
Ana Maria tidak pernah menyangka jika ia benar-benar bisa menggendong seorang bayi. Sosok yang selama ini selalu ia dambakan hadir dalam istananya.
Wanita itu tidak pernah mau kehilangan momen bersama dengan Valerio. Ana bahkan merawat bayi mungil tersebut dengan penuh kasih sayang. Ana rela tidur larut dan bangun ditengah malam untuk memberikan susu dan mengganti popok Valerio.
Senyum selalu merekah di bibir wanita itu. Hari-hari Ana Maria terasa penuh warna semenjak kehadiran malaikat mungil yang sangat ia sayangi. Itu karena ia sudah sepuluh tahun menikah, tapi tidak bisa melahirkan keturunan untuk sang suami.
Bahkan keluarga besar Ana dan Cristian sudah tahu jika mereka merawat seorang bayi. Tentu mereka masih menyembunyikan identitas sebenarnya bayi tersebut.
Mereka hanya mengatakan jika bayi itu mereka adopsi dari sebuah panti asuhan.
Bukan Christian namanya jika ia tidak bisa mengatur semua sandiwara dengan begitu apik. Dengan uang, ia bisa membuat sebuah surat palsu dan pernyataan palsu. Ia bekerja sama dengan salah satu Yayasan panti asuhan untuk melancarkan rencananya.
Ana Maria juga tidak mau mengungkap identitas ibu kandung dari Valerio. Sejak awal, ia hanya meminta suaminya mencari wanita lain untuk mengandung anak dari Christian.
Bukan untuk menikahi wanita mana pun. Jahat dan egois memang, tetapi ia tidak rela jika harus berbagi cinta dengan wanita lain.
Untuk menyelamatkan dirinya dan tetap menyandang gelar ratu di istana megah mereka, Ana Maria tega menghancurkan hidup wanita itu.
Ia tidak mau jika Laura mengambil alih posisinya. Apalagi jika keluarga suaminya tahu tentang hubungan Valerio dan Laura. Jelas posisi Ana akan terancam.
__ADS_1
Sebuah senyum terbit di kedua sudut bibir Christian. Saat ini, ia sedang berdiri memperhatikan sang istri yang sedang menemani putranya berjemur di taman belakang rumah mereka.
“Aku senang melihatmu bahagia seperti ini, Ana,” gumam Christian dengan perasaan berkecamuk.
Ia kemudian menghampiri Ana dan memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Memberi kecupan lembut di pipi kanan sang istri.
“Sayang, kamu mengagetkan aku,” keluh Ana. “Apa kamu akan berangkat sekarang?” tanya Ana yang kini mengamati penampilan sang suami yang sudah sangat rapi dengan baju zirahnya.
Ia mengalihkan sebentar pandangannya dari Valerio yang ada di dalam stroller bayi.
Christian mengangguk sembari tersenyum lembut. “Kamu tidak perlu mengantarku ke depan. Temani putra kita saja,” imbuh Christian dengan mengulas senyuman.
“Apa tidak masalah?” Ana terlihat ragu untuk mengiyakan permintaan suaminya.
“Hati-hati, Sayang,” balas Ana Maria dan mendapat anggukan dari suaminya.
Christian beralih pada Valerio yang sedang memejamkan mata. Bayi mungil itu tidak sedang tidur, tagan dan kakinya terlihat menggeliat.
“Hai jagoan. Daddy berangkat dulu, ya. Jaga Mommy, oke,” ucap Christian, lalu memberi kecupan di pipi merah Valerio.
__ADS_1
Ana Maria terkekeh mendengar pesan yang diberikan oleh Christian untuk putra mereka. Bagaimana mungkin bayi mungil itu menjaga ibunya.
Ana sempat memperhatikan suaminya yang pergi meninggalkan halaman belakang rumah, ia memperhatikan punggung yang semakin jauh meninggalkan mereka, sampai menghilang dibalik tembok bangunan rumah.
Begitulah hari-hari yang Ana Maria lalui setelah kehadiran Valerio dalam rumah itu. Ia selau berusaha menjadi seorang ibu yang baik untuk bayi mungil tersebut.
Ana melakukan semua sendiri jika itu menyangkut Valerio. Christian memang memakai jasa seorang baby sitter, tetapi itu hanya untuk membantu Ana menyiapkan kebutuhan Valerio yang lain.
Jika berhubungan kontak fisik dengan bayi itu, Ana tidak membiarkan orang lain menyentuh putranya tanpa seizin darinya.
Semula Ana meragukan ucapan Christian jika ia akan membawa Valerio bersama mereka dan meninggalkan Laura.
Namun, Christian behasil meyakinkan dengan membawa bayi tersebut setelah pria itu pamit ke rumah sakit untuk mengurus semuanya. Suaminya itu bahkan lansung memutuskan hubungan dengan Laura. Ana tidak menyangka jika Christian melakukan semua secepat itu.
Kini Ana benar-benar percaya pada suaminya. Jika apa yang dilakukan Christian semata hanya untuk kebahagiaan mereka. Christian tidak pernah mencintai Laura.
Ana Maria merasa hidupnya sekarang sudah sempurna. Kebahagiaan pernikahan mereka semakin lengkap dengan kehadiran Valerio.
Ia bisa merawat bayi kandung suaminya sendiri. Ana berjanji pada Crsitian dan dirinya sendiri jika ia akan merawat Valerio dengan baik dan akan memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk bayi itu.
__ADS_1
"Aku akan melakukan apapun untuk keluarga kecil kami. Aku akan menjadi ibu yang baik untuk Valerio dan selamanya menjadi ibu dari bayi ini." Ana kini menatap ke arah bayi yang berada di stroller tengah menggeliat saat terkena sinar hangat mentari pagi yang menghangatkan tubuh.
To be continued...