Bahkan gairah tertahan yang telah dibangkitkan oleh pria dengan senyuman menyeringai tersebut kini semakin menyiksanya.
"Sayang, kenapa diam saja? Jawab aku. Kamu menikmatinya, kan? Aku tidak ingin kamu tidak merasakan apapun karena itu sangat merendahkan harga diriku. Aku sangat mencintaimu dan ingin kamu merasa bahagia saat kita bercinta," lirih Christian dengan berbisik di dekat daun telinga wanita yang dari tadi hanya diam saja tersebut.
Kalimat bernada manis yang saat ini telah berhasil meluluhlantakkan dunianya, seketika membuat Laura merasa semakin lemah karena merasa pria dengan segala kesempurnaan tersebut benar-benar memuja dan menghujaninya dengan banyak cinta.
"Iya, aku sangat menikmatinya. Apa kamu puas? Aku tidak perlu mengatakannya karena bagiku cukup dengan respon tubuhku," ucap Laura yang kini memilih untuk meraup bibir tebal pria yang berada di atasnya dan merasakan kenikmatan luar biasa begitu sang suami kini kembali bergerak dengan irama teratur dan membalas ciumannya.
Bahkan ia sudah melingkarkan tangannya pada punggung kokoh yang memblokir semuanya.
Tubuh Laura saat ini melengkung ke atas dan di saat bersamaan, bergetar hebat karena sosok pria yang berada di atasnya semakin bergerak cepat.
Kini, bukan hanya ia yang meloloskan ******* dan rintihan. Namun, ia bisa mendengar nada geraman seksi yang terdengar di telinganya dari sosok pria yang sudah memanjakannya.
Pemandangan dua insan yang saat ini sama-sama ingin memuaskan pasangannya dan tidak mempedulikan apapun lagi karena hanya ingin mencapai puncak kenikmatan hakiki bersama.
Suara ******* dan lenguhan panjang menghiasi ruangan kamar tersebut saat napas memburu terdengar sangat jelas bahwa keduanya sama-sama dibakar api gairah yang sebentar lagi akan meledakkan definisi orgasme luar biasa saat mencapai puncak kenikmatan sejati.
Christian kali ini pun ingin menjadi pemimpin dan dari tadi tidak berhenti tersenyum menyeringai saat berhasil membuat sosok wanita di bawahnya bergerak seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
Bibirnya yang sudah sibuk menyesap dan mengeksplore setiap sudut bibir Laura, tak lupa kedua tangannya memeluk erat tubuh ramping itu.
"Sepertinya kamu mau keluar, Sayang."
Ia bisa merasakan pergerakan hebat dari tubuh yang menegang di bawahnya dan makin bergerak liar.
Tentu saja ia tahu bahwa wanitanya saat ini telah mencapai puncaknya dan berhasil dikalahkan olehnya. Sementara ia masih belum mencapai ******* meskipun merasakan kenikmatan.
Laura kini menormalkan deru napas memburu yang dirasakan setelah merasa sangat lemah akibat perbuatan pria yang membuatnya mencapai puncak kenikmatan.
Beberapa saat yang lalu, ia sudah terbuai dengan pergerakan sang suami, refleks membuat lonjakan gairah mengakar dan bertalu-talu dalam aliran darahnya. Seolah menunjukkan bahwa ia saat ini benar-benar sedang digulung gairah. Ia sadar bahwa sang suami benar-benar berhasil memiliki dirinya seutuhnya.
Saat mencapai puncak kenikmatan, Laura menggigit bibir bawahnya saat merasakan kenyerian sekaligus kenikmatan luar biasa melebur menjadi satu saat dihantam oleh gelombang gairah yang meledak dan membuat urat syarafnya menegang saat pria yang ada di atasnya tersebut semakin bergerak liar.
Meskipun sebenarnya itu bukan pertama kalinya dan ia malah menikmati saat sang suami semakin menunjukkan kehebatan di atas tubuhnya dan berkali-kali membuat ******* lolos dari bibirnya.
Bahkan saat ini tangannya menegang dalam kuasa seorang pria dengan tubuh kekar berotot penuh dengan sejuta pesona tersebut.
Ia merasa bahwa jantungnya berdebar dan kulit memanas saat memilih menyusup ke dalam pelukan pria itu tanpa berpikir karena merasa telah kehilangan akal sehatnya saat Christian menghantamnya dengan sejuta kenikmatan.
"Sayang!" jerit Laura yang merasakan tubuhnya kembali menegang untuk kedua kalinya. Bahkan kini ia sibuk mendesah dan melenguh panjang hingga berkali-kali.
Keduanya kini saling menyentuh dan saling mencicipi serta membelai intim yang diiringi ******* dan menghiasi ruangan kamar.
Bahkan ia masih bergerak dengan ritme teratur untuk semakin membuat wanitanya tergila-gila padanya dan ditunjukkan oleh napas tersengal saat ia menarik diri.
"Aku mencintaimu, Istriku. Apa kamu juga mencintaiku?" tanya Christian yang baru saja menormalkan deru napas memburu setelah mencapai puncak kenikmatan.
To be continued...
__ADS_1