
Sementara itu, sosok pria yang dari tadi menatap aneh pada pria yang berdiri menghalanginya ketika hendak duduk, kini bisa melihat tiket first class yang membuatnya membulatkan mata karena tidak menyangka akan ditukar dengan tempat duduknya dari kelas ekonomi.
Tentu saja ia merasa sangat beruntung jika bisa merasakan fasilitas dari kelas terbaik di pesawat secara cuma-cuma dan mengetahui bahwa harga tiket tersebut sangat mahal dan pastinya akan duduk di tempat yang paling nyaman.
Refleks ia menganggukkan kepala dan tersenyum. "Tentu saja," ucapnya sambil berdiri dan menyerahkan tiket miliknya pada pria yang dianggapnya sangat bodoh dan gila karena bertukar posisi dengannya.
Namun, ia yang menyadari jika pria itu melakukan hal gila tersebut karena sosok wanita di sebelahnya, kini mengerti jika ada hubungan di antara mereka.
"Terima kasih," ucap Christian yang saat ini merasa sangat beruntung karena akhirnya bisa duduk di sebelah wanita yang tidak bisa direlakan begitu saja.
Bahkan ia tidak bisa dengan mudah melupakan Laura meskipun bibirnya mengatakan harus setia pada Ana—wanita yang telah menjadi istrinya selama 10 tahun terakhir ini.
Christian pun beralih menatap ke arah sang pramugari. "Ini adalah tempat duduk saya dan tolong antarkan pria ini ke tempat duduknya," ucap Christian yang menunjukkan tiketnya sebelum diberikan pada pria tersebut.
Sang pramugari yang saat ini mengerti, tersenyum simpul dan melakukan kepala. "Baik, Tuan."
Kemudian beralih menatap ke arah pria yang dianggap sangat beruntung karena mendapatkan sebuah pelayanan terbaik di pesawat karena bertukar tempat duduk dengan pria yang ia ketahui ingin berdekatan dengan wanita itu.
"Terima kasih," sahut dia dengan rambut keemasan yang kini berjalan mengekor di belakang pramugari cantik dengan seragam berwarna merah yang mencetak jelas lekuk tubuh yang seksi itu.
Sementara itu, Christian seketika masuk ke dalam kursi penumpang dan mendaratkan tubuhnya di sebelah sosok wanita terlihat jauh lebih pendiam dari semalam yang agresif.
Ia kini tidak berhenti tersenyum sambil menatap sosok wanita muda yang semalam menawarkan keperawanan padanya dan tidak bisa ditolaknya.
"Aku tadi melihatmu saat hendak baru tiba di bandara. Ternyata penglihatanku benar-benar masih baik karena hanya dengan menatap siluet belakangmu saja, sudah sangat hafal jika itu adalah wanita yang semalam merayuku."
Sementara itu, Laura yang merasa sangat kebingungan karena jujur saja berada dalam situasi saat ini membuatnya tidak berkutik.
Bahkan saat ini masih berusaha untuk menenangkan perasaan yang tidak menentu akibat duduk berdampingan dengan sosok pria yang menjadi Cinta pertama sekaligus mencuri ciuman ke tangan.
'Sial! Kenapa aku benar-benar sangat kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa saat ini ketika berdekatan dengan Christian?' gumam Laura yang merasa aliran tubuhnya seperti dialiri listrik kalah merasakan sentuhan pada punggung tangannya.
"Kenapa sekarang kamu berubah menjadi pendiam seperti seorang wanita polos yang tidak suka merayu pria?" tanya Christian yang saat ini memegang erat telapak tangan yang dirasakan sangat dingin dan membuatnya terkekeh geli karena bisa membaca jika Laura gugup saat ia melakukan itu.
Christian saat ini merasa seperti telah berdekatan dengan gadis polos berusia 17 tahun yang belum pernah dekat dengan seorang pria dan membuatnya sangat bersemangat menggoda dengan membuat wajah Laura memerah karena malu.
