
"Mengenai kemeja itu, aku sering melihatnya di film-film dan dari dulu hanya bisa membayangkan jika nanti menemukan seorang wanita yang kucintai, akan menyuruhnya untuk memakainya."
Christian yang mengerti dengan kecemburuan Laura, kini mengarang cerita agar wanita itu tidak marah lagi padanya. Dari dulu ia memang sangat suka saat melihat Ana yang sangat seksi ketika mengenakan kemejanya tanpa memakai dalaman.
'Maaafkan aku karena berbohong padamu, Sayang. Ini semua demi kebaikan kita karena Ana-lah yang terlebih dahulu bersamaku dan semua kenangan kami masih terekam di otakku,' gumam Christian dengan rasa bersalah pada Laura karena selalu terbayang pada istri pertama yang sudah sepuluh tahun lebih bersamanya.
Ia menghentikan perkataannya sejenak dan menjauhkan wajahnya untuk bisa melihat dengan jelas ekspresi wanita yang masih diam membisu dengan bibir terkatup rapat di hadapannya.
Christian memilih untuk menguraikan keheningan dan ketegangan di antara mereka dengan cara mengusap lembut pipi putih yang memerah tersebut.
"Kamu tidak perlu memakainya jika tidak mau karena aku tidak akan memaksamu."
Kemudian Christian kini menunjuk ke arah lemari raksasa berisi semua pakaian Laura yang dikirimkan oleh butik. "Kamu pilih saja pakaian yang menurutmu cocok untukmu."
"Pilihlah sendiri. Aku akan menunggumu di ruang baca untuk menelpon orang tuaku. Kali ini aku tidak akan menghubungi mereka sebelum kamu datang."
Laura yang sangat malu karena sudah berpikiran buruk pada sang suami, kini seperti tidak mempunyai muka saat berdiri di hadapan pria yang disadarinya memiliki wajah tampan dan badan proporsional hingga membuatnya menelan saliva.
'Dasar bodoh! Kenapa aku selalu mempermalukan diri sendiri di depan suamiku? Dia adalah Christian Raphael yang merupakan suamiku,' gumam Laura yang kini merasa sangat bersalah dan menyesal.
Christian yang tadinya menunggu jawaban dari Laura, tapi sama sekali tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, kini ia memilih untuk berbalik badan dan berjalan keluar.
Namun, saat hampir keluar dari pintu, ia merasakan kaos casual yang dipakainya ditahan dari belakang dan membuatnya menoleh.
Ia masih bisa melihat handuk yang digunakan untuk pelindung Laura dan menampilkan tubuh putih mulus yang sangat seksi.
Hingga membuatnya menelan kasar salivanya karena merasa Laura terlihat sangat cantik dan seksi.
'Sial! Jika tadi aku menggodanya, kini seperti mendapatkan karmanya. Melihatnya seperti ini, membuatku sangat bergairah. Tahan, Christian Jangan sampai Laura kembali marah padamu,' umpat Christian yang hanya menutup rapat bibirnya dan ingin melihat apa yang ingin dikatakan oleh wanita yang jelas-jelas menggodanya tersebut.
Laura refleks menghentikan Christian karena tidak ingin ada kesalahpahaman. "Maafkan aku karena belum bisa mempercayaimu."
"Tidak apa-apa, Sayang. Aku bisa memakluminya karena memang kamu mengalami amnesia. Semuanya akan baik-baik saja setelah ingatanmu kembali." Christian masih berdiri membisu di tempat tanpa bisa berkutik.
"Terima kasih karena mau mengerti." Kemudian kini ia memilih untuk berbalik badan dan berjalan menuju ke arah lemari kaca dan mengamati satu persatu pakaian yang digantung rapi di depannya.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Christian yang terdiam di tempatnya, masih mengamati siluet wanita yang memunggunginya dan membuatnya tidak ingin beranjak dari sana.
'Aku harus pergi dan membiarkannya mengganti pakaian. Namun, rasanya kakiku ini sangat berat untuk melangkah keluar dari sini. Sial!'
Lagi-lagi ia hanya bisa mengumpat di dalam hati untuk melampiaskan apa yang kali ini dirasakannya. Saat ia berniat untuk menguatkan hati dan dirinya agar segera meninggalkan ruangan ganti, tetapi lagi-lagi mendengar suara seksi dari sang istri.
"Sepertinya aku harus memakai kemeja pilihanmu tadi sebagai permohonan maaf karena setelah melihat semua pakaian wanita, tidak ada satu pun yang membuatku tertarik."
Laura yang merasa dirinya sudah berubah sangat nakal, malah berpikir ia seperti wanita seksi dan malah ingin terbahak melihat respon dari pria yang terlihat langsung keluar dan meninggalkannya.
"Astaga, pasti dia merasa sangat senang karena impiannya menjadi kenyataan. Tidak ada salahnya aku memenuhi impiannya karena suamiku telah membuatku menjadi wanita yang dicintai."
