365 Days With You

365 Days With You
Berdamai


__ADS_3

Andika Syaputra dan sang ayah saat ini baru saja tiba di rumah keluarga Christian ketika jam istirahat. Ayah dan anak itu kini baru mengucapkan ucapan belasungkawa pada orang tua Christian. Kini, keduanya mendaratkan tubuh di kursi yang disediakan di halaman rumah yang sudah berderet rapi.


Bahkan di atasnya sudah dipasang atap untuk melindungi para tamu-tamu yang hadir agar tidak tersengat sinar matahari maupun air hujan.


Laymar Raphael saat ini menghampiri rekan bisnis dari putranya tersebut dan ia mengetahui siapa sebenarnya anak dan ayah tersebut merupakan orang jahat yang telah membuat hidup menantunya menderita semenjak dari kecil.


Ingin sekali ia mengumpat dan mengeluarkan semua kata-kata buruk pada pria yang sepantaran dengannya tersebut, karena melakukan kejahatan akibat keserakahan hanya demi uang yang tidak halal.


Namun, ia berusaha untuk menahan diri agar tidak bersikap buruk di hari duka menantunya. Jadi, berpikir bahwa pembalasan yang paling tepat akan ada masanya. Kini, ia berbincang dengan ayah dan anak tersebut untuk menguraikan suasana penuh kaku diantara mereka.


"Terima kasih atas kedatangannya ke sini dan tolong maafkan kesalahan almarhumah agar tenang di sisi-sisi-Nya." Ia tadi menyuruh sang istri untuk memanggil putranya agar memberikan sebuah penghormatan pada ayah dan anak tersebut sebelum dihancurkan.


Bahkan meskipun Laura menolak untuk dibantu, tetap saja ia sebagai mertua tidak akan tinggal diam melihat kejahatan merajalela.


Apalagi untuk kesekian kali Laura mengalami kemalangan karena ditusuk oleh orang yang mengaku sebagai mantan dari pegawai di butik. Namun, Entah mengapa ia merasa yakin jika ada hubungannya dengan salah satu dari ayah dan anak di hadapannya tersebut.


"Semoga nona Ana mendapatkan tempat di surga," ucap Rendi Syaputra yang saat ini tersenyum pada pria yang sepantaran dengannya tersebut.


Ia sebenarnya tidak terlalu mengenal ayah dari Christian. Hanya mengetahui jika putra dari pria itu merupakan pria yang pernah hidup bersama dengan keponakannya dan memilih pergi setelah berhasil menculik anak yang dilahirkan.


Sengaja ia menyuruh putranya untuk menggaet Christian agar masuk di perusahaannya. Itu semua dilakukannya karena ingin pria itu berada dekat dalam jangkauannya dan bisa mengawasinya.


Ia dulu kehilangan jejak Laura yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan membuatnya memilih untuk mengawasi Christian karena berpikir keponakannya tersebut suatu saat akan kembali dan merebut putranya.


Bahkan juga berpikir jika Laura akan datang ke perusahaan menuntut haknya karena sudah berusia lebih dari 23 tahun dan sesuai surat wasiat berhak mendapatkan semua harta peninggalan dari orang tua yang merupakan adik kandungnya.

__ADS_1


Ia saat ini mengedarkan undangannya nggak sekeliling rumah dengan area halaman sangat luas dan dihiasi dengan tanaman yang terawat terapi dan semakin menambah kesan asri di hadapannya.


"Di manakah tuan Christian?" Ia ingin melihat seperti apa wajah seorang suami yang dulu berselingkuh dengan keponakannya dan ditinggalkan istri.


Laymar kini langsung mengungkapkan apa yang dilakukan oleh putranya saat ini di dalam kamar. "Christian benar-benar terpuruk dengan meninggalnya sang istri. Jadi, saat ini sedang menenangkan pikiran di dalam kamar, tapi pasti sebentar lagi datang ke sini untuk menemui Anda."


Saat ia baru saja menutup mulut, mendengar suara bariton dari pria yang merupakan generasi penerus seorang Rendi Syaputra.


"Putra Anda datang." Andika Syaputra yang sebenarnya sangat malas datang untuk mengucapkan bela sungkawa, terpaksa melakukannya karena sang ayah yang mengajaknya.


Ia sebenarnya dari dulu merasa sangat aneh ketika sang ayah menyuruhnya mendekati seorang Christian. Namun, tetap melakukannya tanpa bertanya apa alasannya dan berpikir jika pria itu merupakan salah satu pebisnis hebat yang perlu direngkuh untuk bersatu dalam bisnisnya.


Christian yang tadi berada di dalam kamar bersama dengan putranya hingga tertidur, merasakan ucapan lembut sang ibu dan membuatnya membuka mata.


