
Laura masih menunggu jawaban dari pertanyaan yang diajukan pada Christian dengan perasaan berkecamuk. Ia tahu bahwa saat ini sangat serakah karena menginginkan pria yang merupakan suami dari wanita lain.
Bisa dibilang bahwa ia sangat egois dan tidak bisa mengerti perasaan seorang wanita yang pastinya akan terbuka jika sampai ia dan suami dari wanita lain bersatu.
Menyadari bahwa seharusnya ia tidak boleh bersikap egois dan sama sama mengerti bagaimana perasaan seorang wanita ketika ditinggalkan oleh pria yang dicintai, tapi saat ini merasa bahwa ia ingin bahagia untuk sekali saja.
Namun, diamnya Christian yang seolah bimbang dan tidak langsung menjawab pertanyaan darinya, sekolah membuat Laura yakin jika ada sesuatu yang membuat pria itu sangat mencintai sang istri meskipun tidak bisa memberikan keturunan.
'Seperti apa sosok wanita hebat itu yang membuat Christian tetap setia hingga sekarang meskipun tidak mempunyai keturunan setelah bertahun-tahun menikah?' gumam Laura yang makin merasa penasaran dengan istri pria di sebelahnya tersebut.
Namun, ia menahan diri agar tidak bertanya mengenai wanita yang dicintai oleh Christian demi menjaga kewarasan diri sendiri agar tidak gila ataupun patah hati. Ia menyadari telah melakukan kesalahan karena jatuh cinta pada seorang pria yang sudah mempunyai istri.
Seandainya ia bisa mengendalikan perasaannya sesuai dengan kemauan sendiri, pasti akan langsung mundur dan tidak akan pernah mau berbicara ataupun dekat dengan Christian lagi.
Namun, menyadari bahwa semuanya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan dan membuatnya terjerumus dalam perasaan terlarang yang mencintai suami orang.
'Kenapa hidupku selalu dipenuhi dengan masalah dan juga penderitaan? Apakah aku ditakdirkan untuk tidak merasa bahagia dalam hal apapun?' gumam Laura yang saat ini masih melihat Christian betah mengunci rapat mulutnya.
Ia bisa melihat bahwa pria yang duduk di sebelahnya tersebut seperti tengah tertekan dengan pertanyaannya. Karena tidak tega pada Christian yang tidak bisa menjawab untuk memilih antara istri yang sudah lama menjalani hidup rumah tangga atau memilihnya yang baru saja ditemui.
Hal itu membuatnya sadar diri bahwa tidak bisa menjadi seorang yang penting di hati pria itu. Kini, ia berusaha untuk menguraikan aura penuh ketegangan di antara mereka.
"Lupakan saja pertanyaanku barusan karena aku sudah mengetahui jawabannya," ucap Laura ya saat ini mengalihkan perhatian begitu mendengar aba-aba dari pramugari sebelum pesawat lepas landas.
Sementara itu, Christian yang dari tadi memikirkan banyak hal atas hal yang diinginkan oleh Laura darinya dan tidak bisa dilakukannya, seolah menyadarkannya dari kesalahan karena tidak mendengarkan kata hati.
Bahwa ia seharusnya tidak datang mendekati Laura dan melupakan wanita itu agar tidak menyakiti perasaannya. Bahkan ia sadar telah menyakiti perasaan Laura saat ini dan ingin memperbaiki semuanya agar tidak semakin rumit hubungan di antara mereka.
Namun, masih berusaha untuk mendengarkan arahan dari para pramugari sebelum pesawat kipas landas. Hanya saja, ada yang berbeda dari Christian karena jika semua orang menatap arah depan, sementara dirinya menoleh ke arah kiri.
Ia ingin memuaskan indra penglihatan untuk menatap sosok wanita yang membuatnya dihantui rasa penasaran serta bersalah dalam waktu yang bersamaan.
Hingga ia berbicara dengan sangat diri dan tidak tahu apakah Laura bisa mendengar dengan jelas apa yang diungkapkan.
