
Benar apa yang dikatakan Christian yang tadi diungkapkan pada Laura begitu sang dokter datang memeriksa, bertanya kapan sang istri diperbolehkan untuk pulang karena sudah merasa baikan.
Kini, sang dokter yang baru saja selesai memeriksa, menatap ke arah sosok pria yang berdiri di hadapannya tersebut. "Kondisi kasihan memang sudah lebih baik dari pertama datang ke sini. Jadi, besok sudah diperbolehkan pulang."
Seketika raut wajah Christian dan Laura berbinar saat saling bersitatap karena sama-sama merasa lega diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit yang sudah menjadi rumah selama beberapa hari belakangan ini.
Apalagi Laura sudah sangat bosan setiap hari hanya melihat dinding dan korden berwarna putih. Laura benar-benar merasa sangat senang saat ini.
Bahkan ia tidak memperdulikan candaan vulgar dari sang suami beberapa saat lalu karena benar-benar ingin bisa segera melihat rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya sebagai seorang istri.
"Syukurlah. Akhirnya kita bisa pulang besok, Sayang." Wajah Christian benar-benar terlihat sangat berbinar karena jujur saja ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu dari dulu.
__ADS_1
Apalagi kehidupan Laura penuh dengan liku-liku untuk bisa bersatu dengannya. Apalagi sampai saat ini belum menemukan informasi apapun dari wanita yang merupakan istri sirinya tersebut.
Jadi, memilih untuk melupakan apa yang ingin segera diketahui mengenai sosok wanita yang punya banyak misteri karena menutup diri dan tidak berkata jujur padanya.
"Terima kasih, Dokter." Christian sekarang membungkuk hormat dan benar-benar mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Bahkan ia yang saat ini bisa melihat senyuman terbit dari bibir sang istri yang merasa sangat bahagia, sehingga berpikir jika sebentar lagi akan membuka lembaran baru penuh kebahagiaan dengan Laura.
"Jadi, pasien harus tetap kontrol sesuai dengan jadwal agar bisa dipastikan jika tidak ada efek yang dirasakan setelah perawatan di rumah sakit ini."
Sang dokter saat ini merasa penjelasannya sudah jelas dan begitu pasangan suami istri tersebut menganggukkan kepala tanda mengerti, ia pun saat ini langsung berjalan meninggalkan ruang tamu bersama dengan perawat.
__ADS_1
Di sisi lain, Christian yang saat ini refleks langsung membungkuk dan mencium kening Laura karena merasa sangat senang. Bahkan hari ini perban yang ada di kepala Laura sudah dilepas dan tidak ada lagi penghalang ketika mencium.
"Apa sekarang kamu senang, Sayang?"
Laura yang awalnya sangat terkejut ketika mendapatkan kecupan tiba-tiba dari pria yang masih terlihat berbinang tersebut, kini tertawa kecil menanggapi. Jujur saja iya sudah benar-benar bosan sering minum obat serta hanya bisa berada di atas ranjang.
Jadi, rasa bahagianya jauh lebih besar dari sang suami yang terlihat sangat bersemangat dan senang begitu mendapatkan berita baik dari dokter.
"Tentu saja aku sangat senang. Rasanya aku benar-benar bosan berada di ruangan ini dan setiap hari hanya melihat perawat serta dokter keluar masuk memeriksa." Laura bahkan saat ini tidak bisa menyembunyikan hal yang membuatnya ingin segera meninggalkan rumah sakit.
"Apalagi saat ini aku sudah jauh lebih baik dan tidak lagi merasa pusing seperti awal-awal dulu," ucapnya dengan bersemangat karena besok sudah diperbolehkan pulang rumah yang bahkan sama sekali tidak bisa diingatnya.
__ADS_1
To be continued...