365 Days With You

365 Days With You
Menjadi istri yang dibanggakan


__ADS_3

Di sisi yang berbeda, Laura seketika menggilingkan kepala karena merasa jika mimpinya seperti nyata. "Aku tahu jika mimpi adalah bunga tidur, tapi rasanya tadi sangat nyata."


"Hal yang paling menakutkan dari mimpiku adalah aku memintamu untuk membatalkan pernikahan dan kembali padaku, tapi yang terjadi kamu sama sekali tidak mendengarkanku dan tetap menikahi wanita itu."


Laura kembali mengingat satu hal yang membuatnya merasa seperti berada pada posisi yang sama di mimpi. "Aku bahkan mengejarmu saat kamu naik mobil pengantin bersama dengan wanita itu."


"Hingga akhirnya aku mengalami kecelakaan. Apakah itu adalah masa lalu yang kulupakan karena kecelakaan? Aku ingin kamu berbicara jujur padaku. Sekarang katakan jika kecelakaan itu seperti yang berada di mimpiku," ucap Laura yang saat ini tengah berusaha untuk menormalkan perasaannya yang kacau balau.


Ia akan merasa sangat takut jika hal yang berada dalam mimpinya benar-benar terjadi. Bahwa ia mengalami kecelakaan karena mengejar mobil pengantin yang di dalamnya ada Christian dan wanita yang baru saja dinikahi.


Karena mendapatkan tatapan mengintimidasi dari Laura yang seolah mencurigainya, kini Christian berakting tertawa terbahak-bahak untuk mematahkan tuduhan wanita dengan raut wajah memerah tersebut.


"Astaga, Sayang. Mana mungkin aku menikah dengan wanita lain dan sekarang berada bersamamu. Jika aku benar-benar menikah dengan seorang wanita di mimpimu itu, pasti saat ini sudah berbulan madu dan tidak bersamamu di Jakarta dan di Bandung."


Christian sangat berharap Laura mempercayai apa yang baru saja dikatakan karena tidak ingin hal buruk membuat rumah tangga yang baru saja dibina hancur berantakan.


Ia bahkan tadi sudah sangat bersemangat ketika Laura membahas mengenai keturunan dan membuatnya sangat bahagia ketika membayangkan jika sebentar lagi bisa memiliki anak dari rahim istri sirinya yang tidak ingin menundanya.


'Kenapa ada saja masalah yang harus kuselesaikan. Ini benar-benar membuatku merasa pusing,' umpat Christian yang saat ini berpikir bahwa ada saja penghalang harapan yang baru saja diukir.


'Justru Ana lah yang berada di posisi itu saat ini karena aku menikahimu, Laura.' Christian masih berusaha untuk menghilangkan kecurigaan Laura dengan berusaha mengatakan fakta-fakta tentang keberadaannya yang 24 jam bersama istri sirinya tersebut.


"Apa yang harus kulakukan agar kamu percaya padaku, Sayang? Aku pasti akan melakukan apapun untuk membuatmu tidak meragukanku. Bahwa mimpi itu hanyalah bunga tidur dan aku juga sudah menjelaskan tentang kecelakaan yang menimpamu itu menyebabkan supir taksi meninggal dunia."


Akhirnya ia menyebutkan orang yang menjadi korban kecelakaan agar Laura tidak lagi bertanya ataupun mengungkit masalah yang berhubungan dengan kecelakaan.

__ADS_1


Hingga usahanya berhasil begitu mendengar suara Laura yang serak dan bersimbah air mata, sehingga laki-laki membuatnya merasa sangat bersalah karena telah membuat wanita dengan wajah pucat tersebut menangis tersedu-sedu.


"Maafkan aku, Sayang. Aku sampai berpikir buruk padamu karena takut kehilanganmu. Apalagi mendengar bahwa aku adalah anak yatim piatu tanpa orang tua dan hidup sendiri, membuatku benar-benar takut kehilanganmu."


Laura tidak perduli seperti apa wajahnya saat ini ketika menangis dengan air mata yang deras lolos dari bola matanya. Satu-satunya hal yang diinginkan saat ini adalah ingin meluapkan segala perasaan membuncah yang dirasakan ketika dipenuhi oleh ketakutan.


Hingga ia merasa sangat terharu ketika jemari dengan buku-buku kuat pria di hadapannya tersebut mengusap pipinya untuk membersihkan air mata yang sudah menganak sungai di sana.


"Sayang, jangan menangis karena aku tidak bisa melihat seorang wanita yang kucintai mengeluarkan air mata. Aku tidak ingin kondisimu semakin drop. Kamu harus banyak beristirahat dan jangan banyak pikiran, Sayang," ujar Christian yang saat ini merasa tengah mengalami Dejavu.


Tadi siang ia juga mengalami hal yang sama seperti ini ketika menelpon Ana yang juga merasa bersalah dan menangis, sehingga membuatnya berusaha keras menghibur.


