365 Days With You

365 Days With You
Perasaan bahagia


__ADS_3

Satu bulan sudah kehidupan rumah tangga antara Christian dengan Laura yang makin lengket dan romantis. Setiap hari Christian bahkan semakin mencintai Laura yang selalu memasak makanan lezat untuknya.


Meskipun awalnya hanya berawal membuat sambal karena ternyata Laura hanya bisa membuat itu saja, tapi lama-lama sang istri menghabiskan waktu dengan melihat resep-resep masakan dan langsung mempraktekkannya.


Ia yang memiliki sebuah kantor di pusat kota dan setiap hari pergi pagi pulang sore, sering mampir ke salah satu supermarket untuk berbelanja bahan-bahan masakan yang dipesan sang istri.


Apalagi ia tidak mengizinkan Laura pergi sendirian karena tidak ingin ada yang melirik atau pun menggoda sang istri. Seperti hari ini, Christian baru saja keluar dari mobil sambil membawa kantong plastik berisi bahan makanan.


"Sayang, aku pulang," ucap Christian yang kini baru memasuki pintu utama rumah yang tidak dikunci dan membuatnya mengerutkan kening. "Kenapa tidak dikunci pintunya?" Masih berjalan masuk mencari keberadaan sang istri yang ingin ia tegur karena tidak mengunci pintu.


"Sayang!" teriak Christian yang kini menaruh barang belanjaan di dapur dan berniat untuk mencari keberadaan sang istri yang tak kunjung menjawab.


Hingga ia pun mendengar suara dari pintu kamar tamu dan melihat sang istri keluar dari sana.


"Iya, Sayang. Aku baru dari kamar mandi. Tadi aku menyiram tanaman, tiba-tiba kebelet," ucap Laura yang kini langsung meraih tas kerja sang suami sambil mencium punggung tangan pria yang kemudian mencium keningnya.


"Aku pikir kamu tadi ke mana dan ingin memarahimu karena ceroboh membiarkan pintu tidak dikunci. Aku sudah membeli semua bahan-bahan untuk memasak ayam bakar madu. Aku akan membantu, baru mandi. Jadi biar sekalian bau," ujar Christian yang kini langsung membungkuk untuk menggendong Laura.


Laura seketika menjerit kecil kala tubuhnya melayang ke atas dan berpindah ke atas lengan kekar pria yang sudah tersenyum menyeringai padanya.


"Kebiasaan buruk! Turunkan aku!" sarkas Laura yang kini masih membawa tas kerja milik sang suami di tangan kanan.

__ADS_1


Refleks Christian menggelengkan kepalanya karena ia tidak ingin menuruti perintah wanita dengan bibir mengerucut tersebut. "Mumpung aku masih kuat menggendongmu, Sayang. Nanti kalau aku sudah tua, mana bisa melakukan ini padamu?"


"Benar juga." Laura akhirnya terdiam dan kini memilih untuk melingkarkan tangan kiri di balik leher pria itu. "Baiklah. Aku tidak akan protes lagi. Nanti buat sambel terasi saja, ya."


Christian mengerutkan keningnya karena merasa sangat heran dengan keinginan sang istri yang tiba-tiba berubah. "Bukannya tadi kamu ingin makan sambel ijo? Aku sudah membeli semua bahan-bahan yang kamu minta untuk membuat sambel ijo tadi."


Laura hanya menggelengkan kepala dan mengungkapkan apa yang tiba-tiba tadi dirasakan. "Aku berubah pikiran karena tiba-tiba ingin makan dengan ayam bakar madu dan sambel terasi."


Karena tidak keberatan sang istri memasak apa saja karena baginya enak, Christian kini menurunkan tubuh Laura begitu tiba di dapur. "Baiklah, Sayang. Terserah kamu saja. Masakanmu tetap paling enak pokoknya."


Laura yang langsung menaruh tas kerja di dekat kursi, kini hanya tersenyum simpul mendengar pujian dari sang suami. Ia kini membuka kantong plastik di atas meja dapur dan mengeluarkannya.


Sementara itu, Christian yang tadinya berniat untuk membantu mengupas bawang, seketika mengejar Laura yang berlari ke arah kamar mandi. "Sayang, apa yang terjadi?"


Suara Laura yang muntah-muntah mulai terdengar menghiasi ruangan kamar mandi dan Christian kini sibuk memijat tengkuk belakang dari sosok wanita yang membuatnya khawatir.


Sementara itu, Laura yang merasa sangat lemas setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, masih terdiam sambil menormalkan diri. Kemudian membersihkan sisa-sisa muntahan di mulutnya dengan berkumur di wastafel.


Bahkan di belakangnya masih ada sang suami yang mencoba untuk menopang beban berat tubuhnya. "Apa aku masuk angin, ya? Tapi kenapa tiba-tiba aku mual sampai muntah begitu melihat ayam tadi?"


Laura kini berbalik badan menatap ke arah sang suami yang masih diam membisu di tempat. "Aku tiba-tiba merasa jijik melihat ayamnya, Sayang."

__ADS_1


Bahkan ia bergidik ngeri begitu membayangkan ayam yang hendak dicuci tadi. Hingga ia refleks sangat terkejut melihat respon tiba-tiba dari sang suami.


Christian refleks langsung menghambur memeluk erat tubuh wanita yang ada di hadapannya begitu pikirannya tiba-tiba menangkap sesuatu yang terjadi dari sang istri. Bahwa ia sering melihat film jika istri muntah-muntah adalah ciri-ciri dari hamil.


"Sayang, akhirnya aku berhasil juga! Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah," seru Christian yang kini terlihat berbinar wajahnya karena merasa sangat bahagia hari ini.


Ia sangat yakin jika Laura saat ini tengah hamil benihnya. Bahwa usahanya selama ini telah membuahkan hasil dan sebentar lagi akan mendapatkan keturunan.


"Aku hamil?" Laura masih belum yakin dengan perkataan pria di hadapannya yang terlihat sangat bahagia tersebut.


"Iya, Sayang. Aku yakin jika kamu hamil. Ayo, sekarang kita ke dokter. Aku akan membuktikan jika apa yang kukatakan benar," ucap Christian yang saat ini tengah menatap wajah pucat Laura dengan perasaan membuncah penuh kebahagiaan.


Sementara itu, Laura yang masih tidak yakin, kini memilih untuk patuh pada pria yang masih terlihat sangat berbinar wajahnya tersebut. "Lebih baik kamu belikan aku testpack dulu. Jika benar positif, baru kita ke dokter."


"Baiklah. Aku akan membelinya sekarang," ucap Christian yang kini sangat bersemangat dan tidak sabar ingin mengetahui bahwa Laura benar-benar hamil benihnya setelah penuh perjuangan untuk mendapatkan keturunan.


Bahkan ia sibuk merapal doa di dalam hati untuk mengungkapkan perasaan tidak karuan yang dirasakannya. 'Ya Allah, semoga istriku benar-benar hamil karena sudah lama aku menantikan kehadiran seorang anak dalam rumah tanggaku.'


'Aku akan mencurahkan kasih sayang untuk istri dan anakku jika impianku benar-benar terkabul,' gumam Christian yang kini meluapkan seluruh perasaan bahagianya di dalam hati.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2