365 Days With You

365 Days With You
Perjalanan bisnis


__ADS_3

Christian kini tidak berhenti tersenyum kala melihat sang istri tengah memasak di dapur untuk menu sarapan. Tadi ia merasa sangat puas karena sang istri mematuhi perintahnya untuk tidak membuat lelah saat bercinta di dalam bathtub.


Laura-lah yang mendominasi karena menggantikan posisinya. Hingga ia membiarkan sang istri yang mendominasi. Bahkan suara ******* serta rintihan mendominasi ruangan kamar mandi.


Kini, ia berada di belakang Laura yang saat ini tengah berada di balik kompor karena menggoreng udang yang sudah dibalur tepung. Ia pun kini melingkarkan tangannya pada perut datar sang istri.


Seolah tidak ingin terpisahkan dan ingin terus lengket dengan sang istri. Apalagi masa-masa mereka adalah masih terbilang pengantin baru.


"Masak udang sama apa, Sayang?" Christian kali ini mencium aroma wangi strawberry dari rambut basah sang istri dan tidak melepaskan kuasanya.


Sementara itu, Laura yang dari tadi membiarkan suami bermanja-manja padanya karena sangat bahagia melihat pria itu bucin padanya. "Masak yang praktis saja, Sayang. Karena kalau terlalu lama, nanti kamu terlambat berangkat dan ketinggalan pesawat."


"Baiklah. Apapun masakanmu, aku pasti akan menikmatinya dengan penuh bahagia, Sayang." Christian melihat sang istri mengangkat udang yang telah kecoklatan dan mematikan kompor.


Ia merasa kecewa kala pelukannya di perut dilepaskan.


"Aku mau mengambil cabe dan bawang untuk membuat sambal geprek, tapi kali ini bukan ayam yang digeprek. Melainkan udang itu. Jika kamu terus memelukku, bagaimana aku menghaluskan cabenya?" Melirik sekilas ke arah sosok pria yang ada di belakangnya.


Laura mengambil lima cabe rawit dan cabe merah, mengupas bawang, lalu menambahkan sedikit garam, gula dan vetsin. Kemudian mulai menghaluskannya. Karena tahu jika sang suami tidak terlalu suka pedas, jadi membuat sambal yang sedang-sedang saja.


Begitu sudah halus, ia menyiramkan minyak panas bekas menggoreng udang tadi. Kemudian memasukkan udang dan digeprek di atasnya. Kini, ia mengangkat cobek dan membawa ke meja makan.


"Baunya saja sudah menggugah selera, Sayang. Aku tidak suka sambal pedas, melihatmu yang memasak, membuatku tidak sabar untuk menikmatinya. Pasti rasanya sangat lezat." Christian sudah berjalan ke meja makan dan duduk di kursi.

__ADS_1


Laura yang hanya tertawa melihat Christian seperti anak kecil karena tidak sabar untuk menikmati masakan baru saja disajikan. "Sebentar, aku mengambil selada dan kemangi dulu. Aku suka sekali pakai lalapan semenjak kamu dulu membelinya."


Kini, Laura sudah mengambil selada dan kemangi dari kulkas, lalu mencucinya dan membawa ke meja makan. Ia melihat sang suami sudah tidak sabar untuk menikmati sarapan.


"Silakan dinikmati, Sayang." Laura saat ini duduk di sebelah Christian dan tentu saja seperti biasanya, ingin disuapi oleh sang suami yang selama ini selalu memanjakannya.


"Nanti saat kamu tidak ada, aku jadi makan sendiri, ya. Sayang sekali," lirik Laura dengan wajah yang saat ini dipenuhi oleh kekecewaan. "Rasanya sangat nikmat makan dari suapan suami. Pasti kenikmatan itu akan berkurang ketika aku makan sendirian di sini."


Christian yang saat ini sudah mengambil nasi dan juga udang serta sambal, ingin menghibur wanita yang terlihat muram karena membayangkan akan ditinggalkannya.


