365 Days With You

365 Days With You
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Sementara di sisi lain, Vicky yang merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada wanita itu, seketika langsung membawa koper milik bosnya tersebut mendekati ruangan ICU.


Ia bisa melihat dari kaca ketika bosnya sudah berada di dalam ruangan dan berdiri di belakang dua perawat yang tengah memeriksa kondisi pasien dengan banyak alat di tubuhnya.


Bahkan ia merasa tubuhnya meremang karena membayangkan banyaknya alat menempel pada tubuh pasien. "Wanita itu sangat malang sekali karena masih sangat muda sudah banyak alat-alat yang menopang kehidupannya setelah kecelakaan."


Di dalam ruangan ICU, Christian tadi yang langsung masuk tanpa permisi, seketika bertanya untuk mengobati rasa penasarannya. "Apa yang terjadi, Suster? Kenapa dengan Laura? Apa terjadi sesuatu hal yang buruk?"


Sementara itu, perawat saat ini memberikan sebuah kode agar pria itu tidak berisik saat dokter yang baru datang, langsung memeriksa kondisi pasien.


"Sebaiknya Anda tunggu di luar saja, Tuan. Dokter akan menjelaskan nanti setelah memeriksa secara menyeluruh kondisi pasien."


Christian dengan berat hati melaksanakan perintah itu dan saat ini tengah menunggu apa yang akan dijelaskan oleh dokter padanya. Sebelum keluar dari ruangan ICU, menatap ke arah Laura yang masih bernapas dan suara detak jantung masih tertampil di layar monitor.


Hal itulah yang membuatnya sedikit lega meskipun tidak sepenuhnya karena paling tidak jantung Laura masih berdetak.


'Syukurlah detak jantung Laura masih belum berhenti. Aku tadi sangat takut jika para perawat itu berlarian karena alat sudah menunjukkan detak jantung Laura berhenti.'


Saat Christian sudah berada di luar ruangan ICU dan menunggu penjelasan dari dokter setelah memeriksa Laura, ia bisa melihat jika asistennya ternyata tidak langsung pulang dan berada di sana.

__ADS_1


"Kau masih ada di sini? Kenapa tidak langsung pulang ke apartemenmu?" Christian saat ini mendaratkan tubuhnya di kursi tunggu.


Ia seolah kehilangan tenaga saat memikirkan wanita yang berada di dalam sana tengah berjuang melawan maut.


Vicky saat ini berubah pikiran untuk pulang karena berpikir bahwa ia ingin menemani bosnya yang terlihat sangat mengenaskan saat mengkhawatirkan keadaan dari wanita lain yang bukan merupakan istrinya.


Ia duduk di sebelah pria dengan wajah murung tersebut. "Saya akan menemani Anda di sini. Kebetulan saya tidak punya kekasih. Jadi, meskipun malam ini sudah masuk weekend, tidak berarti sama sekali."


Vicky saat ini sudah berusia 28 tahun, tapi iya tidak ikut tren zaman sekarang yang dengan mudah mendapatkan para wanita dan melakukan hubungan terlarang. Bahkan menganggap bahwa **** sebelum menikah adalah sebuah hal yang biasa.


Ia tidak ingin masuk ke dalam lembah kenistaan yang terjadi di kalangan para anak muda zaman sekarang. Jadi, tidak tertarik untuk pacaran dengan lawan jenis karena berencana untuk langsung menikah jika menemukan wanita yang dirasa tepat.


Jadi, ia tidak merasa bingung untuk mengeluarkannya karena jika sudah saatnya akan keluar sendiri tanpa harus melibatkan lawan jenis.


"Sepertinya kau sangat ingin tahu tentang Laura. Jadi, ingin menemaniku di sini dengan alasan kasihan padaku. Tapi lebih baik ada kau di sini karena saat sendirian menunggu kabar dari dokter, membuatku merasa seperti orang yang tidak punya siapa-siapa di muka bumi ini."


Christian bisa mengerti perasaan Laura yang menceritakan jika besar di New York tanpa orang tua. Bahwa Wanita itu sangat giat belajar untuk mengejar cita-citanya.


Meskipun ia tidak tahu cita-cita apa yang dikejar oleh Laura, tapi paling tidak mengetahui jika itu ada di Jakarta. Kini, ia menatap ke arah Vicky yang sudah dianggap seperti saudara sendiri.

__ADS_1


"Sampai mati pun, kau tidak boleh mengatakan apapun pada Ana karena aku akan membunuhmu jika sampai istriku mengetahui tentang Laura." Christian menunjukkan wajah penuh dengan ancaman agar pria di sebelahnya tersebut takut padanya.


"Siap, Tuan Christian. Anda tidak perlu merasa takut karena saya masih ingin hidup. Apalagi saya belum menikah dan belum merasakan bagaimana rasanya surga dunia yang dikatakan oleh semua orang."


Vicky yang saat ini masih belum punya bayangan tentang wanita yang pantas untuk dinikahi, jadi belum tahu kapan akan mengakhiri masalah jam dan bisa merasakan bagaimana bermesraan dengan istri.


Bahkan ia merasa sangat iri pada pria itu karena memiliki istri yang cantik seperti Ana Maria yang menjadi idaman banyak pria. Sayangnya semua itu hanyalah sebuah keindahan di mata orang karena nyatanya sampai sekarang belum juga dikaruniai keturunan.


Jadi, ia merasakan perbuatan bosnya adalah sebuah hal yang wajar jika sampai menginginkan wanita lain dan pastinya ingin memiliki seorang anak untuk meneruskan garis keturunan.


Apalagi bosnya tersebut adalah anak tunggal dan menjadi satu-satunya harapan bagi keluarga. Jika sampai garis keturunan berhenti, pastinya akan membuat banyak orang menyayangkan serta pihak keluarga pasti tidak akan terima.


"Saya akan selalu menjaga rahasia Anda sampai ajal menjemput, Tuan Christian."


Christian yang saat ini percaya pada semua yang dikatakan oleh asisten pribadinya tersebut, cantik katanya berdiri dari kursi begitu melihat dokter berseragam putih tersebut berjalan keluar dan menghampiri.


"Apa yang terjadi dengan kekasih saya, Dokter? Dia baik-baik saja, bukan?" tanya Christian yang saat ini menunggu dengan perasaan dipenuhi kekhawatiran.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2