
Sosok pria yang tak lain adalah Vicky, saat ini tengah berada di dalam mobil yang menuju ke perusahaan. Ia tadi sama sekali tidak berkutik saat diejek habis-habisan oleh bosnya karena sampai sekarang memang belum mempunyai kekasih.
Bahkan ia merasa sangat kesal saat diejek menjadi seorang perjaka tua jika sampai tidak kunjung menikah. Apalagi bosnya sudah membanggakan diri saat menyombongkan kemampuan ketika memiliki dua istri.
Kini, ia terbahak sendiri di dalam mobil ketika mengemudi. "Wah ... tuan Christian benar-benar sangat sombong. Mana mungkin ia bisa se-sombong itu di depan nona Ana?"
Bahkan saat ini ia seperti orang gila karena tertawa sendiri di dalam mobil yang baru saja meninggalkan rumah sakit. Ia tadi memang tidak ingin berlama-lama berbicara dengan bosnya agar tidak terus-terusan diejek.
Jadi, beralasan ingin berangkat awal agar tidak terjebak macet dan membuatnya terlambat tiba di perusahaan.
Jika istri pria itu lebih dulu tiba sebelum dirinya, sudah dipastikan ia akan mendapatkan ceramah panjang kali lebar dari wanita yang selama ini terkenal sangat perfeksionis dalam hal apapun.
Ia memang mengakui bahwa wanita bernama Ana Maria yang berusia 28 tahun tersebut adalah seorang wanita yang sangat cantik, seksi dan kulit seputih susu serta memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam menjalankan bisnis.
Posisi menjadi wakil presiden direktur menjadikan wanita itu sangat disegani di perusahaan bukan karena statusnya adalah istri dari presiden direktur.
Apalagi ia sudah mengetahui cara kerja wanita itu yang selalu teliti dan tidak pernah melewatkan satu hal kecil pun mengenai sesuatu yang merugikan perusahaan.
Vicky yang saat ini baru saja memikirkan istri dari bosnya yang selalu saja sangat cerewet dalam hal apapun, kini melihat ponselnya yang berbunyi dan di sana ada kontak wanita yang baru saja dipikirkan.
__ADS_1
"Astaga! Suami istri itu selalu saja membuatku tidak tenang saat belum memasuki jam kerja. Bahkan ia sepertinya panjang umur karena baru saja aku pikirkan dan sekarang sudah menelponku."
Kemudian Vicky langsung memakai earphone dan menjawab panggilan dari istri bosnya. "Halo, Bos. Apa ada sesuatu yang Anda butuhkan? Saya saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan."
Sementara itu, dari seberang telpon terdengar suara wanita yang seperti sangat khawatir dan membuat Vicky mengerutkan kening karena tidak biasanya wanita perfeksionis tersebut terdengar gelisah seperti baru saja mengalami masalah.
"Kebetulan sekali kau masih di jalan. Jemput aku di jalanan yang berada di persimpangan perusahaan karena aku mengalami kecelakaan dan membuat orang terluka."
Raut wajah penuh dengan kekhawatiran kini terlihat jelas dari Vicky dan seketika ia menginjak pedal gas untuk segera melajukan kendaraan agar cepat sampai di tempat yang disebutkan oleh istri dari bosnya tersebut.
"Astaghfirullah, Nona Ana. Apa Anda sekarang baik-baik saja? Aaah ... maksudku apa ada bagian yang terluka?" tanya Vicky yang saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengatakan pada bos laki-laki atau tidak.
Apalagi saat ini tengah fokus menjaga istri kedua yang baru saja dinikahi. 'Sepertinya ini adalah karma dari perbuatan tuan Christian padaku yang tadi mengejekku habis-habisan Nona Ana-lah yang mendapatkan balasannya.'
"Aku baik-baik saja, tapi ada korban yang menabrak motorku dan sekarang tidak sadarkan diri dan bersimbah darah. Cepatlah! Aku tidak ingin dikeroyok oleh orang-orang karena masih berada di dalam mobil dan tidak berani keluar," ucap Ana yang kemudian mematikan ponsel.
Di tempat berbeda, Ana tidak berani keluar saat ada banyak orang berkerumun di hadapan mobilnya.
Ia khawatir jika orang-orang marah padanya dan berbuat macam-macam, sehingga tadi langsung menghubungi polisi dan menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
"Hei ... cepat keluar! Ada korban dari perbuatanmu!" ujar beberapa orang yang menunggu pertanggungjawaban dari wanita di balik kemudi yang tidak langsung keluar itu.
Bahkan suara beberapa orang yang mengetuk-ngetuk mobilnya, membuat Ana merasa pusing. Jadi, berpikir bahwa asisten pribadi suaminya bisa membantu karena memang tidak ada yang bisa diandalkan ketika pria yang dicintai sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri.
Bahkan ia belum tahu sampai kapan karena sang suami saat ditanya belum menjawab pasti. Ia yang saat ini sangat gugup karena ada banyak orang berkerumun di sekitar mobilnya, seketika merasa lega begitu melihat mobil yang baru saja datang dan parkir di depan mobilnya.
"Akhirnya Vicky datang juga. Apa yang dikatakan oleh suamiku memang benar karena ia selalu saja menyelesaikan masalah yang terjadi."
Ana saat ini bisa melihat sosok pria dengan menggunakan jas berwarna hitam tersebut keluar dari mobil dan menuju ke arah mobilnya.
Ia bukannya takut dianggap tidak bertanggung jawab karena tidak langsung membawa korban ke rumah sakit.
Namun, ia memilih langsung melibatkan polisi agar tidak ada yang memanfaatkan kesempatan dan berpikir macam-macam padanya yang merupakan istri dari pemimpin perusahaan kosmetik terkenal di Jakarta.
Tentu saja ada banyak saingan bisnis yang memanfaatkan kabar ini jika sampai terdengar di telinga wartawan. Di saat bersamaan, ia melihat mobil polisi juga datang dan membuatnya merasa sangat lega.
Ia merasa terbebas dari beban berat yang menimpanya dan beberapa orang yang berkerumun sudah menyingkir dari mobilnya.
"Apes sekali nasibku hari ini," sarkas Ana yang memijat pelipis saat menganggap jika hari ini adalah hari terburuknya.
__ADS_1
To be continued...