365 Days With You

365 Days With You
Sangat bosan


__ADS_3

Christian yang tadi mendapatkan pesan dari Vicky bahwa Ana dan asistennya tersebut sedang menuju ke rumah sakit setelah membawa mobil ke bengkel. Ia bahkan saat ini tengah memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan pada anak mengenai bisnis yang akan dirintis di New York.


Apalagi proposalnya sudah disetujui langsung oleh rekan bisnisnya dan berniat untuk menyuruh asistennya yang mengurus di sana karena ia akan fokus pada Laura sampai pulih.


Ia bahkan sudah membeli rumah yang ada di Bandung untuk membawa Laura ke sana. Christian menyiapkan hati untuk menghubungi anak setelah berpikir mengenai kata-kata yang tepat disampaikan.


Hingga ia merasa bersalah saat mendengar suara Ana yang terdengar sangat bahagia begitu mendengar suaranya. Hingga ia pun menjelaskan semuanya dan beberapa saat kemudian, sambungan telpon terputus.


Tentu saja ia tahu bahwa saat ini sang istri sangat shock mendengar apa yang baru saja disampaikan olehnya mengenai bisnis yang akan dirintis di New York.


Ia sama sekali tidak mendengar pendapat dari sang istri dan memberikan waktu untuk menenangkan diri.


"Ana butuh waktu untuk memikirkan keputusan. Aku nanti akan menghubungi lagi. Biarkan saja ia menenangkan diri terlebih dahulu sambil menjenguk pasien kecelakaan yang tadi menabrak mobil," ucap Christian yang saat ini tengah menatap ke arah sosok wanita di atas ranjang.


Christian saat ini menghembuskan napas kasar ketika dihadapkan pada istri pertama dan kedua yang sama-sama berada di rumah sakit itu dengan kondisi berbeda.


Jika Ana saat ini sangat sehat, tapi tidak bersamanya, sedangkan Laura hanya bisa berbaring di atas ranjang dengan ingatan yang menghilang, tapi bisa bersamanya.


"Aku dari dulu sangat membenci pria yang melakukan poligami, tapi tidak pernah menyangka jika aku juga melakukannya." Christian saat ini menepuk jidatnya karena berpikir telah berubah menjadi seorang pihak brengsek karena serakah ingin memiliki Laura sepenuhnya.


Apalagi janji yang Laura berikan membuatnya ingin menagih, tapi yang terjadi malah wanita itu sama sekali tidak bisa mengingatnya. Karena sudah terlanjur menikahi Laura, tapi tidak tahu apakah istri sirinya tersebut mau menerimanya.


"Jika aku gagal membuatmu jatuh cinta padaku, apa aku harus menyerah?" lirih Christian yang saat ini berpikir mendapatkan jalan keluar dari masalahnya yang berhubungan dengan Laura.


Bahkan ia belum berbicara lagi dengan Laura yang kembali seperti putri tidur. Ia tahu bahwa dokter mengatakan jika Laura harus banyak beristirahat demi memulihkan kondisinya. Jadi, berharap sang istri siri segera pulih dan akan langsung ia boyong ke Bandung.

__ADS_1


Christian saat ini mengetik pesan untuk asisten pribadinya.


Kamu harus membujuk Ana agar setuju. Lagipula, saat ini kamu bersamanya dan bisa dengan mudah memberikan saran. Katakan saja padanya bahwa ini semua adalah awal mula kesuksesan untuk perusahaan yang nantinya akan terkenal di luar negeri.


Setelah membaca beberapa kali, Christian merasa semuanya sudah benar, lalu langsung memencet tombol kirim.


Embusan nafas kasar terdengar memenuhi ruangan perawatan yang membuat Christian benar-benar sangat bosan karena tidak melakukan kegiatan apapun selain melihat putri tidur memejamkan mata.


"Laura, kamu harus cepat pulih, Sayang. Ada banyak hal yang ingin kusampaikan padamu. Aku benar-benar tidak tega melihat keadaan yang seperti ini. Nasib baik tidak ada yang salah dengan kakimu karena hanya kepala yang bermasalah," ucap Christian yang saat ini mendengar suara ketukan pintu dari luar dan membuatnya mengerutkan.


Ia berpikir bahwa yang mengetuk pintu adalah suster, tapi karena tidak kunjung terbuka, kami berdiri dari posisinya dan melangkahkan kaki panjangnya menuju ke arah pintu itu.


