365 Days With You

365 Days With You
Asisten kurang ajar


__ADS_3

"Tadi pasien menunjukkan tanda-tanda detak jantung yang lebih cepat dan jika dibiarkan akan berdampak buruk. Jadi, para perawat langsung buru-buru datang dan saya langsung ke ruangan setelah mengetahui hal itu," ucap pria paruh baya yang mengenakan jubah putih tersebut.


"Lalu, bagaimana dengan keadaan kekasih saya, Dokter? Apa dampak yang terjadi karena itu? Kekasih saya masih hidup, kan?" Christian ingin sekali langsung masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Laura, tapi ia perlu mendengar penjelasan dokter agar mengetahui semuanya.


Bahkan saat ini Vicky yang saat ini tengah berdiri di samping bosnya bisa melihat raut wajah pria itu diliputi oleh kekhawatiran luar bisa.


'Tuan Christian benar-benar sangat khawatir jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada wanita itu. Sepertinya tuan Christian sangat mencintainya,' gumam Vicky yang saat ini hanya diam dan mendengarkan semua penjelasan dari dokter.


Kemudian dokter menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada pasien setelah tadi mengalami peningkatan detak jantung.


"Memang hal ini biasanya secara tiba-tiba. Ada kalanya peningkatan detak jantung ini normal. Misalnya saat berolahraga atau sebagai respons atas situasi tertentu yang membuat kita panik, cemas, atau deg-degan."


"Namun jantung yang berdetak cepat melebihi normal hingga lebih dari 100 kali per menit juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kerja jantung dan itu dialami oleh pasien yang ternyata menjadi penyebab ia sadar dan melewati masa kritis."


Jika beberapa saat yang lalu sang dokter melihat raut wajah penuh kekhawatiran dari pria yang berdiri di hadapannya, seketika berubah dengan wajah berbinar begitu mengetahui kabar baik yang baru saja ia ungkapkan.


Ia saat ini bisa mengerti bagaimana rasanya melihat orang yang disayangi selamat dari maut. Jadi, membiarkan pria itu mengungkapkan kebahagiaan dengan mengucap syukur berkali-kali.


"Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya doaku Engkau jawab dan Laura sadar karena lolos dari masa kritis." Christian efek langsung menjabat tangan sang dokter dengan kedua tangannya.


Beberapa kali terlihat menepuk punggung tangan itu karena bersemangat.


Ia merasa sangat bahagia mendengar wanita yang sudah bergelut dengan maut itu kini telah selamat dan kembali.


"Terima kasih, Dokter. Saya tidak tahu harus mengatakan apa karena kekasih saya akhirnya bisa sadar dan lolos dari masa kritis. Apa sekarang saya bisa melihatnya?" Christian bahkan sudah tidak sabar untuk melihat Laura yang pastinya akan merasa sangat bahagia ketika pertama kali melihatnya.


Meskipun ia sebenarnya sangat penasaran bagaimana bisa Laura mengalami peningkatan detak jantung karena ia tahu bahwa itu sangat beresiko.


Setahunya, jantung adalah organ berotot yang memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi peningkatan, pasti akan berdampak buruk dan ia ingin mengetahui hal tersebut sebelum menemui Laura.


Sang dokter seketika menganggukkan kepala karena memang benar saat ini pasien sudah sadar dan tadi ia sudah mengecek tanda-tanda vital yang mungkin mengalami masalah karena peningkatan detak jantung.


Namun, setelah memeriksa semuanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena sesuai dengan dugaannya, hal itu mungkin terjadi karena pengaruh obat-obatan.


Sebelum pergi, langsung memberitahu semua hal yang berhubungan dengan pasien.


"Sebenarnya terdapat empat bilik jantung yang terus bekerja memompa darah. Jantung juga mempunyai semacam alat pacu alami bernama sinoatrial node yang berada di bagian atas jantung dan bertugas mengirim sinyal elektrik untuk menjaga jantung berdetak secara normal."


"Peningkatan jantung yang terjadi pada pasien tadi lebih cepat. Artinya, ada masalah dalam pengiriman sinyal elektrik dari simpul elektrik. Yang dialami oleh pasien tak lain sinoatrial node mengirim sinyal lebih cepat ke bilik jantung sehingga jantung pun berdetak lebih cepat."

