365 Days With You

365 Days With You
Terlalu ceroboh


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Andika Syaputra yang merasa sangat stres di ruang kerja, tidak fokus bekerja karena mengingat penolakan lamarannya dari sosok wanita yang membuatnya tertarik dan ingin melepas masa lajang untuk pertama kalinya.


Ia awalnya merasa marah dan tidak terima ditolak, tapi menyadari jika perbuatan kasar hanya akan membuatnya terlihat buruk di mata wanita itu, sehingga memilih untuk tidak menyerah mencuri hatinya dengan sering datang ke club ketika pulang kerja.


Namun, satu minggu kemudian tidak melihat wanita yang dicari dan mendapatkan kabar jika ternyata sudah mengundurkan diri. Ia merasa sangat marah dan berusaha untuk mencari wanita yang membuatnya terobsesi untuk memiliki dan mendapatkan informasi dari orang suruhannya, jika ternyata bekerja di rumah baru Anastasya.


Selama beberapa hari ia memikirkan apakah itu hanyalah sebuah kebetulan ataukah rencana dari wanita yang sangat dibencinya tersebut untuk membuatnya berpisah dengan Cleopatra.


Bahkan ini sudah satu minggu berlalu dan membuatnya tidak bisa menahan diri lebih lama. "Aku harus bertemu dengan Cleopatra dan ingin tahu apa sebenarnya niat dari Anastasya yang memperkerjakannya di rumah."


Andika ini bangkit dari kursi kerja dan meraih jas yang digantung, lalu buru-buru memakainya dan berjalan keluar ruangan kerjanya. Hingga ia pun sudah masuk ke dalam lift dan menatap ke angka digital yang dianggap sangat lama bergerak.


Ia tidak sabar ingin segera datang ke rumah wanita yang membuatnya sangat ingin menghabisinya. "Awas saja jika benar dia melakukan semua ini karena aku. Aku tidak akan tinggal diam."


Begitu pintu kotak besi di hadapannya terbuka, Andika segera melangkahkan kaki panjangnya keluar dan menuju ke parkiran. Hingga ia langsung mengemudikan kendaraan keluar dari perusahaan menuju ke alamat Anastasya yang baru didapatkan dari orang suruhannya.


"Anastasya, jika sampai kau mempengaruhi Cleopatra agar tidak menerimaku, aku benar-benar akan membuatmu tamat." Dengan mengempaskan tangannya pada kemudi dan wajahnya memerah karena membayangkan apa yang ada di pikirannya benar.


Hingga setelah 45 menit menempuh perjalanan menuju alamat rumah baru Anastasya, kini mobil mewah yang dikendarainya sudah berbelok di area cluster mewah pusat kota dan membuatnya mengerutkan kening karena mengetahui jika area itu ditempati oleh orang-orang berkelas.


"Wah ... pintar juga dia mencari rumah. Di sini hanya orang-orang konglomerat saja yang bisa membeli rumah area ini karena mempunyai harga yang fantastis." Saat fokus untuk mencari alamat, beberapa saat kemudian menemukannya.


Rumah yang sangat megah dan menjulang tinggi dengan area depan pintu gerbang berukuran raksasa berwarna hitam. Andika yang saat ini turun dari mobil setelah memarkirkan kendaraannya bersama dengan beberapa kendaraan lain.


Ia merasa sangat heran kenapa ada banyak mobil di depan rumah. Berpikir ada acara di dalam sana, sehingga membuatnya bertanya pada security yang berjaga.

__ADS_1


Namun, belum sempat ia bertanya, mana sudah disuruh masuk oleh security.


"Acara baru dimulai, Tuan. Masuk melalui pintu ini." Security yang menjaga pintu gerbang, memang tidak membukanya karena mengetahui jika saat ini acara dimulai.


Jadi, menyuruh tamu yang belakangan hadir untuk masuk melalui pintu kecil di sebelah kiri yang biasa digunakan untuk keluar masuk.


Andika hanya mengiyakan dan tidak berniat untuk bertanya karena saat ini yang dipikirkannya hanyalah ingin mencari tahu apa yang terjadi di dalam sana.


Saat menyusuri halaman yang sangat luas dan sejauh mata memandang melihat beberapa tanaman perdu serta hias yang sangat terawat. Hingga ia melihat indah yang dipasang dan dekorasi dengan banyaknya bunga menghiasinya.


