
Laura yang tadi sibuk menatap ke arah putranya di atas ranjang, sempat merasa terganggu dengan perintah dari Mario, tapi tetap saja mematuhinya dengan mengirimkan foto putranya. Hingga ia terdiam di atas ranjang.
'Jika bukan Mario yang menyuruhku, mana mungkin aku mengirimkannya karena pasti ada Christian dan wanita itu yang merupakan dalangnya.'' Ia masih bergumam sendiri di dalam hati.
Hingga beberapa saat kemudian mendapatkan sebuah notifikasi dari Mario.
Laura, dua hari, kamu harus mengembalikan putramu agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk. Karena Christian bahkan sudah melibatkan polisi. Jika itu benar, usahamu sia-sia belaka untuk merebut perusahaan papamu.
Sebuah jalan yang diambil pada posisi seperti ini, pasti akan sadar di kemudian hari. Kemudian menatap ke arah putranya.
"Sayang, bukannya Mama takut, tapi karena harus melakukannya dengan baik demi kamu, sehingga berpikir jika saat ini harus menahan diri. Mama harus mengembalikanmu di surga palsumu itu untuk sementara waktu dan kita bersatu tidak lama lagi setelah membereskan orang-orang jahat itu."
__ADS_1
Kemudian ia membuka mata dan memeluk putranya yang tengah tertidur pulas. Namun, baru beberapa menit berlalu, suara bel berbunyi dan membuatnya mengerutkan kening.
"Siapa yang datang? Mario?" Kemudian turun dari ranjang dan membuatnya langsung membuka pintu. Namun, ia seketika membulatkan mata begitu melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya.
"Kau?" Laura tidak jadi berbicara panjang kali lebar begitu melihat satu pria lagi datang kala ia merasa penasaran dengan tujuan pria itu."
'Mario? Kenapa ada di sini? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?' Laura yang kini makin dibuat heran, terpaksa menyuruh dua pria itu masuk ke dalam.
"Maaf mengganggu waktu Anda, nona Laura Anastasya," ucap seorang pria dengan perawakan tinggi tegap dan tubuh sixpack yang tak lain adalah pengawal di New York Laura semenjak kecil.
"Dari mana kau tahu jika Laura tinggal di sini?" Mario benar-benar penasaran dan ingin mencari tahu karena berpikir jika bisa saja seorang Christian juga datang secara tiba-tiba.
__ADS_1
Sementara itu, Laura yang dari tadi hanya diam karena ia yakin jika pengawalnya itu akan menjelaskan semuanya tanpa diminta, kini hanya menatap pria yang dulu pernah sangat dikaguminya dari kecil.
Bahkan ia merasa jika wajah pengawalnya sama sekali tidak berubah dari dulu, tetap tampan dan awet muda. Ia hanya ingin memastikan sesuatu.
"Aku hanya ingin tahu satu hal. Kau berada di pihak mana? Pria tua jahat itu atau aku?" tanya Laura yang saat ini masih tidak mengalihkan perhatian dari sosok pria di hadapannya.
Namun, ia memicingkan mata kala mendengar bel pintu berbunyi lagi dan kini beralih menatap ke arah Mario. "Siapa lagi yang datang ke apartemenku? Apa jangan-jangan ...."
"Tidak mungkin!" sarkas Mario yang saat ini langsung memotong perkataan dari Laura dan langsung berjalan menuju ke arah pintu untuk memeriksa. "Biar aku yang cek dan membuka pintu."
"Iya," ucap Laura yang hanya melihat Mario memeriksa sebelum membuka pintu dan mendengar suara bariton dari mantan pengawalnya.
__ADS_1
"Nona Laura Anastasya ...."
To be continued...