__ADS_1
"Wah ... ternyata seorang Laura yang agresif bisa berubah sangat mulus hanya dalam waktu 1 hari. Sungguh sangat luar biasa melihatmu berubah pendiam seperti gugup hanya dengan melihatku."
Kemudian Christian tersenyum menyeringai dan melakukan sesuatu yang bersifat intim dengan cara mencium punggung tangan dengan jemari lentik yang saat ini digenggamnya.
"Terima kasih karena muncul di hadapanku saat aku tidak bisa melupakan telah ditipu mentah-mentah oleh wanita yang tiba-tiba pergi tanpa pesan setelah membuat perasaan seorang pria porak-poranda."
Sementara itu, Laura benar-benar tidak berkutik atas perbuatan Christian dan berusaha untuk menenangkan perasaan yang berkecamuk saat debaran jantungnya sudah tidak bisa dikendalikan.
Ia menyesal karena tidak minum minuman beralkohol agar bisa kembali membuatnya menjadi seorang Laura yang sangat agresif dan berani. Tentu saja ia semalam adalah sosok Laura yang sangat berbeda karena pertama kalinya merayu seorang pria ketika jatuh cinta dan mengajaknya untuk bercinta.
Karena tidak ingin terlihat sangat menyedihkan karena berubah menjadi seorang wanita yang pemalu serta polos seperti biasa, kini Laura menjelaskan agar Christian mengerti.
"Aku semalam benar-benar mabuk dan berbicara seperti seorang wanita nakal. Kamu tahu kan kalau aku bukan seorang wanita yang suka merayu para pria untuk tidur bersama?"
Laura berharap Christian bisa memahami apa yang dilakukannya semalam benar-benar murni karena efek minuman beralkohol dan juga ingin bebas sekejap seperti burung yang lepas dari sangkar emas.
Kini, Christian bergerak untuk memiringkan tubuhnya agar bisa menatap dengan jelas wajah cantik Laura yang seperti sangat malu-malu itu.
"Benarkah? Jadi, bisa dibilang bahwa tawaranmu semalam sudah tidak berlaku lagi?" Sengaja ia ingin memastikan jawaban Laura mengenai hal yang sempat membuatnya tergoda dan menunggu jawaban apa yang lolos dari bibir sensual berwarna merah jambu yang semalam disesap dan dilumatnya penuh gairah.
Ia merasa bahwa jawaban dari Laura sangat penting untuknya. Meskipun sangat menyukai sosok polos Laura, tapi di saat bersamaan merasa kecewa karena akan kehilangan kesempatan untuk membuatnya menjadi miliknya.
Saat ini, Laura ingin sekali mengatakan tidak karena sudah berjanji pada diri sendiri untuk menyerahkan dirinya pada pria yang duduk di sebelahnya.
Pria yang masih menggenggam erat telapak tangan dan membuat jantung berdetak sangat kencang. Namun, sekolah bibirnya terkunci rapat dan membuatnya kesusahan untuk berbicara hal yang dirasakan sesungguhnya pada pria dengan paras rupawan itu.
"Christian, sebenarnya aku ...."
Refleks Christian seketika menaruh jari telunjuk pada bibir sensual Laura karena tidak ingin membuat wanita yang berubah pemalu dan polos itu tertekan dengan pertanyaan bernada vulgar darinya.
"Tidak perlu menjawab karena aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman saat duduk bersamaku. Apalagi kita akan menghabiskan waktu selama 20 jam lebih selama perjalanan menuju ke Jakarta."
"Jadi, lebih baik kita nikmati saja kebahagiaan yang tidak akan terulang hari ini," ucap Christian yang ingin membuat Laura merasa nyaman bersamanya.
Ia sangat berharap jika wanita yang berubah pendiam dan pemalu itu tidak tertekan ketika bersama dengannya dan berpikir tidak berdosa pada Ana karena hanya duduk bersebelahan dengan Laura.
__ADS_1
'Dengan seperti ini saja, aku tidak mengkhianati Ana, kan? Aku ingin Laura merasa nyaman saat bersama denganku. Aku pun ingin meninggalkan kenangan berharga di antara kami Meskipun tidak melakukan hubungan intim.'