__ADS_1


"Tapi, tenang saja karena itu disebabkan efek samping obat tertentu dan kami akan menggantinya dengan dosis yang lebih rendah. Nanti akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh setelah korban jauh lebih baik."


Kemudian sang dokter menepuk pundak pria dengan postur tubuh lebih tinggi darinya. "Sekarang Anda bisa masuk dan melihat keadaan pasien yang masih belum bisa diajak bicara. Jadi, jangan terlalu memaksakan karena itu akan berdampak buruk pada pasien."


Tentu saja saat ini Christian merasa sangat senang karena akhirnya bisa melihat Laura yang sudah membuka mata. Ia baru saja mengucapkan terima kasih untuk kesekian kalinya pada sang dokter yang telah berlalu pergi meninggalkannya.


Kemudian ia melirik ke arah asisten pribadinya yang dianggapnya sangat kepo seperti wanita karena dari tadi tidak mau pulang.


"Kau pulang saja ke apartemen dan beristirahat. Aku tidak ingin kau menggangguku. Lagipula, bukankah kau perlu menyempurnakan proposal yang kubuat. Cepat sana pergi!" sarkas Christian yang saat ini mengibaskan tangannya sebagai tanda pengusiran.


Ia tidak peduli saat Vicky terlihat sangat kecewa karena wajahnya berubah masam.


Karena tidak bisa lagi berlama-lama di sana saat diusir dan dibuang setelah dimanfaatkan, Vicky saat ini mulai berjalan mengambil koper-koper milik bosnya tersebut dan membungkuk hormat sebelum berlalu pergi.


"Baiklah, saya pulang dulu, Tuan. Jangan lupa kabari saya jika membutuhkan sesuatu." Kemudian ia berbalik badan dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke lift yang akan membawanya turun ke lantai satu.


Bahkan ia bisa merasakan beratnya koper-koper itu jika diangkat, sehingga hanya menariknya dan menimbulkan suara sangat berisik dilarang rumah sakit yang sangat sunyi dan sepi.


Sementara itu, Christian langsung masuk ke dalam ruangan ICU dan saat pertama kali melihat Laura membuka mata, tapi tatapan wanita itu sangat kosong.


Ia merasa sangat aneh melihatnya, tapi tetap saja merasa sangat lega karena akhirnya Laura sudah membuka mata dan melihatnya.


"Laura?"


"Lebih baik Anda hanya menemani tanpa berbicara." Sang perawat yang baru saja menyelesaikan tugas yang diperintahkan oleh dokter, berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Karena ekspektasinya terlalu tinggi pada Laura yang dipikirnya sudah bisa diajak bicara, Christian saat ini mengejar perawat dan ingin bertanya mengenai sesuatu yang dipikirkannya.


"Suster, tadi saya lupa bertanya pada dokter. Kapan kekasih saya bisa dipindahkan ke ruangan terbaik di rumah sakit ini setelah keluar dari ruang ICU?"


"Kita masih memantau kondisi pasien dan menunggu instruksi dari dokter. Apa ada hal lain yang ingin Anda tanyakan?" tanya wanita berseragam putih tersebut.


Christian kini memilih untuk menggelengkan kepala karena sebenarnya ada banyak pertanyaan yang menari-nari di otaknya mengenai Laura yang sudah sadar, tapi tidak mengungkapkannya sekarang karena berpikir saat ini yang paling penting adalah wanita itu sudah membuka mata dan melihatnya.


"Tidak ada, Suster. Terima kasih." Christian langsung masuk ke dalam ruangan dan berjalan mendekati wanita yang masih diam dengan mata terbuka.


Ia pun mendaratkan tubuhnya di kursi dan meraih punggung tangan Laura. Ia mengusap lembut punggung tangan dengan jemari lentik itu. Bahkan melabuhkan sebuah kecupan di sana.


Ingin sekali ia membuka suara dan berbicara panjang lebar, tapi tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk pada Laura jika tidak menuruti perintah dari sang dokter dan perawat.