"Terima kasih atas kedatangannya," ucap Christian yang saat ini menjabat tangan ayah dan anak tersebut serta tersenyum simpul menyembunyikan apa yang dirasakannya.


"Iya, kami turut berduka cita atas meninggalnya istrimu," sahut Andika Syaputra yang baru saja melepaskan tangan Christian. "Sebenarnya istrimu sakit apa? Kami bahkan sama sekali tidak mendengar jika ia mempunyai penyakit."


Sebenarnya Christian malas menjelaskan dan berbahasa-basi dengan pria yang sangat ingin ia hancurkan tersebut, tapi tidak mungkin melakukannya ketika suasana rumah tengah berduka.


Ia saat ini mencoba untuk bersikap biasa dan menceritakan semua hal sesuai dengan kejadian sebenarnya. Bahwa sang istri meninggal ketika dioperasi.


Hingga ia saat ini hanya bisa meluapkan perasaan membuncah di dalam hatinya. 'Aku akan membuat mereka membayar semua perbuatan jahatnya, tapi tidak sekarang dan tidak di sini karena ini adalah hari meninggalnya Ana dan tidak boleh ada yang menodainya dengan sebuah keserakahan.'


"Usia seseorang sama sekali tidak bisa ditebak dan kita harus siap kapan saja dipanggil. Itulah yang saat ini harus kita tanamkan dalam pikiran agar menerima semua garis tangan Tuhan," ucap Rendi Syaputra begitu mendengar cerita dari pria yang dianggapnya tengah berpura-pura bersedih kehilangan istri.

__ADS_1


Padahal dulu berselingkuh dengan keponakannya tanpa memikirkan bagaimana perasaan sang istri. Jadi, saat ini melihat jika Christian hanya berakting di depan semua orang agar terlihat seperti menjadi seorang suami yang baik dan sempurna karena sangat mencintai sang istri.


'Seandainya bisa, Aku ingin membuka kedoknya yang selama ini hanyalah pria munafik karena mengincar wanita yang lebih muda. Apalagi keponakanku berusia 7 tahun lebih muda darinya, sehingga memanfaatkan demi mendapatkan keturunan,' gumam Rendi Syaputra yang sebenarnya merasa heran pada pemikiran Christian.


Ia tidak paham kenapa pria di hadapannya tersebut memilih tetap bertahan dengan wanita sakit-sakitan dan membuang keponakannya karena hanya ingin keturunan.


Hal yang mungkin tidak akan dilakukan oleh pria lain karena berpikir bahwa Laura jauh lebih mudah dan sehat, tapi tidak membuat Christian bertahan dan malah kabur meninggalkannya dengan anak yang baru saja dilahirkan.


Hingga ia kehilangan jejak keponakannya setelah itu dan sampai sekarang belum mengetahui di mana keberadaannya. Bahkan pria di hadapannya tersebut juga tidak terlihat bertemu dengan keponakannya.


"Iya, Anda benar. Usia seseorang memang tidak ada yang tahu, tapi tapi terkadang kita bisa membuat takdir sendiri," ucap Christian yang saat ini memilih untuk mengatakan kalimat ambigu dan bertanya apakah pria di hadapannya tersebut mengerti atau tidak tentang apa maksudnya.


Namun, ia hanya melihat sorot mata penuh pertanyaan dari seorang Rendy Saputra dan juga putranya. "Membuat takdir sendiri mungkin hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sangat hebat dalam menjalani hidup, Tuan Christian."


"Ya, Anda memang hebat karena terkadang orang-orang hebat itu melupakan batas-batas kewajaran demi sebuah keinginan." Christian sebenarnya ingin mengatakan ambisi, tapi tidak ingin terlalu mencolok dan terlalu menonjol.


Apalagi saat ini tidak ingin pria di hadapannya tersebut mengetahui jika ia mengetahui kejahatan yang selama ini dilakukan pada Laura. 'Anak dan ayah sama-sama bodoh karena bisa-bisanya tidak mengenal keluarga sendiri. Laura takkan hanya mengubah rambutnya dan juga mengganti softlens dengan warna biru sudah membuat mereka tidak sadar.'


Christian mengakui jika penampilan Laura memang sangat berbeda dengan satu tahun yang lalu. Namun, tidak ada yang bisa mengenali Laura selain dirinya karena sudah mengetahui wanita itu mulai dari ujung kaki hingga kepala.


Ia malah merasa senang jika ayah dan anak tersebut tidak mengenali Laura karena akan lebih memudahkan untuk membalas dendam karena menyusup ke dalam perusahaan dan mudah menyusun rencana penghancuran.


'Aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk membantu Laura membalaskan dendam karena orang-orang jahat harus disingkirkan dari dunia ini. Mereka harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan di masa lalu,' gumam Christian yang saat ini berpikir untuk berdamai dengan Laura.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2