Lagi dan lagi ia sadar bahwa mempunyai dua istri adalah sebuah hal yang sangat berat dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.


'Tadi aku harus menghibur Ana yang menangis tersedu-sedu di telepon dan sekarang Laura pun juga demikian. Kenapa dua istriku seperti sama-sama memiliki ikatan batin hingga tingkah mereka sama seperti ini?' gumam Christian yang masih berusaha untuk menenangkan Laura agar tidak semakin merasa bersalah dan menangis.


"Selamat malam, Tuan. Apa ada yang hal buruk yang terjadi?" tanya perawat berseragam putih yang saat ini langsung mendekat begitu melihat pasien menangis tersedu-sedu dan berpikir terjadi sesuatu.


Refleks Christian tidak ingin terjadi kesalahpahaman dan menjelaskan apa yang terjadi tanpa terkecuali. "Apa menangis bisa membuat istri saya kembali drop, Suster?"


"Aku tidak apa-apa, Sayang. Aku hanya menangis sedikit dan berharap bisa mengeluarkan semua keluh kesah yang kurasakan. Bukankah lebih baik menangis daripada menahan diri dan memendamnya?" ucap Laura dengan suara yang serak karena efek menangis.


Sementara itu, yang perawat yang kini menganggukkan kepala karena sependapat dengan pasien. "Iya, Nona. Menangis adalah cara paling ampuh untuk menghilangkan stres yang dirasakan." Kemudian berani menoleh ke arah sosok pria yang berdiri di sebelah kirinya.


"Tapi karena saat ini kondisi istri Anda belum stabil, tolong jaga perasaan agar tidak berpikir hal-hal yang sedih. Pasien harus selalu bahagia agar otak kinerja otaknya tidak terforsir secara berlebihan karena sangat beresiko dengan syarat-syarat yang belum pulih."

__ADS_1


Sang perawat mengakhiri penjelasan dengan menyuntikkan cairan obat pada selang infus kanan kiri pasien. "Dokter akan datang besok pagi dan saya akan menyampaikan semuanya padanya."


"Baik, Suster. Terima kasih," sahut Christian yang saat ini menatap ke arah sang perawat ketika keluar dari ruangan perawatan.


Ia merasa lega setelah mendengar penjelasan dari wanita berseragam putih tersebut karena dari tadi merasa sangat khawatir pada keadaan Laura yang terlihat sembab efek menangis. Kini, ia kembali menatap ke arah Laura.


"Sudah cukup menangisnya karena aku ingin melihatmu selalu bahagia bersamaku. Kita harus mengukir kenangan indah kita tanpa adanya air mata."


"Meskipun sekalipun kamu bilang itu adalah air mata kebahagiaan, tapi tidak bisa dipungkiri jika wajahmu yang sembab membuatku merasa bersalah dan bersedih. Saat melihat seorang wanita menangis, seolah menjadikanku pria berengsek."


Christian kini kembali mengecup lembut punggung tangan Laura agar tidak lagi menangis tersedu-sedu saat mengungkapkan kebahagiaannya. Hingga ia pun mulai mendengar suara Laura yang merasa bersalah.


"Maafkan aku. Aku tidak akan menangis lagi akan selalu bahagia jika bersamamu selamanya," ucap Laura yang kini mengarahkan jari telunjuk pada Christian.


"Berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkanku sampai kapanpun," lirihnya dengan wajah penuh pengharapan dan berharap pria itu segera mengaitkan jari kelingking padanya dan berjanji untuk selalu bersamanya hingga ajal menjemput.


Sebenarnya saat ini Christian menelan saliva dengan kasar karena jujur saja ia tidak tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti. Namun, tidak mungkin iya mengabaikan Laura yang terlihat sangat berharap.


Tanpa menunggu lama, ia langsung mengaitkan jari kelingkingnya. "Aku berjanji akan selamanya bersamamu, Sayang. Kita namanya bahagia dengan anak yang lucu." Christian tersenyum lebar ketika menyembunyikan rasa khawatirnya melalui sebuah senyuman palsu yang dibalur oleh kebohongan.


Hingga ia dipenuhi oleh rasa bersalah begitu melihat raut wajah Laura yang seolah sangat mempercayainya dan tidak pernah berpikir jika ia sudah menyembunyikan hal besar.


Laura seketika mengaminkan doa dari pria yang sangat dipercayainya Dan menganggap bahwa Christian adalah dewa penolong saat ia tidak punya siapa-siapa.


Ia berjanji akan menyerahkan seluruh hidupnya pada pria yang tak lain adalah suaminya tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Aku akan menjadi istri yang bisa dibanggakan dan patuh pada semua perintahmu." Laura dini bernapas lega dan berniat untuk tidak memikirkan lagi tentang mimpinya karena hanya akan mengganggu kebahagiaannya.


To be continued...


__ADS_2