__ADS_1


'Sayang, cepatlah sembuh agar kita bisa kembali berbicara tentang banyak hal seperti di pesawat. Aku juga akan menagih janjimu yang bersedia untuk menikah denganku walau hanya secara siri.'


Christian bahkan sama sekali tidak berkedip menatap wajah pucat dari wanita dengan perban di kepala itu. Ia ingin mengetahui apa yang saat ini dipikirkan Laura.


Namun, beberapa saat kemudian, ia melihat jika mata yang tadinya terbuka itu sudah tertutup dan tidak lagi bisa melihatnya.


'Beristirahatlah yang banyak, Sayang agar kesehatanmu segera pulih. Semuanya akan baik-baik saja setelah kamu lolos dari koma,' gumam Christian yang saat ini merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


Saat menatap Laura tadi untuk pertama kalinya, ia merasa seperti tidak mengenali wanita itu. Ia merasa Laura menatap kosong seperti tidak mengenalinya.


'Laura tidak amnesia, kan? Apa yang harus kulakukan saat ia tidak bisa mengingat aku siapa? Lalu apa yang harus kulakukan padanya?' gumam Christian yang saat ini merasa bingung harus melakukan apa.


Christian bahkan kini masih tidak mengalihkan pandangan dari wanita yang sudah memejamkan matanya tersebut dan berbicara sangat lirih agar tidak mengganggu tidur Laura.


"Kamu harus mengingat aku, Sayang. Kamu harus memanggilku sayang dan tersenyum begitu kondisimu membaik nanti. Bagaimana aku bisa merawatmu jika kamu tidak mengingatku?"


Christian benar-benar sangat khawatir tentang kemungkinan dari dokter tadi. Karena tidak ingin pusing sendiri, ia pun mengeluarkan ponsel dan mengetik sebuah pesan pada sang asisten pribadi.


Menurutmu, apa yang harus kulakukan jika Laura mengalami amnesia? Karena saat aku melihatnya tadi, tatapannya seolah menunjukkan jika ia sama sekali tidak mengenaliku.


Kemudian ia langsung mengirimkan pesan pada asistennya dan menunggu dibalas. "Ia pasti masih dalam perjalanan menuju ke apartemennya."


Christian mengingat ponsel milik Laura berisi banyak foto-foto yang diambil tadi ketika dalam pesawat. Ia kini tengah memikirkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi.


"Jika benar dugaanku, sudah bisa dipastikan jika orang yang mengambil tas Laura akan mengetahui aku memiliki hubungan dengannya. Semoga foto-foto itu tidak digunakan untuk memerasku." Christian kini khawatir jika kecelakaan Laura direncanakan oleh seseorang.


Bahkan saat ini berpikir jika sampai itu benar-benar terjadi, orang yang menjadi dalang semua ini bukan sembarangan.


"Laura, siapa sebenarnya kamu dan apa rahasia hidupmu yang selama ini kamu tutupi? Dari keluarga konglomerat mana kamu berasal? Kenapa tidak percaya padaku dan menceritakan semuanya? Kalau begini, bagaimana bisa aku membantumu."


Saat Christian sudah tidak lagi bisa berpikir jernih, ia kali ini mulai bangkit berdiri dari kursi dan di saat bersamaan merasakan getaran ponselnya dan menduga jika itu dari Vicky.


Benar apa yang dipikirkannya karena saat ini ia mendapatkan balasan dari pesannya.


Jika nona Laura amnesia, berarti tugas Anda adalah mencuri hatinya agar kembali mencintai Anda. Tapi saya tidak yakin apakah nona Laura akan jatuh cinta lagi pada Anda jika melihat saya terlebih dahulu.


Refleks Christian terbahak, tapi langsung ia bekap mulutnya agar tidak membuat ruangan itu bising. 'Sialan, Vicky! Percuma aku menghubunginya. Seharusnya aku tidak bertanya padanya karena tidak memberikan solusi.'


Christian yang merasa sangat kesal, kini mulai membalas dengan singkat.

__ADS_1


Dasar asisten kurang ajar!!!!


To be continued...


__ADS_2