
Christian yang merasa sangat gemas dengan raut wajah penuh penasaran dari Laura, saat ini mencubit ringan pipi putih wanita dengan bibir sensual tersebut.
"Kamu pasti merasa sangat penasaran, ya? Jadi, saat itu kamu mengajakku menikah begitu aku mengatakan tidak ingin berhubungan dengan para wanita. Bukankah kamu adalah wanita luar biasa karena berani melamar pria yang baru saja ditemui?" ucap Christian dengan terkekeh geli.
"Wah ... rasanya ini sangat konyol jika benar-benar terjadi. Padahal menurutku, kamu tidaklah semenarik itu hingga membuatku sampai tergila-gila dan melamarmu." Laura bahkan saat ini mengizinkan mata sambil menatap intens iris tajam berkilat pria di hadapannya.
Laura ingin mencari sebuah kejujuran dari sosok pria yang malah menampilkan wajah masam seolah kesal pada jawabannya. Hingga ia seketika terkekeh geli melihat raut wajah dengan bibir mengerucut tersebut.
"Apa tanpaku ini adalah seorang penipu? Aku bahkan mengatakan hal yang sejujurnya mengenai dirimu yang sangat tergila-gila padaku karena jatuh cinta pada pandangan pertama."
Christian yang merasa sangat kesal pada tanggapan Laura karena tidak memujinya tampan, seketika membungkam bibir sensual di hadapannya saat hendak membuka suara.
Laura yang awalnya ingin menjelaskan tentang pemikirannya jika seorang wanita mempunyai harga diri yang tinggi dan tidak mudah untuk mendekati lawan jenis, tapi tidak bisa melakukannya ketika bibirnya sudah dilumat lembut.
Ia bahkan beberapa kali mengerjapkan mata karena merasa sangat shock ketika mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Christian. Hingga ia yang awalnya hanya diam mendapatkan ciuman lembut, lama-kelamaan menikmatinya dan mulai membalas.
Christian sebenarnya tadi hanya berniat untuk membungkam bibir Laura karena merasa kesal, tapi karena merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak mau melepaskan kuasa, sehingga mulai perlahan menyesat serta ******* bibir pucat yang kering itu.
Apalagi ia berpikir ingin membasahi bibir kering yang seolah kekurangan cairan itu dan merasa sangat senang saat Laura mau membalas ciumannya.
Hingga ia pun mengarahkan tangan kanan Laura pada leher belakang agar memeluknya erat saat berciuman.
Bahkan saat berciuman dengan Laura, selalu mengingatkannya pada momen di mana mencuri ciuman pertama wanita itu saat berada di klub malam dengan diiringi hentakan musik DJ dan lampu remang-remang yang membuat suasana makin panas dan liar.
Hingga ia melupakan semuanya termasuk wanita yang sudah 10 tahun menjadi istrinya karena saat itu mengajak Laura untuk melanjutkannya di hotel.
Meskipun semuanya gagal karena Laura mendapatkan telepon tiba-tiba dan tidak kembali lagi, sehingga membuatnya kesal sekaligus kecewa.
Namun, sama sekali tidak menyangka jika takdir tetap berpihak padanya ketika bisa berada dalam satu pesawat dan akhirnya sekarang berada dalam mobil yang sama sebagai suami istri yang sah di mata agama.
Bahkan Christian tidak bisa berhenti dan tangannya sudah bergerilya mengincar 2 gundukan sintal yang sangat padat dan pas di genggaman.
Hingga ia pun bisa mendengar suara ******* lirih Laura dan membuatnya makin bersemangat untuk memberikan sensasi kenikmatan-kenikmatan kecil untuk memperkenalkan seperti apa ritual sebelum mendaki puncak kenikmatan yang sering disebut sebagai surga dunia oleh para pasangan.
__ADS_1
Laura yang merasa bahwa tangan sang suami makin liar karena masuk di balik pakaiannya agar bisa leluasa menyentuh setiap sudut tubuhnya, seketika membuatnya tersadar jika saat ini berada di dalam mobil.
Refleks ia mendorong dada bidang itu agar menjauh dan melepaskan ciuman karena tidak ingin kegilaan mereka diketahui oleh supir.
"Kenapa kita bisa berbuat segila ini?" lirih Laura yang berbisik di dekat daun telinga Christian.
Ia bahkan saat ini masih sibuk menormalkan deru napas yang hampir habis karena tidak berhenti diserang oleh pria yang menciumnya tersebut.
Sementara itu, Christian hanya tertawa menanggapi nada protes dari wanita dengan raut wajah memerah tersebut.
"Karena kamu selalu membuatku tidak bisa berhenti, Sayang. Aku tergila-gila padamu dan ingin selalu bersamamu."
Kemudian ia melakukan hal sama seperti Laura dengan berbisik di dekat daun telinga wanita itu. "Apalagi kita belum melakukan malam pertama setelah menikah."
Kemudian mengarahkan tangan Laura pada pipinya. "Aku selalu merasa tubuhku selalu memanas saat menciummu dan ingin melanjutkannya lebih jauh. Tapi tidak mungkin melakukannya saat kamu masih belum pulih sepenuhnya."
"Aku akan sabar menunggu hingga kamu benar-benar sembuh, Sayang. Jadi, anggap yang tadi adalah sebuah pemanasan." Kemudian bergerak mundur dan menatap raut wajah yang masih memerah karena malu itu.
"Seandainya ada cermin di sini. Wajahmu bahkan saat ini seperti kepiting rebus," ejek Christian dengan terkekeh geli.
