
Christian yang awalnya merasa sangat marah pada perkataan Laura yang menyinggung masalah perceraian karena tidak bisa memberikan keturunan padanya.
Hal itu sama seperti keinginan orang tuanya, kini semakin kesal saat merasakan dinginnya air yang membasahi rambut dan turun ke wajah hingga ke bawah.
Ia bahkan belum sempat mengungkapkan kekesalannya dengan mengumpat, tetapi Laura sudah meninggalkannya dengan berjalan menuju ke arah lampu remang-remang dan berbaur dengan banyak orang yang bergerak mengikuti alunan musik DJ dan menghilang dari pandangannya.
"Astaga!" Christian berusaha untuk membersihkan diri dengan sapu tangan miliknya.
Hingga ia merasa risih karena wajahnya terasa lengket akibat minuman yang sengaja disiramkan oleh Laura. Refleks ia berjalan menuju ke arah toilet untuk membersihkan diri.
Tentu saja sepanjang berjalan melewati beberapa orang yang berdiri di setiap sudut Club malam, kini ia sudah berdiri di depan cermin dan membasuh mukanya dengan air mengalir.
Bahkan juga membersihkan kemeja putihnya yang dipakai sudah berubah warna. "Wanita muda itu benar-benar sangat berani dan arogan sekali. Ia bahkan masih terlalu muda dengan kepribadiannya yang sangat berani."
"Mungkin jika pria lain yang ia buat begini, sudah dipastikan akan habis." Christian mengubah sambil memandang wajahnya di cermin dan mengingat semua perkataan dari Laura beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Apa benar ia masih perawan dan jatuh cinta padaku hingga berani melakukan hal diluar nalar? Mungkin jika aku belum menikah, kita akan pernah bisa menolak wanita secantik Laura dan juga masih belum pernah dijamah oleh seorang pria."
Christian seketika menepuk jidat begitu menyadari bahwa perkataannya sama saja seperti para pria brengsek yang memanfaatkan kepolosan seorang wanita.
"Laura ... ia adalah seorang wanita polos yang sangat berani dan tidak memikirkan resiko dari perbuatannya. Mungkin karena ini berada di negeri bebas dari adat ketimuran, sehingga membuatnya berani."
Masih tidak bisa melupakan perkataan Laura yang mengatakan dengan sangat yakin bahwa ia-lah yang membuat wanita itu jatuh cinta.
Kini, ia memegangi bawah dagu dan menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat wajahnya sendiri. "Apa aku sangat tampan? Hingga membuat Laura jatuh cinta pada pandangan pertama?"
Ia tidak ingin Laura dikelilingi oleh para pria yang mungkin mengincar tubuhnya ketika tengah menari di bawah lampu remang-remang. "Ia pasti akan menjadi sasaran para pria hidung belang yang mencari kesempatan dengan muraba-raba tubuh Laura."
Tidak membuang waktu serta ingin memastikan tidak diganggu oleh para pria hidung belang, kini Christian sudah melangkah keluar dari toilet dan mencari Laura di tengah kerumunan orang orang yang menikmati alunan musik DJ dengan meliukkan tubuhnya.
Dengan memasang indra penglihatan tajam, Christian masih mencari keberadaan Laura diantara ratusan orang yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Astaga! Di mana wanita arogan itu?" tanya Christian yang saat ini menghambur ke arah kerumunan orang-orang untuk mencari keberadaan dari wanita yang sangat dikhawatirkannya.
Sementara itu, Laura yang tadinya sibuk menggerakkan tubuhnya bersama orang-orang, merasa sangat bosan dan hendak kembali duduk bersama dengan teman-temannya.
Namun, saat ia berjalan dan hendak keluar dari kerumunan, mengerjakan mata itu melihat sosok pria yang baru saja membuatnya kesal sekaligus membangkitkan perasaan berkecamuk.
'Christian? Apa ia ingin ngedance? Aah ... tidak! Aku sangat yakin jika ia saat ini tengah mencariku,' gumam Laura yang saat ini seketika berjalan menuju ke arah dia yang kini memunggunginya sambil mengedarkan pandangan untuk mencari.
Begitu hampir dekat dengan keberadaan Christian, seketika Laura tersenyum menyeringai dan menyingkirkan beberapa orang yang menghalangi. Hingga pria dengan bahu lebar tersebut sudah berada di hadapannya.
Seketika ia langsung menarik pergelangan tangan pria dihadapannya tersebut agar berbalik badan menghadapnya.
Usahanya berhasil, sehingga langsung melingkarkan tangannya pada bagian belakang leher Christian dan langsung berjinjit untuk mencium bibir tebal pria itu.
To be continued...
__ADS_1