
Christian tadinya tidak bermaksud untuk menyingung mengenai masalah orang tua wanita muda nan cantik yang menggodanya. Niatnya sebenarnya adalah ingin menyadarkan wanita itu agar tidak bekerja di Club malam dengan melayani para pria hidung belang.
Ia sangat menyayangkan masa depan seorang wanita yang terjerumus dalam pekerjaan tidak halal saat menjadi wanita penggoda.
Bahkan Christian berpikir bahwa pekerjaan seorang pelacur bukanlah sesuatu yang patut direndahkan karena ia tahu ada banyak alasan yang membuat seseorang memilih jalan penuh dosa tersebut.
Jadi, Christian ingin menyadarkan wanita muda itu dengan menyebutkan orang tua karena berharap menyadari kesalahan ketika mengingat dari mana berasal.
Bahwa ada perjuangan dari orang tua yang membesarkan putrinya dengan baik dan tidak pernah menginginkan jika suatu saat akan berakhir seperti itu.
Karena merasa sangat bersalah atas semua hal yang baru saja dilakukan dan memancing amarah wanita muda itu, Christian kali ini merasa bingung untuk meminta maaf atas kesalahannya yang mengungkit mengenai orang tua.
Hingga ia pun saat ini langsung mengulurkan tangan demi bisa mendapatkan permintaan maaf pada seorang wanita yang terlihat sangat marah tersebut.
"Maafkan aku. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu dengan mengungkit masalah ...."
__ADS_1
Christian bahkan khawatir jika menyebut orang tua wanita itu akan kembali murka, sehingga tidak langsung melanjutkan perkataannya karena ingin melihat respon dari wanita yang diketahui bernama Laura tersebut.
Laura yang tadinya merasa sangat marah pada pria tampan di hadapannya, kini masih menunduk menatap ke arah tangan dengan buku-buku kuat yang menggantung di udara tersebut.
"Apa kau selalu seperti ini setelah menyinggung perasaan orang lain?" Laura merasa sangat penasaran pada pria incarannya tersebut karena wajah tampan di hadapannya membuatnya tidak bisa memalingkan pandangan.
Bahkan ia sangat mengagumi wajah pria dewasa yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun sempat membuatnya merasa marah, tapi seketika sirna begitu melihat itikad baik pria yang masih berharap bisa berjabat tangan dengannya ketika memohon maaf.
Hingga ia bisa melihat sikap pria itu yang dianggap sangat gentleman karena berani mengakui kesalahan dan tanpa ragu meminta maaf padanya.
"Asal kamu tahu bahwa aku tidak pernah berinteraksi dengan seorang wanita yang baru kukenal di klab malam. Ini adalah pertama kali aku pergi ke tempat seperti ini untuk menenangkan diri, tapi gagal begitu kau menghampiriku."
Akan tetapi, karena pikirannya sedang kacau ketika memikirkan masalah sang istri serta orang tua yang menuntutnya untuk segera menceraikan Ana agar bisa segera menikah lagi demi bisa mendapatkan keturunan, sehingga berbicara kasar pada seorang wanita bernama Laura itu.
Hingga ia seketika tersenyum begitu permintaan maaf yang diterima karena saat ini wanita itu sudah menjabat tangannya.
__ADS_1
"Sepertinya aku adalah wanita yang bodoh jika menolak permohonan maaf dari pria luar biasa sepertimu, Christian. Baiklah, aku sekarang memaafkanmu dan berharap kita bisa berteman. Aaah ... sebenarnya aku tidak butuh teman karena sudah banyak di sana."
Kemudian Laura menuju ke arah beberapa teman wanita yang tadi bersamanya. "Mereka adalah teman-teman terbaikku di sini."
Christian seketika mengikuti arah telunjuk yang ditunjukkan oleh wanita di sebelahnya. Ia saat ini menyadari kesalahannya karena berpikir bahwa wanita di sebelahnya tersebut adalah seorang pelacur.
Melihat beberapa wanita berkebangsaan asing yang tengah menikmati minumannya, Christian kini berpikir bahwa ia telah salah paham jika Laura adalah seorang wanita penggoda.
Penampilan yang terlihat dari jauh saja sudah terlihat bahwa para wanita itu memakai outfit mahal dan tadi juga sempat bertemu di tempat parkir Club setelah memarkirkan mobil mewah edisi terbatas.
"Mereka kan para wanita yang datang ke sini dengan mobil mewah? Jadi, mereka teman-temanmu? Teman jalan atau teman apa?"
"Astaga! Pertanyaanmu mewakili sifat kepomu," ujar Laura yang kini menatap ke arah pria yang tadi sempat membuatnya menyampaikan pada para temannya bahwa ingin bercinta dengan pria satu negara dengannya.
"Apa kau mau tidur denganku untuk mengukir kenangan indah di sini, Christian?"
__ADS_1
Akhirnya Laura meloloskan sesuatu hal yang jauh dari nalarnya untuk menghilangkan beban pikirannya yang dilanda kegundahan.
To be continued...