365 Days With You

365 Days With You
Menghabiskan uang suami


__ADS_3

"Bagaimana, apa kamu sekarang tidak mencurigai aku lagi setelah berbicara dengan mama?" Christian baru saja mematikan panggilan internasional dengan sang ibu untuk memberi pelajaran pada Laura yang tadi menuduhnya.


Meskipun kecurigaan dari Laura berdasar, tetap saja ia tidak ingin ketahuan dan berharap selamanya Laura mempercayainya. Ia benar-benar takut kehilangan wanita yang sudah dipilihnya untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.


Setelah tadi membiarkan Laura berbicara panjang lebar dengan sang ibu, merasa sangat lega karena bisa menuruti kemauan wanita paruh baya yang sangat disayanginya tersebut.


Hingga ia pun kini sangat puas kala melihat wajah masam seorang Laura yang sangat malu kala berbicara dengan sang ibu beberapa saat lalu.


"Iya ... iya, aku tidak akan lagi curiga padamu. Sebenarnya sangat wajar jika aku curiga pada suami yang memiliki paras rupawan dan banyak uang karena pasti di luaran sana ada banyak pelakor yang yang mengincarmu. Meskipun kamu tidak punya pikiran berselingkuh dariku, tapi bagaimana jika para pelakor itu menggodamu?"


Laura bahkan merasa jika pria yang merupakan suaminya itu penuh dengan kesempurnaan dan pastinya menjadi incaran banyak wanita di luaran sana, jadi memilih untuk mengungkapkan kekhawatirannya.


Christian yang saat ini hanya tertawa untuk menutupi aibnya karena yang terjadi adalah ia termasuk seorang bajingan dan bersembunyi di balik sikap lembutnya pada Laura.


"Aku benar-benar sangat tersanjung, Sayang karena mendapatkan pujian darimu. Aku jadi merasa sangat tersanjung dipuji sebagai seorang pria sempurna olehmu, tapi aku harus memberikan sebuah hukuman agar kamu tidak mengulangi kesalahan lagi," ucapnya dengan tersenyum menyeringai.


Bahkan saat ini sudah mendapatkan sebuah ide di kepalanya untuk memberikan sebuah hukuman pada sang istri.


"Hukuman? Apa kamu tega menghukum istri sendiri yang bahkan baru pulang dari rumah sakit?" Laura benar-benar sangat kesal karena merasa jika tadi berbicara dengan mertuanya secara tiba-tiba saat belum siap merupakan sebuah hukuman.


Namun, ternyata masih berlanjut dan membuatnya kesal serta masam. Namun, ia seketika membulatkan matanya begitu tiba-tiba bibirnya dibungkam oleh pria yang sama sekali tidak menjelaskan apa hukuman untuknya.


"Ini hukumannya, Sayang." Christian saat ini langsung menyesap dan ******* bibir sensual yang selalu menjadi candunya.


Laura yang membulatkan mata karena ciuman sang suami, tidak bisa mengimbanginya karena seolah sangat brutal dan penuh nafsu.


Hingga ia hanya bisa membalas dengan mengikuti permainan sang suami. Ia merasakan tubuhnya sangat mendamba semua yang dilakukan oleh Christian karena bibir mereka kini menyatu dan merasakan tubuhnya memanas serta gelisah.


Bahkan menyadari kebodohannya kala menginginkan jauh lebih banyak dari apa yang saat ini ia dapatkan.


Sementara itu, Christian yang kini ingin lebih lama membuai Laura dengan ciuman, masih berusaha membuat wanita yang telah masuk dalam perangkapnya tersebut menikmati setiap sensasi kenikmatan yang ia kirimkan agar sang istri makin tergila-gila padanya.


'Tunjukkan padaku reaksimu saat bercinta denganku untuk kesekian kalinya karena aku ingin selalu melihatnya,' gumam Christian yang saat ini tersenyum smirk saat ciuman mulai memanas.


Bahkan ia kini semakin mendesak dan ciuman mereka saling beradu dalam ritme yang menimbulkan sebuah kenikmatan. Hingga gairahnya semakin memanas seiiring setiap apa yang dirasakannya.


