365 Days With You

365 Days With You
Rasa malu


__ADS_3

Christian saat ini hanya terkekeh geli melihat sikap Laura yang malu-malu dan memalingkan wajah karena tidak ingin melihatnya. Ia ingat tentang pertemuan pertama dengan Laura kala di Club malam.


'Saat dipengaruhi minuman beralkohol, ia bahkan tidak punya malu sama sekali karena mengajakku tidur di pertemuan pertama. Apa perlu aku memberitahunya agar bisa mengingat selintas memori di otaknya?'


Christian yang saat ini tengah menatap ke arah sosok wanita memalingkan wajah, kini mengganti pakaian setelah mengunci pintu agar tidak ada perawat yang tiba-tiba masuk ketika ia telanjang.


Ia tengah mempertimbangkan apakah akan mengatakan tentang pertemuan pertamanya dengan isteri sirinya tersebut atau tidak.


"Sayang, aku saat ini tengah telanjang karena berganti pakaian. Apa kamu tidak mau melihatnya? Atau aku ganti pakaian di depanmu?" Akhirnya ia mengurungkan niat untuk membahas tentang bagaimana bisa mengenal Laura, tapi menggodanya.


Bahkan ia menipu wanita yang dari tadi memalingkan wajah darinya karena merasa malu melihatnya mengumbar tubuhnya bagian atas.


Ia saat ini sudah selesai berpakaian dan membiarkan rambutnya acak-acakan. Bahkan memilih berjalan mendekati Laura yang mengungkapkan nada protes.

__ADS_1


"Aku tidak akan melihatnya meskipun kamu mendekat karena sekarang memejamkan mata." Laura memilih cari aman karena tidak ingin melihat pria yang sangat seksi dan membuatnya merasa ternodai matanya.


Meskipun ia sangat mengagumi tubuh suaminya, tapi tetap saja malu karena ini adalah pertama kali melihat seorang pria mengekspos jelas bagian atas tubuh.


'Rasanya sangat aneh karena aku sekarang seperti bayi yang baru dilahirkan dan ini adalah pertama kalinya melihat tubuh seksi pria yang berstatus sebagai suamiku,' gumam Laura yang kini merasa gugup dan tidak berani membuka mata karena berpikir jika nanti akan melihat tubuh telanjang pria yang membuatnya berdebar kencang.


Namun, indra penciumannya menangkap aroma khas maskulin pria yang menurutnya sangat segar dan seperti aroma terapi menenangkan.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Laura yang merasa sangat yakin jika pria yang membuatnya tidak karuan itu dekat dengannya.


Berharap jika wanita itu membuka mata, akan terkejut saat berdekatan dan ia merasa seperti tengah mendapatkan sebuah penghiburan luar biasa kala melihat wajah yang pastinya akan malu-malu kucing itu.


Bahkan ia tersenyum menyeringai kala melihat bibir Laura yang bergerak kala berbicara dengan nada gugup. 'Aku sama sekali tidak melakukan apapun dan cepat buka matamu, Sayang.'

__ADS_1


Christian sengaja tidak menjawab pertanyaan dari Laura karena hanya berbicara di dalam hati. Ia ingin segera melihat Laura membuka mata dan menyadari posisi sangat dekat.


Meskipun merasa pegal karena harus terus membungkuk dan mendekatkan wajahnya, Christian masih bersabar menunggu sampai Laura membuka kelopak mata.


Di sisi lain, Laura yang semakin penasaran, kini merasa aroma maskulin khas pria menusuk hidung, tapi tetap tidak mendapatkan jawaban dan seketika membuka kelopak mata.


Tentu saja hal yang sudah diduga olehnya kini berhasil membuatnya mengerjapkan mata berkali-kali. "Apa yang sedang kamu lakukan?"


Laura bahkan berbicara sangat lirih dengan suara bergetar karena gugup bisa berada pada posisi sangat intim dan serasa tatapan tajam mengintimidasi itu berhasil mengulitinya hidup-hidup.


Bahkan ia berniat untuk menggerakkan tangan dan mendorong dada bidang itu agar menjauh, tapi malah ditahan ke atas.


Christian tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan karena dari tadi ia fokus pada bibir sensual yang pernah ia ***** dan dicuri ciuman pertamanya.

__ADS_1


"Sayang, aku ingin mengulang masa-masa kita berciuman. Apa aku boleh menciummu saat meminta izin?" tanya Christian yang saat ini tersenyum simpul pada sosok wanita dengan wajah gugup dan memerah seperti tengah menahan rasa malu


To be continued...


__ADS_2