
"Biar dokter memeriksa pasien dulu. Tolong Anda tunggu di luar, Tuan," ucap satu perawat yang baru saja datang dan melihat dokter sudah bergerak untuk memeriksa pasien yang kini setelah sepenuhnya sadar dan berbicara.
Sementara itu, Christian yang saat ini langsung bangkit untuk beranjak dari tempatnya karena ingin tahu kondisi Laura yang jelas-jelas tidak mengingatnya sama sekali.
Ada banyak hal yang ingin ditanyakan mengenai Laura pada dokter di hadapannya tersebut. Namun, ia merasa sangat kecewa saat harus membiarkan dokter memeriksa tanpa diganggu.
"Baiklah. Saya akan menunggu di luar," ujarnya melangkah pergi dengan kaki lemas karena benar-benar sangat malas untuk keluar dari ruangan wanita yang telah melupakannya karena amnesia yang diderita akibat kecelakaan.
Christian menunggu di depan ruangan sambil berjalan mondar-mandir dan memikirkan berbagai macam hal mengenai Laura. "Laura tadi sangat terkejut begitu aku mengatakan bahwa ia adalah istriku."
"Bagaimana jika ia tidak suka padaku dan meminta cerai? Kenapa aku seperti merasa dipermainkan oleh takdir karena saat mengambil keputusan untuk menikahi Laura demi bisa merawatnya agar tidak ada jarak di antara kami, tapi nyatanya ia sadar dan tidak mengenalku."
Christian saat ini tengah pusing memikirkan bagaimana jika Laura benar-benar ingin bercerai darinya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya jika sampai itu terjadi.
Karena tidak ingin dipenuhi pikiran negatif, saat ini Christian memilih untuk menunggu dokter yang memeriksa di dalam dengan mendaratkan tubuhnya di atas kursi tunggu yang berada di di sebelah kiri tempatnya berdiri.
Ia bahkan menoleh ke kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada siapapun di lorong ruangan terbaik di rumah sakit itu. "Semoga Ana benar-benar datang sore hari ke rumah sakit. Jika ia tiba-tiba muncul dari dalam lift sana, aku benar-benar bisa habis jika sampai melihatku duduk di sini."
"Bahkan baru sehari saja menikah sudah pusing tujuh keliling. Bagaimana jika suatu saat nanti, keduanya tahu bahwa aku membohongi mereka. Aku akan dianggap seorang pria berengsek karena terlalu serakah pada dua wanita," ucapnya sambil memijat pelipis.
Christian saat ini berpikir jika sampai Laura tidak menginginkannya, bagaimana ia bisa mendapatkan keturunan setelah istri sirinya tersebut sudah pulih dan pulang.
'Apa yang harus kulakukan jika sampai Laura tidak mau kusentuh? Aku bahkan sudah mengambil resiko besar untuk bisa menikahinya. Jika semuanya percuma, aku benar-benar hanya akan menjadi seorang pria tidak berguna,' lirih Christian yang saat ini tengah menatap kosong dinding rumah sakit berwarna putih itu.
Sementara itu di dalam ruangan kamar perawatan, terlihat perawat yang mencatat semua informasi mengenai pasien dari perkataan sang dokter yang tengah berkomunikasi dengan korban kecelakaan yang sudah lolos dari maut.
Awalnya memeriksa tanda-tanda vital dari pasien yang baru saja sadar. Kemudian mendengar suara dari pasien yang berbicara dengan sangat lirih serta tergagap.
"Dok-ter, a-pa yang ter-ja-di?" Sambil mengarahkan tangannya pada diri sendiri.
__ADS_1
Ia yang baru saja terbangun tadi merasa bingung saat berada di ruangan dengan nuansa putih yang sudah diduga adalah sebuah kamar rumah sakit. Hingga saat melihat pria yang mengaku suaminya, ia benar-benar sangat shock.
Apalagi saat berusaha untuk mengingat semua hal mengenai dirinya, yang terjadi hanyalah rasa pusing dan nyeri luar biasa pada kepala dan berakhir tidak bisa mengetahui apapun tentang dirinya.
Ia merasa sangat frustasi, tapi tidak bisa melakukan apapun karena tubuhnya seolah tidak ada tenaga sama sekali dan juga kepalanya semakin pusing.
Hingga ia mendengar pertanyaan dari dokter yang baru saja memeriksa, membuatnya harus berpikir keras sebelum menjawab.
"Apa tidak ada yang Anda ingat sama sekali, Nona? Contohnya, apakah Anda tahu ini sekarang tahun berapa? Atau Apakah ada sekilas bayangan yang samar-samar di pikiran Anda?" tanya sang dokter yang saat ini ingin memastikan sebelum menjawab pertanyaan dari pasien yang terlihat sangat bingung.
Apalagi tidak bisa mengingat apapun saat pertama kali bangun, pastinya akan membuat seseorang merasa sangat sok dan bingung harus bagaimana.