Sementara itu, lama kelamaan Laura yang tidak bisa hanya diam ketika sang suami makin beringas mencium bibirnya, sehingga ia pun kini terbawa suasana dengan membalas ciuman.


Ia merasakan kombinasi antara panas dan nyeri yang memenuhinya dan menginginkan puncak dari kegiatan liar yang dari tadi sudah berhasil membuatnya seperti merasakan bintang-bintang di kepalanya.


Saat ini, respon tubuhnya mengatakan jika suami akan kembali melambungkannya begitu tinggi begitu mencapai puncak kenikmatan.


Hingga mengeluarkan ******* ketika sang susmi makin menyusuri tubuhnya hingga ke bawah dan membawa hasratnya berputar-putar semakin tinggi dan kehilangan akal sehat saat itu juga.


'Apa suamiku akan melakukannya lagi? Padahal rasanya masih sangat nyeri dan aku belum mengatakan itu padanya,' gumam Laura yang seketika mendorong dada bidang pria yang membuatnya merasa takut.


"Sayang, apa kamu mau melakukannya lagi?"


"Iya, kenapa? Apa kamu tidak mau, Sayang?" Christian bahkan masih berusaha menormalkan deru napas memburu karena dipenuhi oleh hasrat begitu menyatukan bibir dengan sang istri.


Refleks Laura menggelengkan kepalanya karena saat ini ingin menguraikan kesalahpahaman. "Bukan aku tidak mau memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri, tapi yang semalam saja meninggalkan rasa nyeri luar biasa."

__ADS_1


"Aku benar-benar takut akan semakin bertambah nyeri jika kamu melakukannya lagi. Apa tidak bisa ditunda hingga ini sembuh dulu?" Laura bahkan menunduk menatap ke arah bawah.


Di mana bagian intinya terasa sangat perih akibat perbuatan sang suami semalam. Bahkan semalam melihat bercak darah di atas sprei yang membuatnya makin merasa takut jika nanti akan berdarah lagi jika melakukannya.


Sementara itu, Christian kini tidak bisa membuang waktu dan berpikir untuk langsung praktek agar Laura tahu jika rasa sakit itu perlahan menghilang setelah sering melakukannya karena dulu Ana juga berekspresi sama dan ketakutan.


'Jika aku menjelaskan, akan berakhir dicurigai lagi. Jadi, lebih baik langsung melakukannya!' Tanpa membuang waktu, Christian yang sangat hafal dengan kelemahan seorang wanita, kini langsung menyerangnya.


Berharap setelah melakukan itu, Laura tidak akan lagi menolak. Benar saja apa yang dipikirkannya karena kini suara ******* Laura mendominasi ruang makan.


Laura benar-benar merasa sangat shock pada perbuatan pria yang menyerang titik sensitifnya. Hingga ia membenamkan jari-jarinya pada rambut hitam berkilat pria yang sudah sibuk di bawah sana dan mengirimkan sejuta sensasi berputar lepas kendali seperti biasanya.


"Sayang!" Laura memejamkan mata sambil menikmati kenikmatan luar biasa yang didapatkannya.


Hingga ia kembali menggeliat ketika mendapatkan sebuah penyiksaan manis dari pria yang sibuk mengirimkan gelenjar kenikmatan hingga seluruh urat syaraf menegang.


Belum sempat ia menormalkan perasaannya, seketika menjerit saat sang suami menerobos masuk dengan sangat intens. Hingga berkali-kali mengirimkan berbagai sensasi menghantamnya.


Berkali-kali ia menjerit dan tubuhnya semakin menegang atas perbuatan pria yang menyentuhnya di sana dan melihat bukti gairahnya saat di bawah sana telah basah karena suaminya masih menyiksanya.


Sementara itu, Christian tersenyum menyeringai kala masih terus sibuk menyiksa sang istri. 'Wanita selalu berlagak menolak, tapi hanya disentuh sedikit saja sudah tidak berhenti mendesah dan menjerit.'


'Aku akan membuatmu sangat mendambakan semua sentuhanku, Sayang. Bahkan aku pun tidak akan pernah melepaskanmu hari ini. Kita akan menghabiskan hari dengan bercinta karena merupakan pengantin baru.'