"Laura, maafkan aku karena tidak bisa menceraikan istriku saat serakah ingin memilikimu dengan tidak membiarkanmu mencintai pria lain selain aku," lirih Christian yang saat ini seketika bersitatap dengan netra kecoklatan milik wanita yang langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Hingga ia merasakan sebuah pukulan pada lengannya saat melihat wajah memerah dari Laura yang kesal padanya atas jawaban yang baru saja diungkapkan.
"Kamu benar-benar sangat menyebalkan dan tidak punya hati, Christian!" sarkas Laura yang mengarahkan tatapan tajam dengan wajah penuh kilatan amarah karena yang diharapkannya adalah Christian tidak berbohong padanya agar ia tidak terluka secara terang-terangan.
Namun, umumnya yang terjadi adalah kejujuran seorang pria yang jarang terjadi karena mayoritas suka menipu agar bisa mendapatkan wanita yang diinginkan.
Karena para buaya selalu merayu dengan cara menipu demi bisa mendapatkan apa yang diinginkan, sedangkan pria yang dicintainya tersebut sangat berbeda karena jujur dari awal hingga akhir.
Hal yang membuat Laura makin jatuh cinta pada Christian dan tidak bisa lepas begitu saja untuk melupakan perasaan cintanya karena semakin mengagumi sosok pria yang selalu berbicara apa adanya tanpa berbohong.
"Maafkan aku, Laura," sahut Christian yang sama sekali tidak merasakan sakit pada pukulan Laura dan juga membiarkan wanita itu meluapkan kekesalan padanya karena ia tahu bahwa saat ini ada kekecewaan dari manik kecoklatan itu.
Hingga begitu penjelasan dari peragawati sudah selesai, kini Christian bisa mendengar suara bernada kemurkaan serta pukulan yang didapatkan di dadanya.
"Kau benar-benar sangat menyebalkan, Christian! Kenapa kau membuatku jatuh cinta padamu berkali-kali seperti ini? Seharusnya kamu menjadi pria berengsek seperti yang lainnya agar tidak semakin jatuh cinta padamu," ucap Laura yang tidak berhenti meluapkan emosinya pada dada bidang itu.
Bahkan ia sama sekali tidak memperdulikan tatapan dari beberapa penumpang yang melihatnya dengan aneh karena hanya ingin meluapkan emosi membuncah di dalam hatinya saat ini.
Antara rasa marah, kesal, kagum seolah bercampur menjadi satu dan membuatnya merasa seperti kapal yang terombang-ambing di tengah lautan dan tidak punya tujuan saat terkena badai.
"Tolong jangan membuat keributan di pesawat dan membuat para penumpang lain merasa tidak nyaman dengan perbuatan Anda yang berisik, Nona!" sahut peragawati jangan dapatkan komplain dari salah satu penumpang dan manfaatnya langsung menghampiri untuk memberikan sebuah pesan.
"Maafkan kekasih saya, Nona. Saya akan menenangkannya agar tidak marah-marah seperti ini lagi dan memastikan membuat para penumpang lain tidak merasa terganggu," sahut Christian yang merasa sangat bersalah karena menjadi penyebab Laura ditegur oleh pramugari.
Kemudian menoleh ke arah Laura begitu pramugari beranjak pergi dari hadapan. Ia refleks melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh Laura agar bisa lebih tenang dan tidak marah lagi padanya.
"Maafkan aku, Laura. Ini semua memang kesalahanku karena tidak bisa menjadi pria yang seperti kamu harapkan." Berusaha untuk menenangkan dengan cara beberapa kali mengusap lengan Laura, Christian ingin wanita itu tidak lagi berteriak ketika berada di dalam pesawat.
Sementara itu, Laura yang sebenarnya sama sekali tidak takut pada pramugari ataupun marah penumpang lain yang merasa tidak nyaman padanya, tapi tidak ingin melihat Christian kembali meminta maaf dengan merendahkan harga diri demi dirinya.
Ia kini menurunkan nada suara agar tidak kembali membuat para penumpang lain merasa tidak nyaman atas kemurkaannya pada Christian.
"Aku membencimu karena salah mencintai istrimu, tapi di saat yang bersamaan makin mencintaimu karena kamu selalu jujur padaku dengan tidak berbohong hanya demi bisa memanfaatkanku."
