365 Days With You

365 Days With You
Berpura-pura tidak tahu segalanya


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Rendi Syaputra yang keluar dari ruangan meeting sambil menunggu Mario menjelaskan pada Anastasya mengenai keputusan apa yang diambil setelah mendapatkan tawaran darinya. Ia saat ini baru saja membuka pintu dan langsung berjalan mendekati pengawas setia yang sudah 10 tahun lebih bekerja untuknya semenjak berusia 20 tahun.


Sementara sekarang pria Vincent Roberto itu sudah berusia 30 tahun karena memang semenjak masih muda ikut dengannya. Dulu, ia tidak sengaja bertemu di salah satu pusat perbelanjaan dan mengembalikan ponselnya yang dirampas oleh pencopet.


Semenjak itulah ia menawarkan sebuah pekerjaan untuk menjadi salah satu pengawalnya. Hingga ia mempercayakan Laura pada Vincent saat dikirim ke New York.


Kini, ia menatap ke arah pengawalnya tersebut. "Vincent, aku punya tugas baru untukmu!"


Sementara itu, Vincent yang dari tadi menunggu bosnya keluar untuk mengetahui apakah bosnya tersebut mengetahui apakah Laura yang merubah penampilan bisa dikenali. Ia dari tadi ingin mengetahui hal itu dan begitu melihat bosnya mendekat, seketika ia memasang telinga lebar-lebar untuk mengetahui apa yang diinginkan pria itu.


Ia seketika membungkuk hormat untuk menyapa. "Iya, Bos. Tugas apa?"


Rendi Syaputra saat ini menunjukkan arah ruangan meeting dan kembali membuka suara untuk memberikan sebuah perintah dengan cara berbisik di dekat daun telinga Vincent. "Kau kau wanita bule yang tadi masuk ke ruangan meeting?"


"Iya, Bos." Vincent sengaja menjawab singkat karena ingin lebih mengetahui apa yang akan disampaikan bosnya.


Meskipun di dalam hati bertanya-tanya mengenai pemikiran pria baru bahaya tersebut. 'Apakah bos mengenali nona Laura?' Hingga ia kini mengerti yang harus dilakukan begitu bosnya melanjutkan apa yang disampaikan.


"Aku ingin kau awasi terus wanita itu dan aku berniat untuk menyingkirkannya jika dia sulit diatur. Aku tidak ingin duri dalam daging berada di sekitarku karena dia baru saja melancarkan posisi putraku di perusahaan ini, tapi aku sudah menawarkan sebuah hal besar padanya agar mengembalikan kursi kepemimpinan."

__ADS_1


Rendi Syaputra yang saat ini berbicara sambil menatap ke arah ruang meeting, karena masih menunggu pria dan wanita tersebut keluar dari sana. Ia berharap bahwa Mario menjelaskan dengan detail apa yang tadi dikatakan agar wanita itu tertarik dengan tawarannya.


"Aku sudah menawarkan saham lain di perusahaan anak cabang untuk menjaga nama baik putraku. Bahkan namaku juga dipertaruhkan di sini karena para rekan bisnis akan memandang sebelah mata jika dengan mudah kami disingkirkan oleh seorang wanita bule." Ia pun saat ini berani menatap ke arah Vincent.


Ia ingin mendengar apa tanggapan dari orang kepercayaannya mengenai wanita yang dengan mudahnya menggeser kursi posisi putranya.


Di sisi lain, kini Vincent yang sama sekali tidak menyangka jika seorang paman tidak bisa mengenali keponakan sendiri. Meskipun sudah lama tidak bertemu, ia berpikir bahwa ikatan darah bisa membuat seseorang mengenali sanak saudara sendiri.


Namun, yang terjadi adalah sebaliknya karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu, akhirnya tidak mengenali keponakan sendiri. Kini, ia hanya mengangguk perlahan untuk patuh pada perintah.


Meskipun ia merasa sangat terkejut, tapi berakting untuk pura-pura mengerti. "Baik, Bos. Saya akan mengawasi bule itu." Saat ia baru saja menutup mulut, ini makin terkejut dengan apa yang baru saja didengar.


