
Laura merasa sangat khawatir dengan keadaan putranya begitu mendapatkan kata dari mertua. Ia tidak memperdulikan keadaannya yang masih belum pulih sepenuhnya dan menunggu di IGD begitu putranya tiba dan langsung ditangani oleh dokter.
"Aku benar-benar sangat menyesal karena tadi tidak berniat untuk menemui putraku karena khawatir ia mengingat tentang Ana begitu melihatku. Jadi, aku memberikannya waktu untuk menenangkan diri seperti layaknya orang dewasa." Laura sama sekali tidak menyangka jika putranya malah berakhir demam tinggi.
Ia kenapa ke arah mertuanya yang baru saja tiba di IGD dan menunggu sang dokter memeriksa serta melakukan pertolongan pertama agar tidak terjadi hal-hal yang buruk pada putranya yang mengalami demam tinggi dan pastinya sangat berbahaya.
"Apa sebelumnya putraku tidak rewel atau menangis, Ma? Tidak mungkin putraku tiba-tiba demam tinggi." Laura berbicara dengan pandangan kembali fokus pada putranya yang merintih seperti menahan sakit.
"Mama hari ini benar-benar sibuk mengurus proses pemakaman. Jadi, Valerio pada pelayan. Bahkan tadi Christian juga pingsan karena kelelahan dan belum makan. Meninggalnya Ana benar-benar menyisakan luka mendalam di keluarga kami." Asmita Cempaka sebenarnya tidak ingin membahas tentang Ana di depan Laura.
Namun, ia berpikir harus berbicara apa adanya, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia tidak ingin Laura berpikir jika keluarganya kurang memperhatikan Valerio. "Semoga cucuku segera kembali sehat dan tidak kejang lagi seperti tadi."
__ADS_1
Tadi saat ia sibuk memberikan kepada para pelayan mengenai acara untuk acara pengajian selama 7 hari mendoakan Ana, benar-benar dihebohkan oleh suara pelayan yang berteriak jika cucunya tiba-tiba kejang.
Awalnya Christian pun ingin ikut ke Rumah Sakit, tapi ia melarang agar di rumah saja karena merupakan tuan rumah yang harus menyapa para tamu undangan yang diundang untuk kirim doa pada Ana.
Ia menceritakan hal itu pada Laura agar menantunya tersebut tidak berpikir jika Christian tidak peduli pada putra sendiri dan lebih mementingkan acara di rumah.
"Jadi, kamu jangan berpikir buruk mengenai Christian dan kami semua setelah adanya kejadian ini." Ia sebenarnya ingin membahas juga mengenai kedatangan paman dari Laura tadi siang, tapi merasa jika waktunya belum tepat, jadi tidak menceritakannya.
Ia bahkan sempat menyayangkan niat dari Christian yang tidak ingin menikah lagi setelah kematian Ana dan menunjukkan jika mantan suami istrinya tersebut sangat mencintai wanita yang telah meninggalkan dunia ini.
"Aku tidak pernah punya pikiran seperti itu. Jadi, lebih baik kita fokus pada kesembuhan Valerio, Ma." Saat Laura melihat mertuanya mengangukkan kepala, ia mendengar suara bariton dari seorang wanita dengan jubah putih yang harus selesai memeriksa putranya.
__ADS_1
"Syukurlah pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama karena kalau terlambat, akan terjadi sesuatu yang sangat fatal. Sekarang sudah diberikan obat dan demamnya sudah perlahan menurun." Sang dokter saat ini berlalu pergi setelah menjelaskan.
Sementara itu, Laura saat ini langsung mengucapkan terima kasih pada dokter. Kemudian menatap ke arah mertuanya untuk menyampaikan sesuatu yang ada di kepalanya saat ini.
"Ma, biarkan Valerio tinggal bersamaku mulai hari ini. Aku akan menjaganya dengan baik, jadi kalian tidak perlu khawatir. Kalian semua masih bisa bertemu dengan Valerio karena aku tidak akan pernah melarang sesuai dengan janjiku."
Laura bahkan saat ini berniat untuk membeli rumah karena tidak mungkin tinggal bersama putranya di apartemen yang menurutnya sangat sempit bagi seorang anak yang aktif seperti putranya.
Bahkan ia sudah memikirkan keselamatan dari putranya dan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk atas kecerobohannya. "Aku akan menyuruh banyak bodyguard untuk menjaga putraku. Itu semua demi kebaikan putraku."
Asmita Cempaka yang saat ini langsung mengingat tentang putranya saat kehilangan sang istri dan sekarang ana. 'Putraku tidak akan gila karena masalah ini, kan? Ia bahkan akan hidup sendirian setelah Valerio tidak lagi tinggal di sana."
__ADS_1
To be continued..