365 Days With You

365 Days With You
Meratukannya


__ADS_3

Laura dengan perasaan berkecamuk dan berdebar-debar menunggu hasil dari testpack yang tadi dibelikan oleh sang suami. "Apa benar aku hamil? Jika benar, suamiku pasti akan merasa sangat bahagia. Bahkan itulah harapannya selama ini?"


Saat Laura baru saja menutup mulut dan melihat hasil dari testpack, mendengar suara gedoran pintu dari luar.


"Sayang, bagaimana hasilnya? Buka pintunya! Aku ingin melihatnya secara langsung," teriak Christian dari luar yang kini masih menggedor pintu karena tidak sabar ingin melihat hasil perjuangannya membuahkan hasil. Begitulah harapannya saat ini.


Sementara itu, Laura yang kini langsung mengambil testpack yang sudah menunjukkan hasilnya, dengan gugup berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya. Ia masih menyembunyikan alat tes kehamilan itu di balik tubuhnya karena tidak ingin langsung menunjukkan pada pria yang terlihat sangat penasaran itu.


Christian yang kini memicingkan mata karena merasa heran melihat Laura menyembunyikan satu tangan di belakang. "Cepat tunjukkan padaku, Sayang! Kenapa malah menyembunyikannya? Hasilnya dua garis merah, kan?"


Masih dengan raut wajah penasaran, Christian menunggu hingga Laura mengiyakan apa yang dikatakannya barusan. Ia berharap sang istri yang terlihat sangat datar itu langsung mengangukkan kepala tanda membenarkan.


Laura yang kini merasa gugup dengan perasaan membuncah antara bahagia sekaligus terharu karena memang sekarang ada nyawa di rahimnya, kini perlahan menunjukkan testpack di tangannya.

__ADS_1


"Selamat, Sayang. Kamu akan jadi seorang ayah," lirih Laura dengan suara serak dan bola mata berkaca-kaca karena tidak kuasa menahan diri atas kebahagiaan luar biasa yang dirasakan.


Di sisi lain, Christian yang kini langsung merebut alat tes kehamilan itu untuk memastikan ada dua garis merah di sana, seketika wajahnya makin berbinar dan langsung menghambur memeluk erat tubuh wanita yang menjadi pusat harapannya tersebut.


"Terima kasih, Sayang. Kamu membuatku merasakan bagaimana menjadi pria sejati karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Aku sangat mencintaimu, Istriku dan ibu dari calon anakku." Christian makin mengeratkan pelukannya dan beberapa kali mengusap punggung belakang Laura.


Hingga perasaan bahagia yang dirasakan berubah penuh rasa haru begitu tanpa seizinnya, bulir air mata jatuh membasahi wajahnya. Hingga suara serak memenuhi ruangan kamar mandi yang menjadi saksi bisu dari kebahagiaan yang dirasakannya.


"Kamu telah menjadi satu-satunya wanita yang membuatku merasa jadi pria sempurna dan paling bahagia di dunia ini, Sayang. Aku janji akan selalu menjagamu dan anak kita. Menjadi keluarga bahagia selamanya." Christian menarik diri dan melepaskan pelukan, lalu ia menatap sosok wanita yang kini juga sama ekspresi wajah sepertinya.


"Aku juga sangat mencintaimu, Sayang. Aku tidak pernah menyangka jika akan secepat ini hamil buah cinta kita. Semoga anak kita sehat dan lahir ke dunia ini tanpa kurang suatu apapun. Aku bahagia, bahkan sangat bahagia karena ada nyawa di sini." Laura kini menunduk dan menatap ke arah perutnya yang masih datar sambil mengusapnya.


Hingga bulir air mata makin membasahi wajahnya begitu melihat pria yang tadinya berdiri di hadapannya tersebut langsung membungkuk di depannya dan mencium perutnya.

__ADS_1


"Anak kita akan menjadi pusat kebahagiaan dunia kita, Sayang. Dia akan dilahirkan ke dunia dengan kebahagiaan tanpa kurang suatu apapun karena aku akan memberikan semua yang terbaik untuk anakku." Christian pun kini langsung meraup tubuh Laura ke atas lengannya setelah berdiri tegak.


Ia pun kini menggendong Laura ala bridal style dan membawanya keluar dari kamar mandi. "Mulai hari ini, kamu harus banyak istirahat. Tidak boleh melakukan apapun. Biarkan bibik kembali bekerja."


"Aku pun juga akan mengatur menu gizi seimbang untukmu setelah berkonsultasi dengan dokter. Pokoknya semua hal terbaik akan kulakukan untukmu dan anak kita mulai sekarang." Christian kini menurunkan tubuh Laura ke atas kursi yang ada di meja makan.


"Biar aku yang melayanimu sekarang karena telah membuat impianku menjadi kenyataan." Christian kini mengambil nasi dan lauk yang tadi dimasak oleh Laura.


Di sisi lain, Laura merasa sangat bahagia dan senyuman selalu terukir di wajahnya saat ini melihat tingkah sang suami yang dianggap sangat berlebihan begitu mengetahui bahwa ia positif hamil.


'Aku baru hamil saja, suamiku sudah terlihat bahagia seperti ini. Apalagi jika nanti aku sudah melahirkan. Pasti suamiku akan benar-benar menjadikan aku ratu. Semoga semua kebahagiaan ini selamanya kurasakan. Terima kasih Tuhan, atas semua kebahagiaan ini.'


Jika selama ini Laura merasa kebahagiaannya ada yang kurang karena ingatannya belum kembali dan tidak bisa mengingat masa lalu, tapi hari ini ia sudah tidak memperdulikannya lagi.

__ADS_1


'Bagiku, masa lalu tidaklah penting karena sekarang yang terpenting adalah kebahagiaan setelah mengetahui jika aku saat ini tengah hamil buah cinta kami,' gumam Laura yang saat ini membiarkan sang suami meratukannya.


To be continued...


__ADS_2