
Mario yang awalnya tidak ingin menuruti perintah dari Vicky, terpaksa berubah pikiran karena tidak bisa menutup pintu. Ia pun kini menatap ke arah sosok pria yang masih berdiri di hadapannya tersebut.
"Katakan sekarang dan jangan bertele-tele," sarkasnya dengan membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam. Ia membiarkan Vicky mengikutinya karena berpikir jika pria itu benar-benar serius ingin berbicara dengannya.
Sementara itu, Vicky yang masih mengekor Mario, kini menghentikan langkah kaki begitu melihat pria itu berhenti dan mempersilakan duduk. Namun, ia tidak ingin berlama-lama di sana dan menggelengkan kepala.
"Aku tidak akan lama dan kuharap kau bisa mengerti tentang apa yang ingin kukatakan," seru Vicky yang kini menjeda ucapannya untuk melihat respon dari pria yang ternyata hanya diam saja tanpa berniat untuk membuka suara.
Akhirnya ia kini kembali melanjutkan apa yang ingin disampaikan. "Saat ini, kondisi nona Ana Maria yang merupakan istri tuan Christian tengah drop karena memiliki penyakit kanker serviks stadium 4. Apa kau tahu artinya? Jika tidak tahu, biar kuperjelas lagi."
__ADS_1
"Bahwa stadium 4 itu sama saja dengan stadium akhir dan banyak orang tidak bisa bertahan dari itu. Apakah nuranimu sebagai seorang manusia tidak akan perduli pada nasib seorang wanita malang sepertinya yang bahkan tidak bisa memiliki keturunan?" Vicky yang belum puas karena ada banyak hal yang ingin disampaikan.
Namun, berpikir jika Mario akan ilfil padanya dan tidak ingin memberikan kesempatan seperti ini, akhirnya ia ingin sekali mendengar tanggapan seorang pria yang dianggap sangat mencintai seseorang.
Saat tadi ia melihat Mario berbicara dengan Laura di telpon, seperti tatapan penuh cinta yang dilandasi kekhawatiran tengah dirasakan pria itu.
"Aku tahu jika selamanya kamu berada di pihak nona Laura dan aku tidak akan pernah menyalahkan itu, tapi hanya berharap sedikit belas kasihan pada nona Ana. Apa kau sama sekali tidak punya saudara perempuan?"
'Jika aku memberitahu ini pada Laura, bagaimana jika dia akhirnya mencoba untuk mengerti tentang perbuatan Christian di masa lalu padanya?' gumam Mario yang masih mencoba untuk berpikir untuk bisa selalu dekat dengan Laura nanti.
__ADS_1
Entah mengapa ia selalu tidak percaya diri begitu mengetahui alasan sebenarnya Christian memilih wanita tidak normal yang punya banyak kekurangan.
Meskipun nilai plusnya sangat cantik, tapi tidak ada artinya di hadapan banyak orang jika seumur hidup tidak bisa melahirkan anak. Apa tujuanmu menceritakan ini padaku?" tanya Mario yang ingin memastikan semuanya.
"Aku adalah saksi kebucinan tuan Christian pada nona Laura. Bahkan aku bisa memastikan jika cinta bosku bukanlah sebuah mainan semata," ucapnya dengan penuh keyakinan.
Saat ia baru saja berbicara, bisa mendengar suara notifikasi masuk di ponselnya dan langsung mengeceknya. Begitu melihat nomor, kini ia langsung mengetik jawaban.
Di sisi lain, Mario yang kini berpikir harus fokus pada Laura, tidak ingin terpengaruh pada perkataan Vicky.
__ADS_1
"Waktumu telah habis. Pergilah karena aku ingin beristirahat. Ini bahkan sudah sangat larut, tapi masih mengurus masalah pribadi bosmu. Sakitnya Ana bukanlah kewajibanku untuk memikirkannya dan tidak memperdulikan Laura," sarkasnya dengan menatap tajam Vicky.
To be continued...