
Suasana di dalam salah satu ruangan perawatan terbaik Rumah Sakit yang ada di Singapura, terlihat seorang wanita yang saat ini masih terbaring dengan kelopak mata yang tertutup dan ditopang beberapa alat medis dengan suara yang membuat siapapun merinding mendengarnya.
Bahkan ruangan terbaik tersebut kini hanya ada satu orang yang tengah menunggu pasien wanita di atas ranjang itu. Hingga beberapa saat kemudian pintu ruangan terbuka dan terlihat dokter serta perawat melangkah masuk.
Seketika wanita tersebut bangkit berdiri. "Dokter. Kenapa pasien belum sadar sampai sekarang? Tidak terjadi sesuatu hal yang buruk, kan?"
"Sekarang akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan alat-alat lengkap untuk melihat apakah ada sesuatu yang salah dari pasien setelah menjalani operasi." Sang dokter awalnya memeriksa tanda-tanda vital dari pasien yang masih belum sadar setelah melakukan operasi kedua.
Saat tidak ada sesuatu yang buruk dari pasien, lalu beralih menatap ke arah perawat dan menyuruh untuk mendorong keluar brankar, menuju ke ruangan pemeriksaan intensif dengan alat-alat lengkap.
"Semoga tidak ada yang salah dan pasien segera sadar dari koma." Wanita yang saat ini menatap ke arah pasien sudah dijaga selama beberapa bulan ini, kini berjalan sambil membantu mendorong berangkat menuju ke arah pintu keluar sambil menatap intens.
"Nona, segeralah sadar dan sembuh," lirihnya dengan bola mata berkaca-kaca.
Beberapa saat kemudian, sudah tiba di ruangan dan perawat langsung masuk. Kemudian pintu pun tertutup dan menyuruh penunggu pasien menunggu di luar.
Saat ini, wanita berusia 45 tahun tersebut duduk di kursi tunggu dan menatap ke arah pintu. Di mana di sana ada wanita berusia 32 tahun yang merupakan mantan majikannya.
Ia saat ini mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika pertama kali mendapatkan telepon dari mantan majikannya untuk membantu menciptakan sebuah konspirasi besar demi bisa mengelabui semua orang yang ada di Jakarta.
"Nona, Anda bahkan sudah sejauh ini. Jadi, harus segera sembuh dan jangan menyerah karena para tim Dokter sudah melakukan yang terbaik." Ia saat ini membuka galeri yang berisi foto-fotonya dengan sang majikan sebelum dilakukan operasi.
Saat itu, sang majikan masih bisa tersenyum meski sebenarnya di dalam hati sedang tidak baik-baik saja karena meninggalkan orang-orang yang disayangi di Jakarta tanpa sepengetahuan mereka.
__ADS_1
Ia mengusap ke arah foto sang majikan yang saat itu masih terlihat sedikit berisi, tapi sekarang jauh lebih kurus karena hanya bergantung pada infus untuk asupan nutrisi di tubuh.
Awalnya dulu ia sama sekali tidak mau melakukan permintaan dari majikannya untuk melakukan penipuan besar pada keluarga dan tentu saja akan menyeret namanya. Apalagi jika sampai pihak keluarga tahu yang sebenarnya, mungkin akan dijebloskan ke dalam penjara.
Hingga ia pun berubah pikiran begitu mendengar cerita sang majikan yang penuh kemalangan. Akhirnya terbang ke Singapura secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak keluarga majikannya tersebut.
Bahkan ia setiap hari merasa khawatir jika ketahuan, tapi sekarang lega karena masih aman dan tidak ada yang mengetahui jika ia membawa kabur majikannya dengan dibantu oleh para tim dokter di Jakarta.
Selama satu jam menunggu dengan sabar, akhirnya pintu ruangan pemeriksaan terbuka dan perawat kini kembali mendorong berangkat keluar, sehingga membuatnya buru-buru berdiri dan berjalan mengikutinya menuju ke ruangan.