Alesha merasa sangat lelah dan tidak lagi mengeluarkan tenaga untuk memukul dada bidang pria yang membuatnya tergila-gila. "Aku tidak pernah bermimpi ataupun membayangkan jatuh cinta kepada pria beristri sepertimu, Christian!"
__ADS_1
"Seandainya aku bisa mengatur sendiri perasaanku agar tidak jatuh cinta padamu, pasti nasibku tidak akan terlihat sangat mengenaskan seperti ini." Laura bahkan merasa sangat bodoh karena memilih jalan kerja dalam kisah cintanya.
Rumit dan tidak akan menemukan titik temu sudah diketahui oleh Laura mengenai akhir kisah cintanya pada Christian. Namun, ia merasa tidak akan pernah jatuh cinta sekuat ini pada pria lain selain pada Christian yang sangat dikaguminya.
"Seandainya aku bisa ketemu denganmu sebelum istrimu yang sangat kamu cintai, pasti akan menjadi wanita paling bahagia karena mendapatkan begitu besar cinta dari seorang suami yang sangat setia."
"Itu tidak mungkin terjadi, Laura!" sahut Christian yang saat ini berusaha untuk menyadarkan Laura bahwa takdirnya memang untuk menikahi Ana, bukan wanita muda di hadapannya tersebut.
"Kamu benar-benar sangat menyebalkan, Christian! Apa tidak bisa kamu mengiyakan harapanku meski hanya sekedar untuk bualan semata?" Rasa kecewa membuat Laura memalingkan wajah karena merasa sangat kesal pada pria yang selalu saja jujur hingga akhir.
Hingga ia malah mendengar suara Christian yang tertawa dan pastinya tengah menertawakannya, sehingga membuatnya mengarahkan tatapan tajam saat memalingkan wajah.
Namun, menyadari bahwa semua yang dikatakan oleh pria tersebut benar adanya.
"Laura, mana mungkin aku jatuh cinta padamu saat usiamu masih belasan tahun? Aku sangat yakin jika saat aku jatuh cinta pada istriku, usiamu masih sekitar 13 tahun. Sementara aku saat itu sudah berusia 20 tahun saat menjalin hubungan dengan istriku yang merupakan junior di kampus."
Saat baru saja menutup mulut, seketika Christian meringis menahan rasa nyeri karena Laura melakukan sebuah cuplikan sangat kuat pada lengannya.
"Menyebalkan! Tidak perlu memperjelas usiaku 13 tahun!" sarkas Laura yang merasa seperti tidak berharga di depan mata Christian yang beranjak dewasa.
"Bahkan aku tidak boleh membayangkan menjadi cinta pertamamu di masa lalu. Apakah sekarang kamu puas bisa menjadi seorang pria yang dewasa yang hanya mencintai istrimu? Seperti apa wanita yang sangat beruntung itu? Apa aku bisa melihatnya?"
Laura mengulurkan tangannya untuk meminta ponsel Christian. Meskipun ia sadar akan terluka untuk kesekian kalinya saat melihat istri dari Christian, tapi berpikir paling tidak bisa membuat rasa penasarannya terobati.
Refleks Christian menggelengkan kepalanya karena tidak setuju Laura melihat foto-foto Ana di ponselnya. Ia berpikir jika Laura akan semakin terluka karena mencintainya.
"Tidak boleh! Aku tidak mau kamu semakin terluka dan sakit hati padaku, Laura."
"Tapi aku ingin tahu seperti apa istrimu. Apakah dia lebih cantik dariku?" sahut Laura yang yang saat ini benar-benar merasa sangat penasaran pada sosok wanita yang sangat beruntung itu.
Namun, lagi-lagi ia merasa sangat kecewa karena kembali melihat omong kosong dari Christian yang bersikap tidak seperti Christian sesungguhnya.
"Tidak. Tentu saja kamu jauh lebih cantik dari dia." Christian memang berbicara jujur karena antara Ana dan Laura memang sangat berbeda.
Bahwa Laura adalah seorang wanita muda yang penuh pesona, sedangkan Ana adalah wanita dewasa yang sudah ia renggut kecantikannya selama bertahun-tahun.
__ADS_1
To be continued...