365 Days With You

365 Days With You
Apa kamu tidak menyesal?


__ADS_3

Christian saat ini hanya diam saja karena jujur saja ia merasa ragu pada perkataan sosok wanita yang diketahuinya masih sangat muda dan terpaut jauh darinya. Ia tengah melihat kejujuran dari perkataan wanita yang kembali menikmati cocktail sambil tersenyum nakal padanya.


'Bagaimana bisa aku percaya pada perkataan wanita ini saat melihat gelagatnya yang seperti seorang wanita penghibur. Apalagi ia bilang merupakan seorang wanita kaya yang tidak butuh uang.'


Saat memikirkan perkataan dari Laura, kini Christian memilih untuk menggali tentang semua hal dari wanita yang duduk di hadapannya karena semakin lama berbicara dengan Laura, membuatnya penasaran.


"Jadi, kamu sama sekali tidak tertarik pada uang saat mengajakku tidur bersama? Kamu tahu, aku benar-benar sangat terkejut dengan pengakuanmu. Baru kali ini aku bertemu dengan seorang wanita yang mengaku perawan, tapi bisa sangat percaya diri mengajak seorang pria untuk bercinta."


Christian tidak ingin melanjutkan minum karena khawatir akan mabuk berat dan melakukan kesalahan fatal, yaitu tidak bisa menolak tawaran menggiurkan dari wanita muda, cantik nan seksi yang mengaku masih perawan itu.


Meskipun di hati kecilnya sempat terbersit sebuah keinginan untuk menawarkan sesuatu hal mengenai keinginannya untuk memiliki keturunan dari seorang wanita normal.


Bahwa seorang wanita cantik seperti Laura bukanlah pilihan yang mudah untuk ditolak dan membuatnya ingin mengatakan niatnya, tapi masih berusaha menahan diri.


Ia ingin tahu semua hal mengenai Laura agar bisa memutuskan untuk mengatakan niatnya atau tidak. Hingga ia kini memang telinga lebar-lebar begitu wanita cantik itu membuka mulut saat beralih menatapnya dengan posisi menyangga kepala dengan tangan kanan.

__ADS_1


"Jadi, kamu merasa penasaran kenapa aku bisa seperti ini padamu?" Laura yang menjeda perkataannya karena ingin melihat reaksi pria tampan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Hingga ia seketika mengulas senyuman begitu melihat anggukan kepala dari pria dengan rahang tegas dan bulu-bulu halus di sekitar dagu yang semakin menambah kesan macho tersebut.


"Apa kau pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Itu adalah jawabannya. Selama ini ada banyak bule tampan yang menggodaku, tapi aku sama sekali tidak tertarik karena fokus mengejar impian untuk mendapatkan gelar di sini seperti harapan keluargaku."


"Tapi sekarang aku sudah mendapatkannya dan ingin membayar semua perjuanganku dengan bersenang-senang sekali saja. Apa tidak boleh? Bukankah di zaman sekarang ini keperawanan bukanlah sesuatu yang penting karena pergaulan para anak muda saat ini sudah keluar batas?"


Laura yang selama ini tinggal di New York sudah sering melihat bagaimana teman-temannya yang menganggap hubungan intim adalah sebuah hal wajar dilakukan bagi pasangan yang sama-sama saling mencintai.


Saat ia melihat Christian, ia ingin mendapatkan kasih sayang yang diinginkan dan membuatnya merasa seperti seorang musafir di Padang pasir yang tiba-tiba mendapatkan sumber mata air yang dianggap bisa menghapuskan dahaganya.


"Aku bukanlah seorang wanita yang gampang jatuh cinta, Christian karena kamulah satu-satunya pria yang bisa melakukannya padaku. Aku jatuh cinta pada pria dingin yang datar sepertimu."


Laura yang di bawah pengaruh minuman keras, kini berbicara sesuai dengan apa yang dirasakan dan berharap pria yang menjadi pilihannya itu tidak akan menolaknya.

__ADS_1


"Apalagi kamu tadi membanggakan kesetiaan pada istrimu dan berkata tidak akan pernah mengkhianati istrimu." Mengangkat ibu jari untuk mengungkapkan kekagumannya.


"Jujur saja aku tadi sangat kecewa begitu mengetahuinya, tapi berpikir bahwa takdir tidak pernah berpihak padaku dan aku sudah terbiasa mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku."


Ada nada kegetiran defensif dari kalimat terakhir Laura yang berbicara tanpa beban untuk pertama kalinya. Selama ini ia selalu memakai topeng keceriaan saat bersama dengan teman-temannya karena tidak ingin dianggap sebagai wanita lemah dan cengeng.


Itu karena ia tidak ingin diinjak-injak oleh orang lain jika menunjukkan sisi terlemahnya dan selalu berakting menjadi seorang wanita kuat, sehingga melampiaskan perasaan dengan minum-minuman keras serta merokok agar tidak dianggap sebagai seorang wanita polos.


Itu adalah sebuah benteng pertahan bagi Laura dan membuat para pria yang menggodanya tidak berani berbuat jauh jika ia tidak menanggapinya.


Sementara itu, Christian yang tadi penasaran, kini semakin tertarik dan ingin mendengar lebih jauh. Perlahan ia sedikit mengerti apa yang dipikirkan oleh seorang wanita muda di hadapannya.


"Kamu cantik, Laura. Seharusnya kamu memilih seorang pria yang masih single dan menikah setelah melakukan hubungan intim yang kamu inginkan. Apa kamu tidak menyesal melepaskan keperawananmu pada pria beristri sepertiku?"


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2