Kini, Christian tapi saya mendengar jawaban singkat benarkah kelegaan dari Laura dan ia tidak pernah sekalipun memalingkan wajah dari sosok wanita yang benar-benar terlihat sangat berbeda dari yang ditemui di klab malam.
"Iya, terima kasih karena sudah mau mengerti." Laura masih berusaha untuk menata hati agar tidak bersikap memalukan di depan pria yang menjadi cinta pertamanya tersebut.
"Jadi, kamu juga kembali ke Jakarta hari ini? Aku benar-benar tidak menyangka kita bisa bertemu dan berada di dalam satu pesawat dengan duduk berdampingan seperti ini." Bahkan Laura saat ini menatap ke arah telapak tangannya yang masih belum dilepaskan oleh Christian.
Hingga ia melihat Christian mengangkat tangannya yang masih digenggam erat dan membuatnya mengenal saliva dengan rasa karena merasa sangat malu.
"Aku juga tidak menyangka bisa berpegangan tangan denganmu seperti ini. Kamu tidak keberatan aku melakukannya, bukan? Hanya berpegangan tangan seperti ini saja sepertinya membuatmu merasa gugup padaku."
Christian benar-benar sangat bersemangat untuk terus menggoda Laura yang selalu bersikap malu-malu hari ini dan tentu saja membuatnya sangat gemas karena seperti telah bersama dengan seorang gadis remaja yang pertama kali jatuh cinta.
Ia saat ini bisa melihat jawaban singkat dari Laura yang hanya menganggukkan kepala seperti gadis polos. Refleks ia langsung melepaskan genggaman tangan dan beralih untuk mencubit gemas pipi putih Laura.
"Kenapa kamu sangat menggemaskan seperti ini, Laura? Ternyata minuman beralkohol sangat berbahaya karena membuatmu berubah menjadi seorang wanita dewasa yang agresif. Jangan pernah lagi minum whiski saat berada di Jakarta!"
"Kenapa aku tidak boleh menjadi wanita dewasa yang agresif?" tanya Laura yang ingin mencari tahu kenapa Christian melarangnya untuk mengkonsumsi minuman beralkohol.
Padahal ia merasa jika minum whisky akan membuatnya sebentar melupakan masalah yang dihadapi. Karena selama ini tidak ada yang bisa menghiburnya ketika merasa kesepian selain minuman beralkohol.
Hingga jawaban Christian membuat perasaan Laura berbunga-bunga dan seketika merasa yakin bahwa ia tidak ingin kehilangan pria yang membuatnya semakin jatuh cinta untuk kesekian kali.
"Karena aku tidak ingin kamu merayu pria lain selain aku. Jangan berkata pada pria lain bahwa kamu jatuh cinta dan ingin tidur dengan mereka. Cukup aku saja yang membuatmu jatuh cinta dan menyerahkan diri saat pertama kali bertemu."
Christian bahkan kini mengungkapkan apa yang dirasakan pada Laura tanpa memperdulikan statusnya yang merupakan suami dari wanita lain. Ia memang tidak berhak berbicara seperti itu karena tidak punya hubungan dengan Laura.
Namun, merasa sangat yakin jika wanita itu akan patuh padanya karena bisa melihat cinta yang sama saat menatap netra kecoklatan di hadapannya tersebut.
Hingga ia merasa tertampar dengan pertanyaan Laura yang membuatnya diam tidak berkutik dan tidak bisa langsung menjawab.
"Jika kamu bisa melarangku untuk tidak dekat dengan pria lain, apakah aku bisa memintamu untuk menceraikan istrimu dan menikahiku?" tanya Laura yang ingin mencari tahu niat sebenarnya dari pria dengan tatapan intens yang tidak berkedip menatapnya.
'Salahkah aku jika ingin memilikimu seutuhnya, Christian? Aku benar-benar menginginkanmu hanya menjadi milikku. Aku bisa melihat ada cinta di matamu, tapi apakah kamu bisa merelakan istrimu demi aku?'
__ADS_1
To be continued...