
Laura seketika menelan ludah dan mengerjapkan mata atas rasa terkejutnya ketika pria yang dari tadi berada pada posisi sangat intim dengannya meminta sesuatu yang bahkan sama sekali tidak terpikirkan olehnya.
'Pria yang tak lain adalah suamiku ini meminta izin menciumku? Kenapa jantungku makin tidak karuan seperti ini? Apakah seorang istri berhak menolak saat suami ingin mencium?' lirih Laura yang kini masih merasa bingung harus bagaimana.
Jujur saja ia benar-benar belum siap melakukan apapun karena ingin lebih mengenal pria yang berstatus sebagai suami, tapi sama sekali tidak bisa diingatnya itu.
Berharap waktu bisa menyembuhkan kegalauan hatinya yang terdalam saat bingung harus bagaimana ketika ingatannya terenggut sia-sia kala kecelakaan yang bahkan sama sekali tidak diingatnya.
Hanya saja, terkadang ia yang ingin mengingatnya, berusaha melakukan, tapi yang terjadi malah berakhir rasa sakit luar biasa pada kepalanya. Dengan suara serak karena efek gugup, Laura berbicara sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Tidak boleh! Aku tidak mau karena belum mengenalmu lebih jauh meskipun kamu adalah suamiku. Aku harap kamu bisa mengerti. Bahwa aku ingin melakukan apapun tanpa ada kata terpaksa." Hanya itu saja yang dikatakannya karena ia tidak ingin pria dengan tatapan berkilat itu marah padanya.
Apalagi ia tahu jika menolak keinginan seorang suami sangat salah dan berdosa, tetap saja tidak bisa membuang keraguan di hatinya. Bahwa ia ingin melakukan apapun dengan perasaan ikhlas tanpa terbebani.
Sementara itu di sisi lain, Christian yang dari tadi asyik membungkukkan badan dan berada pada jarak beberapa centi saja dengan wanita yang memiliki bibir sensual nan seksi itu, refleks langsung berdiri tegak dan melepaskan pergelangan tangan Laura.
Penolakan dari Laura menegaskan bahwa ia adalah seorang pria tidak tahu diri. Ia bernafsu ketika wanita itu tengah berada dalam fase tidak berdaya karena sakit dan kini merutuki kebodohannya sendiri.
Malu, mungkin itu sangat mewakilinya saat ini karena sikapnya malah seperti seorang pria tidak tahu tempat maupun batasan. Hingga ia yang baru saja merebahkan tubuh di ranjang lebih kecil dari istrinya, bisa mendengar suara Laura.
__ADS_1
"Kamu marah aku tidak mau?" tanya Laura yang kini diam-diam khawatir jika pria yang tadinya memunggungi itu malah murka padanya dengan diam dan ia paling tidak suka dengan lost contact.
Refleks Christian langsung berbalik badan untuk menunjukkan jika ia saat ini baik-baik saja. "Maafkan aku, Sayang karena telah membuatmu merasa tertekan dengan kegilaanku."
Kemudian ia merubah posisi dari berbaring memunggungi, kini beralih duduk bersila sambil menatap wanita yang bahkan masih pucat tersebut bisa membuatnya memiliki hasrat.
"Maafkan aku karena menjadi sosok pria tidak tahu diri dan hanya nafsu yang kupikirkan. Aku janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi. Aku ingin kamu mencintaiku setelah menyadari cintaku padamu benar-benar sangat besar, Laura," ucap sosok pria yang ada di sebelah putrinya kala menolak keinginan sosok orang asing dalam ingatannya.
Laura kini hanya mengangguk perlahan karena merasa tidak cantik dan pasti langsung marah jika bertanya hal-hal seperti itu?
__ADS_1
"Syukurlah kamu tidak marah dan jawabannya tadi sama dengan yang kupikirkan," sahut Laura yang kini kembali memejamkan mata karena khawatir jika itu adalah sebuah mimpi alias kembang tidur.
To be continued...