Saat Christian tadi merasa kakinya tidak bisa bergerak dari ruangan walk in closet, tetapi begitu mendengar suara dari Laura yang membuatnya merasa sangat antusias dan bersemangat sekaligus bahagia.
'Ia sepertinya sedang memberikan sebuah kode padaku.'
Christian yang tengah bergumam di dalam hati sambil kembali berjalan ke ruangan ganti, sudah melihat Laura yang berdiri dengan bersedekap dada. Memperlihatkan tengah menunggunya menyerahkan kemeja berwarna putih yang tadi ditunjuk olehnya.
Refleks ia berjalan mendekat dan mengambil kemeja dari lemari kaca berukuran raksasa itu dan menyerahkan pada Laura. "Ini, Sayang."
"Aku mau memakai ini. Apa kamu tidak mau keluar?"
Merasa pertanyaan Laura malah terdengar seperti sebuah tawaran bernada ******* hingga membuatnya seketika berubah pikiran.
Dengan ragu-ragu dan sedikit takut, ia memilih untuk membuka mulutnya. "Apakah kamu tidak ingin menambahkan permohonan maafmu, Sayang?"
Laura yang sebenarnya mengerti apa yang diinginkan oleh Christian, tetapi berpura-pura tidak mengerti dan berakting bodoh.
Bahkan sebenarnya ia ingin tertawa melihat wajah Christian yang seperti cemas dan ketakutan saat berbicara dengannya. Seolah sangat berhati-hati dengan dirinya.
"Apa maksudmu?" Laura memicingkan mata dengan tatapan tajam.
"Aku pikir kamu akan menambahkan permohonan maafmu karena tidak mempercayaiku tadi dengan membiarkanku tetap di sini dan melihatmu berpakaian."
Meskipun sebenarnya sangat ragu untuk mengatakannya, tetapi ia tetap mengatakan keinginannya dan berharap Laura mempercayai dan menyerahkan seluruh jiwa padanya.
__ADS_1
Awalnya ia berpikir jika sosok wanita yang berhasil membuatnya berkali-kali menelan ludah tersebut akan terdiam dan mempertimbangkan keinginannya.
Namun, semua itu sama sekali tidak terjadi begitu melihat pemandangan yang seketika membuat aliran darahnya mengalir begitu cepat dan degup jantung tidak beraturan.
Bahkan jantungnya seperti hampir meledak saat melihat Laura sudah membuka pelindung terakhir tubuhnya dan seketika menampilkan kulit putih mulus yang menurutnya sangat seksi.
Entah apa yang membuat Laura hari ini begitu sangat berani karena sudah melepaskan handuk yang melilit tubuhnya dan dengan santai memakai kemeja di depan pria yang sama sekali tidak berkedip menatapnya.
Sebenarnya ia ingin sekali menertawakan sikap Christian yang tidak bisa memalingkan wajah darinya. Namun, dengan sekuat tenaga tetap terlihat sangat tenang dan mulai mengancingkan kemeja itu.
'Jadi, seperti ini rasanya membalas dendam dengan cara yang cantik dan elegan. Tadi dia menggodaku agar terbawa suasana. Sekarang saat kugoda, matanya seperti mau lepas karena tidak bisa mengalihkan pandangannya dariku.'
Christian yang saat ini sudah merasakan sesuatu di bawah sana mulai sesak seolah tidak bisa bernapas dan ingin segera keluar, refleks berjalan mendekati wanita yang baru mulai mengancingkan dua bagian teratas dan langsung diambil alih olehnya.
"Biar aku membantumu, Sayang."
Suara serak Christian jelas-jelas membuktikan ia saat ini sedang dilanda puncak gairah hanya dengan melihat tubuh polos Laura yang sangat seksi.
"Kamu sangat nakal, Istriku."
Laura yang kini hanya terkekeh geli melihat tingkah Christian, sudah menurunkan tangannya dan membiarkan kancing kemeja dikancingkan oleh pria yang berada tepat di hadapannya.
"Bukankah tadi kamu pun sengaja menggodaku?"
"Iya, aku akui itu dan ternyata tidak berhasil. Aku kalah."
"Aku tahu," ujar Laura yang menggigit bibir bawahnya begitu merasakan sentuhan pada dadanya karena sang suami telah memutar jari di puncak dadanya yang tertutupi kemeja.
Hingga membuat ******* lolos dari bibirnya. Bahkan wajahnya pun seketika berubah memerah.
"Christian."
"Apa kamu tidak ingin memenuhi kewajiban sebagai seorang istri, Sayang?" bisik Christian yang mendekatkan wajahnya di dekat daun telinga Laura.
Sementara Laura yang merasakan tubuhnya menegang, semakin menjerit kala sesuatu menelusup di bawah sana.
__ADS_1
To be continued...