365 Days With You

365 Days With You
Janji Christian


__ADS_3

Christian yang merasa sangat bahagia atas kehamilan Laura, benar-benar memperlakukan sang istri seperti layaknya seorang ratu yang tidak boleh melakukan apapun. Bahkan ia berencana tidak pulang sesuai jadwal untuk menemui Ana.


Kini, ia tengah mengemudikan mobilnya pulang dari Rumah Sakit setelah memeriksakan kehamilan sang istri yang duduk di sebelahnya tersebut. Bahkan tangan kirinya dari tadi menggenggam erat telapak tangan dengan jemari lentik itu.


Christian hanya mengemudi dengan tangan kanan dan tidak melepaskan tangannya yang menyatu dengan Laura meskipun mengganti gigi. Ia sekilas menoleh ke arah Laura yang dari tadi menatapnya dan sesekali pada tangan mereka yang menyatu.


"Kenapa, Sayang? Kamu terpesona melihat ketampananku? Atau kagum pada keahlianku saat mengemudi dengan tangan kiri yang dari tadi menyatu dengan tanganmu?" ucap Christian dengan tersenyum menyeringai kala melihat Laura langsung menjawab tanpa ragu atau berpikir terlebih dahulu.


"Dua-duanya, Sayang. Mungkin aku adalah satu-satunya wanita paling bahagia di dunia ini karena memiliki seorang suami penyayang, pengertian dan baik hati sepertimu." Laura yang tadinya merasa pusing, kini sudah tidak lagi merasakannya dan hanya kebahagiaan yang dirasakan.


Hingga ia makin mengeratkan genggaman kala melihat aksi pria di balik kemudi itu begitu memasuki area perumahan dengan jalanan yang ada polisi tidurnya.


Christian benar-benar sangat berhati-hati kala melalui gundukan buatan yang dipasang melintang di permukaan jalan. Ia mengemudi dengan kecepatan sangat dan sangat lambat kala melewati speed hump tersebut karena tidak ingin Laura yang tengah hamil mengalami sebuah goncangan.


Berharap keturunannya tidak mengalami masalah di rahim sang istri. "Sayang, kamu baik-baik saja, kan? Anak kita tidak akan mengalami masalah gara-gara mobil melalui polisi tidur ini, kan?"


Sementara itu, Laura yang dari tadi tidak mengalihkan perhatian dari sang suami yang dianggap sangat over protektif padanya semenjak mengetahui kehamilannya, kini hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Sayang ... Sayang, bahkan kamu tadi sudah sangat perlahan melajukan mobil saat melalui polisi tidur. Mana mungkin anak kita mengalami masalah." Laura sebenarnya ingin mengatakan agar sang suami jangan bersikap terlalu berlebihan pada kehamilannya, tapi khawatir akan dianggap istri yang tidak bersyukur.


Apalagi ia tahu jika banyak istri-istri di dunia ini ingin mendapatkan perhatian luar biasa dari suami saat hamil. Ingin berada di posisinya saat ini karena mendapatkan sebuah perhatian penuh dari suami yang sangat siaga meskipun masih di awal-awal kehamilan.


'Bersyukurlah, Laura. Kamu sangat beruntung memiliki seorang suami yang baik hati seperti Christian. Baru hamil saja sudah diratukan seperti ini. Apalagi setelah kamu melahirkan buah cinta kalian. Pasti akan makin menjadi ibu ratu,' gumam Laura yang bahkan kini sibuk membayangkan jika ia sudah berubah status menjadi seorang ibu.


Christian merasa sangat lega karena tidak ada masalah yang dirasakan Laura. "Aku harus berhati-hati dalam hal apapun yang berhubungan denganmu dan anak kita, Sayang. Susah payah aku bekerja keras untuk menghamilimu."


"Aku ingin buah cinta kita selalu baik-baik di sana dan nanti dilahirkan dengan selamat. Astaga, aku bahkan sudah membayangkan dipanggil papa oleh anakku. Rasanya aku sudah tidak sabar menunggu hingga 36 minggu lagi, Sayang." Christian bahkan sudah membayangkan membesarkan buah cinta mereka bersama-sama.


"Sayang, aku sudah tidak sabar melihatmu berlarian dengan anak kita di halaman ini. Bahkan hanya membayangkan itu saja membuatku terharu. Apalagi melihat dan merasakannya sendiri. Kita akan menjadi keluarga bahagia selamanya."


Laura seketika mengaminkan doa dan harapan pria dengan bola mata berkaca-kaca tersebut. Tentu saja dihujani banyak cinta oleh pria dengan paras rupawan yang sangat dicintainya tersebut membuatnya tidak ingin hal lain lagi.


"Iya, Sayang. Aku juga tidak sabar merasakan bagaimana menjadi seorang wanita sempurna setelah bergelar ibu. Dipanggil mama oleh anak kita, pasti tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu di dunia ini. Semoga aku bisa melaluinya dan harapan kita terwujud."


Laura kini menghentikan perkataannya kala punggung tangannya dikecup oleh pria yang dianggap sebagai Dewa penolongnya sekaligus Dewa cintanya.

__ADS_1


Hingga ia mengingat akan sesuatu yang tiba-tiba mengganjal di pikirannya. "Sayang, apa kamu akan ke luar negeri lagi? Aku sedang hamil muda dan butuh banyak perhatian dari suami. Masa aku harus sendirian tanpamu selama satu minggu."


Refleks Christian langsung menggelengkan kepala untuk menenangkan perasaan khawatir Laura. "Tidak, Sayang. Bulan ini aku tidak akan ke luar negeri karena ingin fokus mengurus ibu dari calon anakku. Jadi, kamu tenang saja, oke!"


"Wah ... benarkah? Aku sangat senang sekali, Sayang. Terima kasih. Aku sangat mencintaimu. Cium aku!" sahut Laura yang kini tiba-tiba ingin merasakan ciuman sang suami yang selalu membuatnya melayang.


Tanpa pikir panjang, kini Christian langsung bergerak mendekat dan membungkam bibir sensual yang selalu melambai untuk disesap dan dilumatnya. Saat ini, ia hanya ingin fokus pada Laura.


'Aku akan berbicara pada Ana bahwa untuk beberapa bulan ke depan tidak bisa pulang. Aku harus mengorbankan Ana beberapa waktu demi ibu dari calon anakku,' gumam Christian yang baru saja melepaskan pagutannya.


Ia kini membersihkan bekas ciumannya di bibir sensual yang membuatnya candu. "Sayang, kamu jangan berusaha memancingku karena kata dokter tadi, aku harus menahan diri untuk sementara waktu demi kehamilanmu yang masih rawan di trimester pertama."


"Iya, Sayang. Maaf, aku lupa." Laura hanya terkekeh geli mendapatkan nada protes dari sang suami yang kini terlihat memerah wajahnya karena terbakar gairah. "Aku tidak akan minta cium lagi deh, janji!"


"Aku bingung karena tidak bisa janji untuk tidak menyentuhmu sama sekali, Sayang. Tapi aku akan berusaha keras demi anakku." Christian bertekad untuk tidak mengindahkan hasratnya demi buah hati yang diidam-idamkan selama sepuluh tahun belakangan ini.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2