Saat ini, Laura merasakan kedua kakinya gemetar ketika kedahsyatan dari gerakan pria yang masih tidak kunjung melepaskan bagian intinya hingga merasakan puncak kenikmatan.


Bahkan ia mendesah panjang akibat perbuatan pria yang masih belum berhenti menyiksanya.


Kemudian ia menghentikan perbuatan dan ingin mengetahui respon dari wanita yang dari tadi mendesah dan menghiasi ruangan makan dengan suaranya yang sangat seksi.


"Apa kamu ingin aku berhenti, Sayang?" tanya Christian yang kini mendongak menatap intens wajah cantik wanita yang duduk di kursi itu.


Sedangkan di sisi lain, deru napas Laura yang memburu dan tersengal, kini seolah menunjukkan bahwa ia baru saja menggapai puncak kenikmatan dengan sangat mudah hanya dengan gerakan lidah.


"Berhenti dan jangan menyiksaku. Aku ...." Terdengar suara serak Laura yang tidak melanjutkan perkataannya karena benar-benar merasa sangat bingung untuk mendefinisikan apa yang tengah dirasakannya barusan.


'Aku malu mengatakan jika yang tadi dilakukannya sangat nikmat,' gumam Laura yang saat ini tengah menatap dengan tatapan berkabut.


Mengerti dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Laura, Christian tidak melanjutkan pertanyaannya karena ingin melanjutkan kegiatan intim mereka.


"Mana mungkin aku berhenti setelah berhasil membuatmu mencapai puncak kenikmatan, Sayang. Bukankah tugasmu sekarang adalah untuk melakukan hal yang sama padaku?" Christian kembali tersenyum menyeringai kala berhasil membuat wajah cantik itu memerah seperti kepiting rebus.


Tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara, ia sudah bergerak untuk mendekati sesuatu yang diincarnya dari tadi.


Tentu saja untuk kembali membuat sang istri meneriakkan namanya dan mengakui kehebatannya. Ia ingin membuat Laura berkali-kali bergelinjang hebat sambil terus mendesah serta merintih sebagai luapan respon tubuhnya.


Hingga ia kembali menyatukan tubuhnya setelah menggendong Laura dan menurunkan di atas meja. Tentu saja agar lebih mudah mengeksplore diri untuk mendaki puncak kenikmatan hakiki.


'Suamiku seperti seorang pria yang sangat kuat dan tidak kenal lelah karena kembali melakukannya tanpa memperdulikan jika aku merasa takut bagian sana semakin nyeri,' gumam Laura yang kini memejamkan mata sambil memeluk erat leher belakang pria yang saat ini sibuk bergerak dengan ritme teratur.


Bahkan saat ini bisa melihat sosok pria dengan tatapan parau itu menggeram parau dengan suara sangat seksi terdengar di telinganya.

__ADS_1


Laura akui bahwa apa yang dilakukan oleh sang suami saat ini terasa sungguh nikmat. Sebuah kenikmatan murni yang seolah membuat jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.


Bahkan saat ini, ia seperti merasakan setiap syaraf yang dimiliki hanya terfokus pada satu titik. Hingga ia sadar bahwa sang istri sama sekali tidak memberinya kesempatan sama sekali untuk berpikir jernih.


Lagi dan lagi ia meneriakkan nama sang suami dengan mata saat tubuhnya kembali gemetar hebat. Saat ini, kaki dan tangannya seperti meleleh dan tubuhnya benar-benar sangat lemas hingga tidak mampu untuk bergerak lagi.


Ia yang baru kali ini merasakan bagaimana bercinta, kini seolah merasakan tubuhnya melebur, mengambang di puncak nirwana paling tertinggi yang bisa digapai bersama dengan puncak kenikmatan karena perbuatan pria yang masih bergerak liar itu.


Hingga ia mendesah saat merasakan kenikmatan tak tertahankan.


"Sayang," lirih Laura dengan suara serak yang menandakan bahwa saat ini ia benar-benar sudah digulung puncak gairah.


Sementara itu, suara lenguhan panjang Laura yang menghiasi suasana ruangan makan dengan nuansa cinta tersebut seolah sebuah alunan musik paling indah bagi indra pendengaran Christian saat ini.