"Bagaimana, Suster?" Ia selalu belajar untuk berbicara dalam bahasa asing agar bisa sedikit berkomunikasi dengan para aparat medis di sana.
"Kita masih menunggu hasilnya beberapa jam lagi dan nanti dokter akan menjelaskan," ucap salah satu perawat wanita berseragam biru yang kini mendorong brankar.
"Terima kasih, Suster," ucapnya yang kini masuk ke dalam ruangan setelah membuka pintu terlebih dahulu agar memudahkan para perawat.
Sementara itu, wanita yang dari tadi mengamati pekerjaan dari perawat, kini masih berdiri di belakang dan menunggu sampai selesai. Begitu mereka telah selesai dengan tugasnya, ia kembali mengucapkan terima kasih saat keluar dari ruangan.
Kini, ia mendaratkan tubuhnya di kursi, lalu meraih telapak tangan dari wanita yang masih bernapas sampai saat ini dan membuatnya sedikit merasa. "Nona, cepatlah sadar karena saya benar-benar takut sendirian."
"Anda bahkan sudah optimis untuk sembuh, jadi jangan menyerah dan penuhi janji Anda padaku." Saat ia baru saja menutup mulut, mendengar suara notifikasi dari ponselnya.
Ia pun kini mulai membacanya dan tersenyum begitu mengetahui kabar bahagia itu.
__ADS_1
Hari ini digelar pernikahan dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan suami dari nona.
"Syukurlah." Kemudian langsung mengirim pesan balasan untuk orang yang tak lain adalah detektif suruhan majikannya.
Terus awasi dan laporkan semuanya agar saat nona sadar nanti, aku bisa mengatakan semuanya padanya.
Begitu membaca ulang pesan yang ditulis, baru ia memencet tombol kirim dan meletakkan ponsel di atas nakas dan beralih menatap ke arah majikannya.
"Nona, Anda pasti sangat senang mendengar kabar ini. Jadi, Anda harus segera sadar dan melihat kenyataan yang Anda takutkan tidak terjadi." Dengan gerakan memijat kaki, ia berharap sama majikan segera membuka kelopak mata dan berbicara dengannya seperti biasa.
Ia bahkan setiap hari melakukannya dan tidak pernah bosan karena berharap stimulan yang dilakukan bisa berdampak pada majikannya agar segera sadar dari koma.
"Kita akan kembali ke Jakarta dan saya akan seumur hidup mengabdi pada Anda, Nona. Jadi, jangan pernah selalu mengatakan bahwa Anda sendirian karena ditinggal orang tua yang sudah meninggal dalam kecelakaan." Kini beralih memijat bagian tangan dan telapak tangan dengan jemari lentik itu.
Hingga ia merasa sangat terkejut ketika tiba-tiba merasakan sebuah pergerakan dari jemari yang tadi dipijatnya. Tidak yakin dan takut salah lihat, ia kini kembali menatap ke arah jemari yang tadi bergerak dan seketika membekap mulut begitu menyadari jika pemandangan yang dilihatnya benar benar terjadi.
"Nona!" seru wanita dengan tubuh sedikit gemuk tersebut dan kini memutuskan untuk memanggil perawat dengan memencet tombol di atas.
Berharap para tim medis segera datang untuk memastikan serta memeriksa majikan yang baru saja menggerakkan tangan dan berharap segera membuka kelopak mata.
Hingga beberapa saat kemudian, pintu terbuka dan terlihat perawat serta dokter masuk ke dalam. "Dokter, Nona tadi menggerakkan tangannya. Apakah Nona ada kemungkinan sadar dari koma?"
"Biar saya periksa dulu." Sang dokter saat ini memeriksa kelopak mata yang masih tertutup itu dan juga mengarahkan stetoskop. Hingga ia memeriksa alat yang menampilkan denyut nadi pasien mulai normal.
__ADS_1
"Pasien sekarang ...."
To be continued...