Sementara itu, Laura yang saat ini mencoba untuk kembali mengingat-ingat sesuatu yang berhubungan dengan pertanyaan sang dokter, refleks menggelengkan kepala karena sama sekali tidak mengingat apapun dipikirannya.
Seolah ia saat ini merasa seperti kertas putih kosong yang tidak terisi apapun dan merasa sangat hampa karena tidak tahu menahu mengenai diri sendiri.
Berbagai macam pertanyaan saat ini memenuhi kepalanya dan sebelum mengetahui semua jawaban yang ingin ia dengar dari orang-orang di hadapannya, kini menatap ke arah jam di dinding.
Ia mencoba untuk melihat apakah bisa membaca waktu. Kemudian mengarahkan jari telunjuk pada dinding yang dihiasi oleh jam berbentuk bulat itu.
"Aku tidak tahu ini tahun berapa, tapi sekarang pukul 13 siang, kan?" tanya Laura yang saat ini ini memastikan jawaban atas pertanyaannya.
Bahwa ia bisa membaca waktu dan menyadari jika benar, tandanya pernah sekolah. Saat ini, ia berpikir bahwa hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini. Hingga ia melihat dokter dan perawat saling bersitatap dan membuatnya merasa bingung.
Dokter seketika menoleh ke arah perawat dan mengatakan sesuatu agar dicatat pada laporan kesehatan dibawa oleh perawat.
Sang dokter akan memberikan penjelasan seputar amnesia pada pria di luar sana di ruangannya karena tidak mungkin mengatakan di depan pasien.
Ia tahu bahwa gejala umum amnesia menjadi penyebab hilangnya ingatan dan kesulitan membentuk ingatan baru.
__ADS_1
Kini, ia menatap ke arah pasien yang terlihat sangat bingung seperti orang linglung. "Anda bisa seperti ini karena efek kecelakaan. Jadi, sayang akan melakukan tes secara manual untuk mencari tahu tentang gejala yang dirasakan saat."
Kemudian mengatakan untuk memberikan obat yang tadi disebutkan dan ia berlalu pergi setelah menyuruh pasien untuk lebih banyak beristirahat demi memulihkan kesehatan.
Sementara itu, saat ini Laura ingin sekali menghentikan dokter karena ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan.
Namun, ia seolah kehilangan tenaga dan tidak bisa berteriak untuk memanggil dokter karena hanya bisa menatap kepergian pria berseragam putih itu dan menghilang di balik pintu.
Ia pun dari tadi menatap ke arah perawat yang menyuntikkan cairan ke infusnya. Sebenarnya ingin bertanya mengenai hal yang terpikirkan olehnya. Apakah ia mengalami amnesia dan tidak akan bisa mengingat tentang masa lalunya.
Bahkan ia merasa sangat frustasi membayangkan hal itu karena sekarang merasa seperti kertas kosong yang putih bersih tanpa coretan dan membuat hidupnya serasa hampa karena tidak ada satupun memori yang tersisa di otaknya saat ini.
'Tuhan, aku tidak ingin hidup seperti ini. Aku ingin hidup dengan semua kenangan indah tentang masa lalu. Jika tidak ada yang kuingat, bagaimana bisa sampai di usia yang sekarang karena aku bukan bayi yang tidak tahu apa-apa,' lirihnya sambil sibuk berapa doa.
Ia benar-benar berharap bisa segera mengingat sesuatu yang dilupakan dari memori otaknya. Hingga ia pun melihat perawatan meninggalkan ruangan dan membiarkannya sendirian menatap dinding kosong ruangan rumah sakit yang ditempatinya.
"Ke-ce-la-ka-an?" Hanya kata itu yang menjadi jawaban atas pertanyaannya, tapi tidak banyak yang diketahui karena masih belum dijelaskan padanya.
Akhirnya ia memilih untuk menunggu sampai ada yang mau menjelaskan semua hal padanya dan kembali memejamkan mata karena merasa sangat mengantuk dan lelah.
Entah mengapa hanya berbicara beberapa patah-patah saja membuatnya seperti habis berlari maraton dan sangat lelah, sehingga saat ini menuruti perintah dokter karena ingin segera pulih. Ia memejamkan mata karena rasa kantuk melanda.
Beberapa saat kemudian terdengar suara napas teratur dari sosok wanita di atas ranjang perawatan tersebut.
Sementara beberapa saat lalu setelah sang dokter keluar dari ruangan, ketemu dengan pria yang duduk di kursi tunggu dan langsung bangkit berdiri untuk bertanya.
"Bagaimana keadaan istri saya sekarang, Dokter? Apa benar ia tidak bisa mengingat apapun saat ini? Atau mengatakan sesuatu saat Anda di dalam tadi?" tanya Christian yang merasa sangat lega begitu melihat dokter dan perawat keluar.
To be continued...
__ADS_1