'Aku adalah orang pertama yang berhasil mengirimkan denyut kenikmatan untukmu, Sayang. Sampai kapan pun, kamu hanya akan menjadi milikku seorang,' lirih Christian yang kini sangat puas bisa melumpuhkan penolakan Laura.


"Buka matamu, Sayang karena aku ingin kamu menatapku dan melihatku saat mencapai puncak kenikmatan."


Laura kini perlahan membuka mata untuk melihat sosok pria yang baru saja membuatnya merintih dan mendesah ketika mencapai *******.


"Kamu benar-benar membuatku gila, Sayang. Hingga aku melupakan rasa sakit yang kurasakan dan semuanya berganti dengan rasa nikmat." Laura tanpa malu mengungkapkan apa yang saat ini dirasakan olehnya.


Bahkan ia kini sudah tidak lagi ketakutan jika sang suami kembali meminta haknya. Ia akan selalu siap kapan pun karena saat ini sang suami sudah tidak lagi bisa menahan gairah dan ingin kembali menyalurkan hasrat padanya.


Akhirnya usaha Christian tidak sia-sia setelah berhasil merubah sang istri benar-benar semakin memujanya. Bahkan kali ini ia tersenyum smirk dan mengusap lembut kedua sisi pipi putih wanita di hadapannya.


"Percayalah padaku dan serahkan hidupmu padaku, Sayang karena aku akan membuatmu menjadi wanita paling sempurna dan bahagia di dunia ini." Christian bahkan saat ini kembali melanjutkan permainan liarnya dan berharap kembali meledakkan benihnya di rahim Laura.


'Semoga usahaku membuahkan hasil dengan Laura hamil satu bulan lagi,' gumam Christian yang kini makin mempercepat gerakan dan beberapa saat kemudian tubuhnya menegang kala berhasil mencapai puncak kenikmatan.


Hingga ia pun kini memeluk erat tubuh wanita yang hanya mengenakan kemeja putih miliknya dan terlihat sangat seksi.


'I love you, Sayang." Christian kini mencium bibir, pipi, mata dan terakhir kening Laura. "Terima kasih, Sayang."


Sementara itu, Laura hanya terdiam kala ia mendapatkan ungkapan perasaan sang suami. Ia benar-benar sangat terharu meskipun mungkin bagi orang lain, ucapan Christian sangatlah biasa.


Namun, baginya sangatlah luar biasa karena sang suami selalu mengakhiri percintaan panas mereka dengan kata cinta dan terima kasih.


'Apa semua pria di dunia ini seperti suamiku? Suami yang selalu mengucapkan kata cinta dan terima kasih setelah bercinta dengan istri? Ataukah hanya suamiku seorang yang melakukannya?' gumam Laura yang kini sibuk dengan perasaan bahagianya ketika memiliki seorang suami baik dan pengertian.


'Semoga selamanya rumah tangga kami dipenuhi oleh kebahagiaan.' Laura kini menghambur memeluk erat tubuh kekar pria yang saat ini tanpa pelindung satu pun.


"Aku juga sangat mencintaimu, Suamiku. Aku harap sikapmu selamanya seperti ini padaku dan tidak pernah berubah. Kalau bisa, kamu makin mencintaiku dan tidak akan pernah bosan padaku." Kemudian mendekatkan bibirnya dan mengucap lembut pipi dengan rahang tegas itu.


Christian saat ini membalas pelukan sang istri yang terlihat sangat bahagia. "Tentu saja, Sayang. Aku akan selamanya mencintaimu dan tidak akan pernah bosan padamu."


Kemudian Christian menarik diri dan menggendong tubuh seksi sang istri. "Ayo, kita mandi bersama. Setelah itu, kita jalan-jalan. Atau kamu ingin pergi berbelanja aneka Snack di warung waralaba dekat sini?"


"Ya, aku mau. Aku ingin membeli aneka Snack untuk ngemil. Aku juga ingin beli coklat karena suasana hatiku sedang sangat baik sekarang dan ingin menikmati sesuatu yang manis-manis," seru Laura yang saat ini seketika berbinar wajahnya ketika membayangkan bisa mengambil apapun yang disukai dengan menghabiskan uang suami.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2