Saat Christian membuka pintu berwarna putih di hadapannya, kini bisa melihat seorang pria yang membawa tas besar langsung membungkuk hormat padanya dan bisa menduga siapa.


"Selamat sore, Tuan Christian. Saya adalah orang suruhan dari tuan Vicky. Saya membawakan semua yang Anda minta dan berada di dalam tas ini." Pria dengan jaket hitam tersebut langsung memberikan tas besar yang berisi keperluan bos besar di hadapannya tersebut.


Sementara itu, Christian saat ini memeriksa terlebih dahulu apakah ada yang terlewatkan. Begitu menemukan semua yang dicarinya, ia kemudian membawa masuk tas tersebut setelah mengibaskan tangan pada pria yang menjadi suruhan Vicky.


Kini, Christian kembali masuk ke dalam dan membuka tablet miliknya. Ia yang selama ini jarang menganggur dan selalu sibuk, mendadak seperti orang lintung saat hanya diam saja di dalam ruangan perawatan dengan menunggu sang putri tidur.


Jadi, tadi menyuruh Vicky untuk membawakan tablet kerjanya agar ia bisa menyelesaikan pekerjaan sambil menunggu Laura terbangun dari tidur panjang.


Ia yang saat ini membuka tablet kerjanya, melirik sekilas ke arah Laura yang masih pada posisi sama dan belum bergerak sedikit. Jadi, merasa aman untuk bekerja di ruangan tersebut.


Karena pekerjaannya semakin bertambah setelah rekan bisnisnya menyetujui proposal yang dibuatnya dan disempurnakan oleh Vicky. Kini, ia sudah mulai menyelesaikan beberapa dokumen penting yang berhubungan dengan project di New York.

__ADS_1


Hingga ia pun sudah berkonsentrasi pada pekerjaannya dan membuatnya merasa menjadi orang yang berguna ketika sudah berkedut dengan banyaknya tulisan di tablet itu.


Sementara itu, di lantai dua rumah sakit, terlihat Ana dan Vicky berjalan menuju ke arah ruangan yang menjadi tempat dirawatnya pasien kecelakaan yang hanya mengalami beberapa letak pada bagian kaki.


Sebenarnya beberapa saat yang lalu, Ana benar-benar merasa dunianya seperti mau runtuh ketika sang suami yang tidak menghubungi satu hari penuh, malah membuatnya harus mendengar kabar yang sangat tidak disukainya.


Hingga ia pun sempat berada lama di depan lobby karena tengah menormalkan perasaannya yang benar-benar sangat terkejut atas apa yang suami sampaikan.


Bahkan Vicky pun memberikan saran untuk menerima tawaran luar biasa yang jarang terjadi. Hal yang benar-benar membuat Ana merasa pusing untuk mengambil keputusan.


Apalagi mengetahui bahwa mertuanya pasti akan murka jika sampai tidak mengizinkan Christian melebarkan sayap ke luar negeri karena memang impian mereka dulu ingin diakui oleh negara luar.


Namun, ia masih pusing dan tidak ingin membahas masalah itu. Jadi, memilih untuk menenangkan pikiran terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan penting dalam hidupnya.


"Apa ini ruangannya?" tanya Ana yang berdiri di belakang Vicky saat hendak membuka pintu setelah mengetuk dua kali.


Hingga ia pun lihat Vicky yang melakukan kepala dan langsung masuk ke dalam. "Silakan, Nona Ana."


Vicky memberi jalan agar bosnya tersebut masuk terlebih dahulu karena memang yang berhak untuk berbicara adalah wanita itu. Sementara ia hanyalah seorang pengantar saja karena tidak berhubungan dengan kecelakaan.


Hingga ia mendengar suara notifikasi dari ponsel dan begitu membacanya, memijat pelipis karena lagi dan lagi bosnya memberikan pekerjaan baru.


Setelah nanti mengantarkan istriku pulang dari rumah sakit, belikan aku vitamin agar kondisiku tidak drop karena harus menjaga istriku.


Karena tidak mau membalas pesan dan khawatir dicurigai oleh Ana Maria, kini Vicky langsung memasukkan ponsel ke dalam saku jasnya sambil mengumpat di dalam hati untuk meluapkan kekesalan yang dirasakan.

__ADS_1


'Kenapa tidak menyuruh orang yang tadi mengantarkan tas? Malah seperti sengaja membuatku datang ke ruangan agar bisa menemaninya mengobrol. Pasti tuan Christian sangat bosan berada di rumah sakit.'


To be continued...


__ADS_2