"Iiish ... menyebalkan sekali karena ini adalah pertama kali kita melakukan hal gila seperti ini. Aaah ... sudahlah! Lupakan semua yang terjadi hari ini," ucap Laura yang saat ini kembali menghadap ke depan.
Ia benar-benar seperti tidak punya muka lagi berhadapan dengan Christian karena sangat malu, sehingga memilih untuk kembali merebahkan tubuhnya di dada bidang pria yang selalu membuatnya merasa nyaman.
Namun, ia tidak berhenti tersenyum karena merasa sangat bahagia sekaligus berbunga-bunga hatinya ketika merasa dicintai luar biasa oleh seorang pria.
'Terima kasih, Tuhan karena telah mengirimkan pria sebaik ini untukku,' gumam Laura yang saat ini merasa sangat bahagia bisa bersama dengan pria sebaik dan setulus Christian.
'Aku berjanji akan menjadi seorang istri yang baik untuk Christian,' gumam Laura yang saat ini memikirkan sesuatu dan ingin bertanya pada pria yang kembali memeluknya dari belakang.
"Ngomong-ngomong, kamu ingin cepat memiliki anak atau menundanya?" tanya Laura yang ingin mencari tahu apa yang diinginkan oleh sang suami agar bisa membuatnya melayani dengan baik sosok pria yang membuat perasaannya selalu tidak menentu karena berbunga-bunga.
Sementara itu, Christian yang saat ini beberapa kali mengerjakan kedua mata karena merasa pertanyaan Laura adalah sesuatu hal yang dari dulu diharapkan.
__ADS_1
Apalagi dulu Laura mengatakan padanya tidak ingin mempunyai anak karena berpikir masih muda dan masa depan masih panjang. Namun, hari ini seolah kebaikannya mendapatkan sebuah balasan secara kontan dan membuatnya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas.
"Aku tidak ingin menunda memiliki anak darimu, Sayang. Aku ingin segera memiliki keturunan dari buah cinta kita. Apa kamu sudah siap untuk menjadi Ibu dari anakku?" tanya Christian dengan perasaan tidak karuan karena menunggu jawaban dari Laura yang tidak langsung menjawab.
Seolah tengah memikirkan keputusan mengenai keturunan yang sangat diharapkannya selama ini karena tidak bisa mendapatkannya dari sosok istri pertama.
'Semoga Laura tidak mempunyai keinginan untuk menunda memiliki anak. Aku tebakan sudah terlalu tua untuk menunda memiliki keturunan,' gumam Christian yang saat ini memasang telinga lebar-lebar begitu mendengar suara dari wanita di hadapannya.
"Aku akan menuruti apapun keinginanmu dan jika memang kamu sudah menginginkan anak, aku tidak akan menundanya. Pasti kebahagiaan ini akan semakin sempurna setelah hadirnya buah cinta kita." Akhirnya Laura mengungkapkan jawaban setelah beberapa saat memikirkannya.
Bahkan ia berpikir jika memiliki seorang anak di usia muda akan membuatnya masih cantik ketika suatu saat nanti anaknya sudah besar.
"Aku tidak keberatan menjadi mama muda," ucapnya dengan terkekeh geli ketika membayangkan memiliki seorang anak di usianya yang masih muda.
Refleks Christian langsung beberapa kali mengecup lembur pipi putih Laura karena sangat gemas serta bahagia. "Terima kasih, Sayang karena mau memenuhi keinginanku untuk memiliki seorang anak."
"Aku janji akan menjadi seorang suami serta ayah yang baik untukmu dan anak kita." Christian kini kembali mengeratkan pelukannya untuk mengungkapkan kebahagiaan luar biasa yang didapatkan hari ini ketika Laura menyetujui harapannya untuk segera memiliki seorang anak.
Laura merasa sangat terharu ketika melihat kebahagiaan Christian saat ia memutuskan untuk tidak menunda kehamilan. "Aku ingin kita selamanya bersama seperti ini, jadi jangan berterima kasih padaku seolah aku adalah orang yang menolongmu."
Christian merasa tertampar dengan perkataan dari Laura dan membuatnya menelan saliva dengan kasar. 'Laura seperti menyadari jika aku sangat menginginkan anak karena tidak mendapatkannya dari Ana.'
Ia saat ini berpura-pura tertawa untuk menyembunyikan perasaan tidak karuan karena bingung harus menjawab apa. Namun, ia seketika mengiyakan harapan Laura agar wanita itu tenang dan tidak berpikir macam-macam padanya.
"Tentu saja kita akan selalu bersama, Sayang karena aku sangat mencintaimu. Kita akan membesarkan anak kita bersama dengan penuh kasih sayang." Kemudian ia kembali mengusap lembut rambut panjang yang tergerai di bawah bahu tersebut.
Namun, ia mengingat Ana Maria ketika dulu sering melakukan hal yang sama dan membuatnya merasa bersalah karena telah melibatkan perasaan dua wanita.
'Ana, maafkan Aku karena saat ini melakukan sesuatu di belakangmu. Aku tidak mungkin menuntut cerai dan meninggalkanmu saat kamu tidak bisa memberikanku keturunan. Aku pun saat ini bahagia bisa bersama dengan Laura yang setuju untuk memberikanku anak.'
'*Aku tidak tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti pada hubungan kita, tapi sangat berharap tidak akan kehilangan kalian berdua.'
'Kalian sama-sama memiliki arti penting dalam hidupku dan aku tidak bisa memilih salah satu*,' gumam Christian yang saat ini menunjukkan tempat yang menjadi ikon kota Bandung dengan mengarahkan jari telunjuk pada bangunan tinggi yang baru saja dilewati.
__ADS_1
To be continued ...