"Aku pun ingin kau menyingkirkan wanita itu jika dia berbuat hal diluar batas. Buat seolah-olah bukanlah sebuah pembunuhan, tapi sebuah kecelakaan," ucap Rendi yang sampai saat ini berhasil lolos dari polisi atas tuduhan dalam dibalik kecelakaan Laura beberapa tahun lalu.


Vincent memang tahu bahwa pria di hadapannya tersebut mengincar harta keluarga Laura, tapi ia tidak pernah menyangka jika bosnya berniat untuk menyingkirkan keponakan sendiri hanya demi ambisi setelah bertahun-tahun menguasai seluruh aset yang dimiliki seorang putri dari pemilik perusahaan.


Ia ingin kembali memastikan apakah yang baru saja didengarnya tidak salah karena takut salah langkah dan salah dengar. "Apa, Tuan Rendi? Menyingkirkan nona Laura? Maksudnya membunuhnya?"


Rendi Syaputra tentu saja sudah menduga bahwa pengawalnya tersebut akan merasa sangat terkejut karena memang selama ini menutupi semua kejahatan yang dilakukan dan menyuruh membunuh bayaran untuk melakukan kejahatan.

__ADS_1


Ini baru pertama kali ia membuka diri di depan orang kepercayaannya karena berpikir sudah saatnya pria yang telah lama bekerja untuknya tersebut mengetahui semuanya.


Rendi kini menepuk bahu kokoh Vincent dan memberikan pengertian bahwa apa yang dilakukan bukanlah sebuah hal yang patut membuat terkejut. "Uang dan tahta adalah sebuah hal yang harus dipertahankan, Vincent."


"Aku akan melakukan apapun untuk bisa tetap memilikinya, meskipun harus mengorbankan saudara sendiri. Seperti aku dulu yang menyingkirkan kakakku dan akhirnya bisa sampai di titik sekarang. Setelah aku berjumlah payah sampai di puncak seperti ini, tidak mungkin dengan mudah membiarkan orang merampasnya, bukan?"


Baru saja ia menutup mulut, mendengar suara pintu yang dibuka dan memberikan kode pada Vincent untuk diam dan tidak membuka suara. Ia kini menoleh ke arah pria dan wanita yang berjalan mendekat.


Namun, sedikit merasa aneh begitu melihat wanita itu berbisik di dekat telinga pria kepercayaannya dan membuatnya penasaran apa yang disampaikan.


'Apa yang disampaikan oleh bule itu? Apakah keputusannya?' gumamnya yang saat ini menunggu sampai mereka berada di hadapannya.


Berbeda dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Vincent ketika kini bisa dengan jelas menatap sosok wanita yang sudah lama tidak ia temui. 'Nona Laura bahkan sudah berubah dewasa dan sengaja merubah penampilannya agar tidak dikenali oleh keluarga.'


'Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Apakah ia melakukan semua itu karena sudah mengetahui semuanya mengenai perbuatan pamannya? Bahkan aku baru sekarang mengetahui jika tuan Rendi menyingkirkan saudara sendiri demi mendapatkan kekuasaan di perusahaan yang bukanlah haknya.'


Vincent masih betah menutup rapat bibirnya karena tidak berniat untuk membuka suara sebelum diperintah ataupun Laura menunjukkan diri. Apalagi ia tadi mendengar bahwa nama wanita itu karena Laura, melainkan Anastasya.


Memang saat di New York, Laura selalu dipanggil Anastasya oleh teman-temannya, jadi sudah tidak asing dengan nama itu. Namun, tentu saja berbeda dengan keluarga yang ada di Indonesia karena dari kecil sudah tidak asing dengan nama Laura.

__ADS_1


Karena itu memang nama panggilan dari orang tua wanita itu yang sudah meninggal dan membuat semua orang memanggil Laura.


'Apakah aku harus diam dan berpura-pura tidak tahu segalanya?' gumam Vincent yang saat ini melihat sosok wanita dengan rambut keemasan tersebut berjalan mendekat dan menatapnya intens.


__ADS_2