"Acara apa itu?" Andika yang saat ini langsung berbaur dengan beberapa tamu undangan sekaligus mencari keberadaan dari Cleopatra, tapi tidak menemukannya dan begitu mendengar suara yang memakai microphone dan menggema di sana, cara mengetahui jika itu adalah pernikahan.


Ia bahkan sudah duduk di kursi paling belakang karena hanya tersisa di sana. Awalnya ia tidak ingin mengacaukan acara itu karena sibuk mencari wanita yang diincarnya mungkin bekerja sebagai pelayan.


"Laura Anastasya Prameswari binti Zayden Putra? Aku tidak salah dengar, kan? Bukankah itu adalah nama lengkap sepupuku yang menghilang setelah kecelakaan? Bahkan nama Prameswari adalah nama belakang ibunya yang telah meninggal?"


"Bahkan perusahaan memakai nama istri karena Paman dulu sangat mencintainya," lirih Andika yang saat ini mencoba untuk mengingat semua hal mengenai Anastasya yang mengaku adalah seorang warga asing.


Hingga ia menyadari sesuatu ketika mengingatnya. Bahwa wajah Laura memang sangat mirip dengan sepupunya yang sudah lama tidak ditemui, tapi masih mengingatnya dengan baik.


'Sial! Jadi, wanita ****** itu adalah Laura? Dia ternyata menipu kami semua. Aku benar-benar akan memberikannya pelajaran hari ini,' sarkas Andika yang saat ini seketika bangkit dari kursi dan berjalan ke depan untuk mengacaukan acara dan memastikan bahwa wanita itu benar-benar sepupunya.


"Tunggu!" Ia baru membuka suara begitu berada tak jauh dari meja penghulu. Hingga ia bisa melihat tatapan penuh kebencian dari wanita yang ternyata adalah sepupunya dan membuatnya kini bertepuk tangan karena salut pada semua drama yang dimainkan untuk mengelabui keluarganya.


"Wah ... bukankah indah sangat luar biasa dan perlu untuk dipertanyakan? Kenapa kau tidak mengundang keluargamu sendiri saat menikah, Sepupuku?" Andika saat ini berjalan semakin mendekati pengantin wanita tersebut.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya kau lakukan di sini? Aku bahkan tidak mengundangmu!" sarkas Laura yang merasa sangat murka melihat sepupunya tiba-tiba datang.


Ia bahkan merasa heran bagaimana bisa pria itu masuk tanpa sepengetahuan orang lain. "Pengawal, bawa pria ini keluar!"


Mario pun merasa sangat marah melihat Andika dan ingin sekali meninju wajahnya hingga bapak belur, tapi tidak ingin acara kacau dan malah pernikahannya tertunda.


Mario saat ini berjalan mendekati sosok wanita yang pria yang tersenyum menyeringai padanya. "Pergilah dari sini karena kau tidak tahu malu datang tanpa diundang."


Bahkan peristiwa yang dari tadi fokus pada acara ijab qobul, seketika membulatkan mata begitu melihat Andika Syaputra datang. Ia bahkan langsung menyerahkan putranya pada sang ayah dan beralih bergerak untuk menahan pergelangan tangan pria itu.


"Pergilah dan jangan buat kekacauan di sini karena ini bukan taman bermain untukmu!" sarkas Christian yang mengarahkan tatapan tajam dan berharap Andika segera pergi.


Saat sama sekali tidak merasa takut mendapatkan ancaman dari banyak orang dan juga bodyguard hendak membawanya pergi, Andika Christian.


"Kau pasti ingin disebut seorang suami baik hati dan bijak oleh semua orang karena melepaskan mantan istri menikah dengan pria lain dan menghadiri acara pernikahan. Kau memang sangat luar biasa?"


"Aku datang ke sini tidak memperdulikan pernikahan wanita itu karena ingin mencari wanitaku." Ia kemudian beralih menatap ke arah Laura yang masih menatapnya tajam. "Sepupu, di mana kekasihku saat ini?"


Laura yang saat ini memerah wajahnya, mengepalkan tangan dan ingin sekali mengarahkan pada sepupunya tersebut. Namun, ketika ia menyadari kecerobohannya karena memilih untuk membawa wanita yang disukai sepupunya untuk tinggal bersamanya.


"Aku terlalu ceroboh," ucap Laura yang saat ini melirik ke arah Mario.


"Tidak apa-apa, Sayang karena aku akan membereskannya." Mario tidak ingin Laura menyesali keputusannya untuk merekrut Cleopatra. Ia saat ini berjalan menuju ke arah sang ayah untuk meminta ponselnya yang tadi dititipkan.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2