"Hanya satu minggu, Sayang. Aku akan menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, bisa pulang tepat waktu. Syaratnya adalah aku ingin fokus bekerja. Jadi, selama satu minggu aku tidak menelponmu agar bisa fokus menyelesaikan pekerjaan."


Christian memang berencana untuk tidak menghubungi Laura karena akan mendapatkan kecurigaan dari anak yang tidak mudah untuk dibohongi. "Jadi, jangan berpikir macam-macam padaku karena aku bekerja juga untuk kebahagiaan bersama."


"Lebay. Padahal itu hanya sambal biasa saja. Sini, aku juga mau makan masakanku untuk pertama kalinya." Laura bahkan sudah membuka mulutnya dan bersiap untuk menikmati suapan dari sang suami.


Karena ingin menggoda sang istri yang sudah membuka mulut, Christian mengarahkan satu suapan, tapi melakukan gerakan prank karena memasukkan ke dalam mulutnya sendiri sambil tertawa.


"Iissh ... Sayang! Aku gigit kamu nanti!" Wajah Laura terlihat masam karena sangat kesal dikerjai oleh sang suami saat ingin segera mencicipi masakan sendiri yang dipuji lezat.


Christian seketika mengangkat kedua tangan untuk memohon damai karena tidak ingin digigit tangannya. "Iya, Sayang. Maafkan aku. Kali ini tidak bercanda."


Kemudian ia mengambil satu suapan dan menyuapkan ke dalam mulut sang istri, bagaimana ekspresi wajah wanita dengan paras cantik tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana? Enak, bukan masakanmu? Kalau tahu kamu bisa membuat sambal yang seenak ini, akan menyuruhmu untuk membuatkan setiap hari karena makan seperti ini saja sudah menghabiskan nasi." Christian kembali menikmati makanannya dan mengunyah sambil meresapi kenikmatan masakan sang istri.


Laura saat ini mengakui bahwa perkataan sang suami benar karena memang sambal buatannya ternyata sangat enak meski hanya terbuat dari beberapa bahan saja.


"Iya, benar. Ternyata sambal buatanku nikmat karena rasanya sangat pas." Laura saat ini tengah menatap ke arah sosok pria yang terlihat lahap menikmati makanan. "Padahal biasanya pagi hari tidak pernah makan sambal ya, tapi aku malah meracunimu."


"Semoga kamu tidak sakit perut nanti saat berada di pesawat." Laura bahkan mengunyah makanan sambil tertawa ketika membayangkan jika sang suami mulas karena makan sambal buatannya.


Christian yang bahkan terlihat sangat lahap menikmati masakan sang istri, kini hanya menggelengkan kepala. "Tidak karena ini tidak terlalu pedas rasanya. Jadi, sangat pas. Nanti saat aku pulang, kamu buatkan aku aneka sambal yang kamu bisa, pasti rasanya sangat enak."


Laura merasa sangat senang melihat ekspresi wajah pria yang lahap makan tersebut, sehingga ia makin bersemangat untuk memasak agar sang suami betah makan di rumah.


"Itu pasti, aku akan memasak untukmu," sahut Laura yang kini kembali menikmati suapan dari suami.


"Namun, saat aku tidak ada, biar pelayan yang memasak. Kamu istirahat saja untuk memulihkan tenaga dan kondisi kesehatanmu, agar saat aku kembali nanti, kamu bisa melayani suami dengan lebih baik lagi." Bahkan Christian mengingat saat sang istri bergerak liar tadi ketika bercinta di kamar mandi.


Jadi, serasa ingin mengulanginya. "Aku lebih suka kamu mengeksplore diri seperti tadi, Sayang. Satu minggu lagi, aku ingin kamu melakukannya lagi." Christian mengedipkan mata untuk menggoda sang istri.


Sementara itu, Laura seketika mencubit perut sixpack di balik kemeja berwarna putih itu. "Dasar mesum!" Mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal.


Christian hanya terkekeh geli melihat ekspresi wajah wanita yang menurutnya makin cantik itu. Ia pun melanjutkan ritual makan diiringi canda tawa karena sebentar lagi akan berangkat ke Jakarta dan berbohong melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2